Feature

Seragam Lama, Sentuhan Baru: Dedikasi Guru Smamdela Menyambut Haflah Akhirissanah

33
×

Seragam Lama, Sentuhan Baru: Dedikasi Guru Smamdela Menyambut Haflah Akhirissanah

Sebarkan artikel ini
Beberapa guru Smamdela sedang menempatlan manik-manik di atas kain brokat cokelat (Tagar.co/Istimewa)

Para guru Smamdela menyulap seragam lama menjadi busana istimewa dengan tile dan payet. Dari ruang guru, mereka menjahit makna dan cinta untuk sambut Haflah Akhirissanah.

Tagar.co – Sejak Rabu hingga Kamis (14-15 Mei 2025) sore, ruang guru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme, Gresik, Jawa Timur, dipenuhi kehangatan. Seusai mengajar, sejumlah ibu guru dengan seragan batik bernuansa biru serta rok dan jilbab merah marun berkumpul dalam suasana santai dan akrab. Alih-alih rapat formal, kali ini mereka duduk melingkar, menyulam benang dan manik-manik di atas kain brokat cokelat.

Terlihat seorang guru, dengan penuh konsentrasi, menelusuri pola kain dengan jarum dan benang. Yang lain mengatur payet berdasarkan warna dan ukuran, sambil sesekali bertukar pendapat atau tertawa ringan saat manik-manik tak sengaja tumpah.

Di tengah mereka, berbagai kotak kecil berisi payet emas, kristal bening, mutiara sintetis, dan benang jahit tersusun rapi di atas nampan plastik. Di tangan mereka, baju lama yang awalnya sederhana mulai bersinar oleh sentuhan tangan penuh cinta.

Baca Juga:  Workshop Prinsip Agile Leadership Digelar Smamdela

Menariknya, busana yang sedang mereka hias bukanlah kostum baru. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afiffah, M.Si., menjelaskan bahwa baju tersebut adalah seragam guru yang biasa dipakai setiap Jumat.

“Itu seragam Jumat, gamis untuk ibu-ibu dan baju koko untuk bapak-bapak. Gamisnya kami beri outer berbahan tile, lalu outer-nya diberi payet supaya terlihat cantik dan pantas untuk menyambut siswa serta tamu undangan,” ujarnya, Jumat (16/5/24).

“Ini memang bukan baju baru, tapi kami percantik bersama dengan payet agar tetap layak dan anggun untuk menyambut tamu. Ini bagian dari nilai kebersamaan yang kami tanamkan,” tambahnya.

Busana yang telah dihias ini akan dikenakan guru-guru saat menyambut para tamu undangan, wali siswa, dan siswa kelas XII dalam prosesi Haflah Akhirissanah ke-35 yang akan digelar Sabtu, 17 Mei 2025, di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).

Bukan hanya hasil akhir yang penting, tapi juga prosesnya. Dari luar, kegiatan ini tampak sederhana. Tapi di baliknya tersimpan filosofi kuat: nilai kerja sama, kreativitas, dan cinta yang tak hanya tertulis di spanduk acara, tapi benar-benar dijahit di sela waktu dan kesibukan.

Baca Juga:  Papan Bekas Jadi Energi dengan Cara Ini

Inilah wajah lain dari persiapan Haflah Akhirissanah Smamdela—penuh sentuhan, makna, dan semangat kekeluargaan.

Seperti dilaporkan Tagar.co dalam artikel Smamdela Siapkan Haflah Akhirissanah dengan Sentuhan Berbeda, Haflah tahun ini memang dikemas secara lebih reflektif dan menyentuh. Tak sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi panggung spiritualitas, penghargaan, dan harapan.

Selain guru, para siswa juga turut terlibat penuh sebagai panitia, mulai dari dekorasi, penyambutan, hingga publikasi digital. Segala persiapan telah dilakukan, termasuk gladi bersih prosesi acara yang dilakukan hari Kamis (15/5/25) (#)

Jurnalis Mohammad Nurfatoni