Feature

Susanti, Srikandi Muhammadiyah di Bidang Bioteknologi yang Mendunia

40
×

Susanti, Srikandi Muhammadiyah di Bidang Bioteknologi yang Mendunia

Sebarkan artikel ini
Susanti (Tagar.co/Istimewa)

Susanti, anggota Sumu ini adalah Srikandi Muhammadiyah di bidang Bioteknologi yang mendunia. Dia baru saja menerima Anugerah Universitas Gadjah Mada di bidang Patologi dan Farmakologi Molekuler pada kanker.

Tagar.co – Di tengah Rapat Terbuka, Peringatan Lustrum XV, dan Dies Natalies Ke-75 Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, (19/12/24), seorang perempuan muda bernama Susanti berdiri tegar menerima Anugerah Universitas Gadjah Mada di bidang Patologi dan Farmakologi Molekuler pada Kanker.

Di momen itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, juga memperoleh Anugerah Hamengku Buwono IX pada Bidang Pendidikan, Sosial, Politik, dan Kemanusiaan.

Penghargaan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kerja keras dan dedikasi Susanti dalam menjembatani riset berkelas dunia dengan implementasi nyata di Indonesia melalui inovasi Molecular Profiling dan Precision Medicine di bidang onkologi.

Susanti, CEO dan Founder PathGen, sebuah startup bioteknologi anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu), telah mencuri perhatian dunia kesehatan dengan teknologi yang mampu mengidentifikasi karakteristik molekuler spesifik pada sel kanker.

Baca Juga:  Siswa Smamsatu Gresik Lolos IUP UGM, Perjalanan Rafa di Sekolah Inklusi

Baca juga: Dua Pengusaha Muda Muhammadiyah Ukir Prestasi di Kancah Nasional

Teknologi ini memungkinkan penerapan terapi berbasis Precision Medicine yang lebih tepat sasaran dan personal, sehingga meningkatkan efektivitas pengobatan dan kualitas hidup pasien kanker.

“Melalui PathGen, kami berupaya mentransformasi layanan diagnostik kanker di Indonesia dengan mengadopsi teknologi berbasis Molecular Profiling. Kami ingin menciptakan ekosistem layanan kesehatan onkologi yang optimal dengan diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan inklusif,” ujar Susanti dengan penuh semangat.

Susanti saat menerima Anugerah Universitas Gadjah Mada di bidang Patologi dan Farmakologi Molekuler pada Kanker. (Tagar.co/Istimewa)

Membangun PathGen

Perjalanan Susanti membangun PathGen tidaklah mudah. Ia harus berjuang keras meyakinkan investor akan potensi startup bioteknologi yang dirintisnya. Di sinilah peran Serikat Usaha Muhammadiyah, khususnya Ghufron Mustaqim selaku Sekretaris Jenderal, sangat berarti.

“Saya banyak belajar dari Mas Ghufron, terutama mengenai investasi. Beliau memberikan banyak masukan tentang struktur investasi, strategi melobi dan bernegosiasi dengan investor, bahkan tips dan trik meyakinkan investor,” kenang Susanti, dikutip dari siaran pers Sumo yang diterima Tagar.co Ahad (22/12/24) sore.

Berkat dukungan dan pendampingan Sumu, pada April 2024, PathGen berhasil meraih investasi seed funding jutaan dolar AS dari dua modal ventura terkemuka, East Ventures dan Royal Group.

Baca Juga:  Siswa Smamsatu Gresik Lolos IUP UGM, Perjalanan Rafa di Sekolah Inklusi

“Kami senang menerima dukungan dari East Ventures dan Royal Group Indonesia. Pendanaan ini akan mendukung misi kami dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap dia.

Keberhasilan Susanti merupakan sebuah inspirasi bagi generasi muda, khususnya pengusaha perempuan di Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan inovasi, kerja keras, dan jejaring yang kuat, mimpi untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat bukanlah hal yang mustahil.

Susanti, sang srikandi Muhammadiyah, telah menorehkan prestasi gemilang di bidang bioteknologi. Inovasinya tak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, tetapi juga memberikan harapan baru bagi para pejuang kanker.(#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni