Feature

Smamdela Siapkan Haflah Akhirissanah dengan Sentuhan Berbeda

772
×

Smamdela Siapkan Haflah Akhirissanah dengan Sentuhan Berbeda

Sebarkan artikel ini
Siswa Kelas XII SMA Muhammadiyah 8 Gresik mengikuti gladi bersih Haflah Akhirissanah, di sekolah, Kamis (15/5/25) (Tagar.co/Istimewa)

Bukan sekadar pelepasan siswa. Haflah Akhirissanah Smadela Gresik tahun ini akan menyuguhkan kombinasi nilai islami, intelektualisme, kreativitas siswa, dan prosesi emosional bersama orang tua.

Tagar.coSabtu lusa, 17 Mei 2025, SMA Muhammadiyah 8 Cerme, Gresik (Smamdela) akan menggelar Haflah Akhirissanah Ke-35 di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Acara ini akan menjadi puncak perjalanan siswa kelas XII yang bersiap menanggalkan status pelajar dan melangkah ke fase kehidupan berikutnya.

Namun, Haflah tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan. Ia dirancang sebagai ruang yang memadukan spiritualitas, intelektualitas, dan emosi. Dalam satu panggung, akan terjalin penghormatan pada prestasi, penghargaan atas cinta orang tua, serta dorongan kuat untuk melanjutkan langkah ke masa depan.

Bukan Wisuda, tapi Haflah Akhirissanah

Alih-alih menggunakan istilah “wisuda” atau “purnasiswa” yang lazim dipakai dalam acara pelepasan siswa, pihak sekolah memilih menyebutnya Haflah Akhirissanah. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afiffah, M.Si., menjelaskan bahwa penggunaan istilah ini bukan tanpa alasan.

“Di awal, ada imbauan dari dinas agar sekolah tidak menggunakan istilah ‘wisuda’ atau ‘purnasiswa’. Maka kami gunakan istilah Haflah Akhirissanah yang tetap bermakna perpisahan, tapi tidak menyalahi aturan,” ungkapnya dalam wawancara daring, Kamis (15/5/2025).

Baca Juga:  Kuliah Tamu Smamdela Cetak Leaderpreneur Muda

Lebih jauh, istilah “haflah akhirissanah” dari bahasa Arab yang bermakna perayaan akhir tahun juga mencerminkan karakter keislaman sekolah, sekaligus menjadi momen penuh doa dan refleksi.

Mengapa di UMG?

Sudah empat tahun ini, wisuda atau haflah digelar di Hall Sang Pencerah UMG, bukan di lingkungan sekolah. Menurut Emi, keputusan itu diambil karena dua alasan utama.

Pertama, sekolah belum memiliki ruang representatif untuk menampung acara berskala besar. Kedua, dan yang lebih visioner, adalah untuk menanamkan atmosfer akademik ke dalam jiwa para siswa.

“Kami ingin mendekatkan siswa dengan dunia kampus. Harapannya, mereka yang awalnya belum berencana kuliah bisa muncul keinginan melanjutkan pendidikan setelah melihat langsung suasana UMG,” jelas Emi.

Kolaboratif, Inklusif, dan Digarap Siswa Sendiri

Haflah ini juga istimewa karena, seperti tahun-tahun sebelumnya, acara sebagian besar dikelola langsung oleh siswa. Siswa kelas X dan XI menjadi tim event organizer (EO), mengurus penyambutan tamu, dekorasi, hingga make-up talent. Seluruh pengisi acara—penari, MC, pembaca ayat suci, hingga pembaca puisi—merupakan siswa aktif.

Tak kalah menarik, tim publikasi dan dokumentasi acara ditangani siswa jKelas Vokasi Desain Komunikasi Visual (DKV). Mereka bertanggung jawab atas produksi video, media sosial, dan live streaming melalui kanal YouTube sekolah.

Baca Juga:  Kabar Baik untuk Perempuan: Pesan Surga di Mabit Putri Smamdela

Baca juga: Buka Kelas Vokasi, Smamdela Punya Energi Luar Biasa

Acara ini juga mengadopsi konsep wisuda sarjana secara simbolis. Saat prosesi pemanggilan nama siswa, prestasi akademik maupun nonakademik mereka akan disebutkan di hadapan publik. Masing-masing akan dikenakan selempang kelulusan sebagai bentuk apresiasi visual dan personal.

Mengukuhkan Identitas lewat Nilai-Nilai

Puncak Haflah akan diawali dengan pembacaan ayat suci, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari kepala sekolah. Selanjutnya, digelar prosesi Haflah Akhirissanah oleh jajaran struktural, dilanjutkan Wisuda Tahfizul Quran IV yang menandai keberhasilan siswa penghafal Al-Qur’an.

Dua tokoh penting juga akan hadir memberi wejangan:

  • Prof. Biyanto, M.Ag, Sekretaris PWM Jawa Timur dan Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, dengan Pidato Iftitah.

  • Prof. Dr. Khoirul Anwar, M.Pd, Rektor UMG, dengan motivational speech bertajuk “Menetapkan Tujuan untuk Sukses: Mengubah Impian Menjadi Tonggak Pencapaian”.

Rangkaian acara akan semakin hangat dengan penampilan tari Saman, penghargaan Best Students, dan pesan kesan siswa yang akan disampaikan Fajar Izzul.

Baca Juga:  Puluhan Profesional Ikuti Uji Kompetensi Staf HI dan SDM di UMG

Puncak Haru dalam Prosesi Sungkem

Usai doa bersama oleh Ustaz Nur Syamsi, acara memasuki bagian paling emosional. Pemutaran video dokumenter angkatan akan mengajak hadirin menyusuri jejak langkah siswa selama tiga tahun. Tangis mulai pecah saat puisi untuk orang tua dibacakan oleh Rafeyfa, membuka jalan menuju prosesi sungkem.

Dalam momen sakral ini, siswa bersimpuh di hadapan orang tua mereka, mencium tangan, memeluk, dan menyampaikan terima kasih yang tak sempat terucapkan selama ini. Tangis haru menjadi bukti: pendidikan tak hanya soal nilai, tapi juga tentang penghargaan dan cinta.

Menyimpan Kenangan, Membuka Jalan

Haflah akan ditutup dengan sesi hiburan, foto bersama wali kelas, dan ramah tamah. Tak hanya ditujukan untuk siswa dan guru, acara ini juga terbuka bagi orang tua, alumni, dan warga Muhammadiyah.

“Kami ingin siswa-siswi membawa pulang bukan hanya ijazah, tapi nilai kehidupan dan pengalaman emosional yang akan dikenang seumur hidup,” tegas Emi.

Dengan segala kolaborasi, nilai, dan atmosfer yang dibangun, Haflah Akhirissanah 2025 bukan hanya akhir dari masa SMA—melainkan awal dari langkah besar menuju kehidupan yang lebih bermakna. (#)

Jurnalis Mohammad Nufatoni