
Tagar.co – Workshop dan Pendampingan Manajemen Proyek Adaptif Berbasis Prinsip Agile Leadership digelar di SMA Muhammadiyah 8 Cerme Gresik, Kamis (15/1/2026).
Acara bertempat di ruang pertemuan Smamdela, sebutan sekolah ini. Diikuti 30 guru dan para wakil kepala sekolah yang berkumpul sejak pukul 10.00 WIB.
Workshop bekerja sama dengan Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sebagai mitra penguatan kepemimpinan sekolah.
Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 13.00 WIB dan menjadi ruang diskusi bagaimana sekolah merespon perubahan dengan cara yang lebih lincah dan kolaboratif.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, M.Si, mengatakan, budaya belajar adalah napas utama Smamdela.
“Bapak Ibu guru di Smamdela selalu senang berproses. Saat ini ada dua guru yang sedang menempuh studi S2, dan yang sudah lulus S2 Manajemen di UMG ada Pak Dwi Kristanto. Kami juga menunggu hadirnya S2 PAI di UMG agar kami bisa mendukung para ustaz kami untuk berproses ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya
Workshop menghadirkan dua narasumber. Dr. Abdul Kholid Achmad, M.Pd dan Dr. Dra. Eva Desembri Anita, M.M,.h
Prinsip agile leadership dibahas secara kontekstual yang menyentuh realitas sekolah, dinamika tim kerja, serta tantangan pengelolaan program pendidikan.
Dr. Eva Desembri Anita menekankan, kepemimpinan adaptif tidak lahir dari sistem yang kaku, melainkan dari keberanian untuk belajar, mengevaluasi, dan memperbaiki langkah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Abdul Kholid Achmad mengajak peserta melihat manajemen proyek sekolah sebagai proses bertahap yang menempatkan kolaborasi dan refleksi sebagai kunci utama.
Para guru dan pimpinan sekolah terlibat aktif membahas praktik nyata di Smamdela mulai dari pembagian peran, pengelolaan program sekolah, hingga cara membangun budaya evaluasi yang sehat.
Salah satu peserta workshop, Yuyun Minarti, S.E., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Smamdela, menyampaikan, materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah.
“Pendampingan ini membantu kami memahami bagaimana mengelola program sekolah secara lebih terstruktur dan adaptif, terutama dalam pembagian peran dan evaluasi program,” ujarnya.
Selama kegiatan, peserta terlibat dalam diskusi dan pemetaan praktik manajemen yang selama ini diterapkan sekolah. Beberapa guru dan pimpinan sekolah juga menyampaikan pengalaman terkait pengelolaan program serta tantangan koordinasi tim.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan guru dan pimpinan sekolah dalam mengelola program pendidikan secara adaptif. Kerja sama antara Smamdela dan Pascasarjana Manajemen UMG tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu tata kelola sekolah secara berkelanjutan,” katanya. (#)
Jurnalis Liset Ayuni Penyunting Sugeng Purwanto












