
Peringatan Hardiknas 2025 di SMP Mutu Gresik berlangsung meriah dengan busana adat dan lomba tradisional. Kelas 9C mencuri perhatian dengan prestasi gemilang di dua ajang sekaligus.
Tagar.co – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMP Muhammadiyah 7 (SMP Mutu) Cerme, Gresik, Jawa Timur, Jumat (2/5/2025), menjadi ajang unjuk prestasi bagi siswa-siswi kelas 9C. Dalam suasana yang meriah dengan busana adat Nusantara, mereka berhasil meraih juara di dua lomba sekaligus: fashion show dan bentengan.
Rangkaian acara dimulai dengan apel pagi bersama di halaman Perguruan Muhammadiyah Cerme. Siswa-siswi kelas 9C, yang diasuh oleh Ririn Sri Wahyuni, S.Pd., turut hadir dengan penuh semangat.
Pada kesempatan tersebut, Mudairin, perwakilan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Cerme, bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia mengajak siswa untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kehidupan, terutama nikmat bernapas yang sering kali terlupakan.
Baca juga: Liburan Tak Halangi Semangat Siswa SMPM 7 Cerme Gresik Berkompetisi
“Padahal banyak orang harus membayar mahal untuk mendapatkannya,” tutur Mudairin. Para siswa menyimak pesan itu dengan penuh hikmat.
Momen Hardiknas kali ini tidak sekadar menjadi seremoni berbalut pakaian tradisional. Mudairin berharap, baik siswa maupun guru tetap bersemangat dalam proses belajar mengajar sesuai tujuan pendidikan nasional.

Juara Lomba Fashion Show Pakaian Adat Tradisional dan Bentengan
Usai apel pagi, siswa kelas 9C bersama guru kelas mengikuti sesi foto bersama. Ririn dan para siswi tampil serasi dalam balutan kebaya sebagai bentuk pelestarian budaya bangsa. Siswa putra pun kompak mengenakan baju adat dari berbagai daerah.
Kegiatan dilanjutkan dengan dua perlombaan: fashion show pakaian adat dan permainan tradisional bentengan. Setiap kelas mengirimkan perwakilan. Dari kelas 9C, Ahmad Wildan Pradana dan Refa Firya Alifa maju untuk lomba fashion show, sementara tim bentengan terdiri atas Hafiz, Novi, Zahra, Syifa, Syafa, Putri, Rere, Alfian, Tio, Hilman, dan Rizki.
Berbagai busana adat ditampilkan oleh peserta dari tiap kelas. Beberapa tampil glamor, tetapi Wildan dan Refa memilih kesederhanaan dengan mengenakan baju adat Betawi tempo dulu. Keduanya tampil dengan semangat pantang menyerah dan percaya diri di atas catwalk.
Saat pengumuman pemenang, Wildan dan Refa dinobatkan sebagai juara pertama lomba fashion show. Tim bentengan kelas 9C juga berhasil merebut juara pertama.
Mendengar hasil lomba, sorak kegembiraan langsung pecah dari siswa-siswi kelas 9C. Senyum mereka mengembang, dan kebahagiaan turut menyelimuti sang guru kelas, Ririn Sri Wahyuni.
“Kelas 9C ini memang khas. Kekompakan mereka tidak diragukan, sehingga bisa memenangkan lomba apa pun,” ujar Ririn. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












