Feature

Sumu Jalin Sinergi dengan Diaspora Muslim Muda untuk Kebangkitan Global

334
×

Sumu Jalin Sinergi dengan Diaspora Muslim Muda untuk Kebangkitan Global

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Jenderal Sumu, Ghufron Mustaqim (tengah) bersama peserta pertemuan (Tagar.co/Istimewa)

Pertemuan Sumu dengan 30 pengusaha dan profesional muda diaspora Muslim di Jakarta membuka babak baru jejaring bisnis global. Dari peluang geopolitik hingga komitmen Palestina, mereka merumuskan sinergi demi kebangkitan peradaban Islam.

Tagar.co – Suasana hangat mewarnai Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Ahad 24 Agustus 2025, ketika sekitar 30 pengusaha dan profesional muda Muslim diaspora berkumpul bersama Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu).

Mereka datang dari beragam belahan dunia—mulai Amerika, Eropa, hingga Asia—dengan latar belakang industri yang berbeda-beda, seperti perfilman, web3 dan cryptocurrency, hospitality, creative agency, hingga startup.

Baca juga: Sumu Surabaya Studi Bisnis ke Industri Garmen

Pertemuan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Sumu, Ghufron Mustaqim, yang mengajak mereka bergabung memperkuat komunitas mentoring dan jejaring bisnis.

“Sumu ingin menjadi rumah bersama, tempat para pengusaha Muslim muda bisa saling bersinergi dan belajar, untuk kemudian melahirkan kontribusi nyata bagi umat dan dunia,” ungkap Ghufron dalam paparannya.

Membaca Arah Geopolitik Dunia

Dalam sesi diskusi, Ghufron menyoroti perubahan besar dalam peta geopolitik global. Ia menilai peradaban Barat tengah mengalami penurunan, sementara Timur justru semakin mengonsolidasikan pengaruhnya.

Baca Juga:  Diaspora Bangga: Presiden Prabowo Pidato di Sidang Umum PBB

“Banyak yang memprediksi Tiongkok akan memimpin dunia. Namun, masa depan tidak akan unipolar. Atas izin Allah, arah dunia akan multipolar, di mana Tiongkok dan peradaban Islam dapat berdampingan dalam memimpin,” jelasnya.

Ia menambahkan, rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok justru bisa dibaca sebagai peluang. Transfer teknologi, akses pasar, dan pembiayaan global dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Muslim untuk membangun bisnis yang berwawasan internasional.

“Megatrend ini harus dipahami agar kita tidak hanya jadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku sejarah,” tegas Ghufron.

Komitmen Palestina sebagai Filter

Selain membicarakan peluang bisnis, Ghufron juga menekankan pentingnya komitmen moral yang menyatukan. Ia menegaskan bahwa isu Palestina menjadi titik temu yang dapat menguji kesamaan visi.

“Ada satu isu yang bisa menyatukan umat Islam, yaitu pembebasan Masjid Al-Aqsa dan Baitul Maqdis. Komitmen terhadap perjuangan Palestina bisa menjadi filter untuk menemukan pengusaha yang memiliki frekuensi perjuangan yang sama,” ujarnya.

Dengan semangat itu, Sumu berharap sinergi bersama diaspora Muslim bukan hanya memperkuat jaringan usaha, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi kebangkitan peradaban Islam di tingkat global. (#)

Baca Juga:  Dari Secangkir Kopi Lahir Ide Besar: Sumu Catalyst Ajak Belajar dan Bisnis di Coffee Shop

Jurnalis Soleh Penyunting Mohammad Nurfatoni