
Siswa SMPM 7 Cerme Gresik memanfaatkan momen liburannya untuk mengikuti Math English Science Competition (MESC) 2024 yang diselenggarakan secara daring.
Tagar.co – Liburan sekolah tak menyurutkan semangat Ahmad Wildan Pradana (15), siswa kelas 9 SMP Muhammadiyah 7 Cerme, Gresik, Jawa Timur untuk berkompetisi.
Justru, ia memanfaatkan momen liburannya untuk mengikuti Math English Science Competition (MESC) 2024 yang diselenggarakan secara daring, dari rumah neneknya di Ambarawa, Semarang, Jumat (27/12/2024).
Baca juga: Menikmati Pesona Pedesaan di Ujung Barat Lamongan
Wildan, sapaan akrabnya, tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh sekolahnya. Meski sedang asyik berlibur, ia tetap membawa laptopnya, bersiap untuk mengikuti lomba yang dihelat oleh SMA Negeri 1 Kedamean Gresik tersebut. Penunjukan dirinya oleh guru Bahasa Inggris, Miss Reza, menjadi motivasi kuat baginya.
“Sebelum libur, Miss Reza mengajak saya untuk ikut kompetisi ini. Sempat ragu karena pelaksanaannya waktu liburan dan ayah sudah terlanjur beli tiket mudik ke Ambarawa. Syukurlah lombanya online, jadi saya mau ikut,” cerita Wildan dengan antusias.
MESC 2024 ini dilaksanakan secara daring pada Jumat (27/12/2024) pukul 13.00– 5.30 WIB. Sempat ada penyesuaian jadwal, dari yang semula pukul 12.00 WIB, diundur menjadi pukul 13.00 WIB karena bertepatan dengan waktu salat Jumat.
“Sebetulnya jadwal lomba pukul 12.00 WIB, tapi karena hari Jumat akhirnya dari pihak panitia diundur menjadi pukul 13.00 WIB,” terang Wildan.
Wildan menjelaskan bahwa MESC 2024 ini diikuti oleh siswa-siswi SMP/MTs/sederajat se-Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Dengan kuota peserta yang tidak dibatasi per sekolah, dipastikan kompetisi ini diikuti oleh banyak peserta.
Kompetisi ini menggunakan platform Quilgo, sebuah platform tes online yang dilengkapi dengan timer, pengawasan online berbasis AI, dan berbagai fitur lainnya. Platform ini juga terintegrasi dengan Google Forms.
“Kurang lebih soal-soalnya berkisar pada narrative text, descriptive text, report text, recount text, procedure text, dan grammar,” ungkap Wildan, berbagi pengalamannya.
Sistem penilaian MESC 2024 ini cukup ketat. Setiap jawaban benar mendapatkan poin +5, sementara jawaban salah -1. Peserta yang keluar dari aplikasi akan mendapatkan pengurangan 1 poin dan berlaku kelipatan. Selain itu, presentase wajah peserta harus terlihat jelas di kamera, karena hal ini akan memengaruhi hasil akhir penilaian.
“Tata tertib peserta dijelaskan oleh panitia waktu TM (Technical Meeting) kemarin. Peserta harus mempersiapkan aplikasi Quilgo 10 menit sebelum pelaksanaan, tidak diperkenankan membuka website selain yang telah ditentukan, peserta yang terlambat tidak diberi waktu tambahan, tidak boleh diwakilkan, dan hanya diperbolehkan menyiapkan satu lembar kertas kosong dan alat tulis,” jelas Wildan.
Karena hanya membawa kaus untuk liburan, Wildan pun harus meminjam baju kakeknya agar sesuai dengan ketentuan berpakaian rapi dan sopan.
“Seperti mau ke kondangan,” celetuknya sambil tersenyum, saat diminta untuk memakai baju kakeknya.
Kisah Wildan ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan berkompetisi bisa tetap menyala, bahkan di tengah momen liburan. Dedikasinya patut diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi siswa lainnya. Selamat berkompetisi, Wildan! Semoga sukses. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












