Feature

SD Mumtaz Jadi Bagian Sekolah Percontohan AI, Ikuti Workshop Internasional di Singapura

53
×

SD Mumtaz Jadi Bagian Sekolah Percontohan AI, Ikuti Workshop Internasional di Singapura

Sebarkan artikel ini
Ikuti workshop AI di Singapura, SD Mumtaz bersiap jadi sekolah percontohan transformasi digital pendidikan Muhammadiyah di Jatim.
Kepala SD Mumtaz bersama peserta Workshop Internasional AI for Education di Singapura (4–7/8/25) (Tagar.co/ Heni Dwi Utami)

Ikuti workshop AI di Singapura, SD Mumtaz bersiap jadi sekolah percontohan transformasi digital pendidikan Muhammadiyah di Jatim.

Tagar.co – SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) menjadi salah satu dari 23 sekolah Muhammadiyah unggulan di Jawa Timur yang mendapatkan undangan istimewa.

AUM Pendidikan PCM Sepanjang itu menjadi peserta yang mengikuti School Leaders Immersion & Workshop Program bersama Marshall Cavendish Education, Senin–Kamis (4–7/8/25) di Singapura.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur dengan Marshall Cavendish Education—lembaga pendidikan ternama yang berada di bawah naungan Times Publishing Group, bagian dari Fraser and Neave yang kini dimiliki ThaiBev, konglomerasi internasional asal Thailand.

Program ini tidak sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga membuka cakrawala baru bagi para pimpinan sekolah Muhammadiyah untuk bersiap menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan.

Siap Songsong Masa Depan

SD Mumtaz diwakili langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 1 Taman, Rahadian Arif Rahman, S.S., M.A.P., dan Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman Fatchul Mubarok, S.Thi. M.Pd, yang bergabung bersama para kepala sekolah lainnya dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta jajaran pimpinan Majelis Dikdasmen PCM dan PWM se-Jatim. Hadir pula Wakil Bendahara PWM Jawa Timur, H. Fityan Izza Nor Abidin, S.E., M.A.K., yang turut mengawal delegasi Jawa Timur dalam program internasional ini.

Baca Juga:  Majelis Dikdasmen dan PNF Hadiri Pengajian Ramadan PP Muhammadiyah di UMT

Dalam empat hari tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan intensif terkait pengenalan dan pemanfaatan AI Scribo Literasi, sebuah sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu guru mendeteksi tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran melalui pemrosesan data dan analisis teks.

Dua narasumber utama dari Marshall Cavendish Education, Abu Bakar Bin Farid, B.Sc., M.Ed. dan Tri Turturi Meswari, M.B.A., menjelaskan, AI memiliki peran penting dalam mendukung konsep deep learning sebagaimana digaungkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, yakni pembelajaran hari ini harus mendorong pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

“AI memungkinkan guru melihat seberapa dalam siswa memahami konsep, dan itu sangat penting dalam membangun pembelajaran yang bermakna,” tutur Tri Turturi.

Ikuti workshop AI di Singapura, SD Mumtaz bersiap jadi sekolah percontohan transformasi digital pendidikan Muhammadiyah di Jatim.
Para peserta Workshop Internasional AI for Education di Singapura (4–7/8/25) (Tagar.co/Heni Dwi Utami)

Dari Singapura untuk Muhammadiyah

Dalam rangkaian kegiatan ini, peserta juga mengunjungi Lotus Bridge Elementary School, salah satu sekolah binaan Marshall Cavendish, yang telah sukses mengintegrasikan AI dalam pembelajaran sehari-hari. Kunjungan ini menjadi inspirasi langsung bagaimana teknologi dan nilai-nilai pendidikan bisa berjalan beriringan, tanpa kehilangan esensi kemanusiaan.

Baca Juga:  Darwis ‘N Besties Kantongi Haki, Muhammadiyah Perkuat Ekosistem Pembelajaran Digital

Dr. Masula, perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim, menyampaikan bahwa setelah program ini akan ada tindak lanjut dan pendampingan selama tiga bulan dari tim Cavendish Singapura.

Hal ini menjadi bagian dari komitmen bersama agar guru-guru Muhammadiyah benar-benar siap, nyaman, dan terbantu dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses belajar-mengajar.

“Kita ingin guru Muhammadiyah tidak merasa terbebani, tapi justru termotivasi untuk menciptakan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan bermakna bersama AI,” ungkapnya.

SD Mumtaz Bersiap Menjadi Sekolah Model

Keterlibatan SD Mumtaz dalam program internasional ini menjadi bagian dari langkah besar menuju transformasi digital pendidikan Muhammadiyah. Sekolah yang berada di bawah naungan PCM Sepanjang ini akan menjadi salah satu sekolah percontohan penerapan AI dalam kurikulum—sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar.

Melalui kerja sama lintas negara dan inovasi teknologi, SD Mumtaz terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun pendidikan yang unggul dan Islami. Bukan hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga membentuk generasi berkarakter yang siap menghadapi zaman.

Baca Juga:  Kajian Ramadan SD Mumtaz Hadirkan Lima Pembicara

“Bismillah, semoga langkah kecil ini menjadi awal besar bagi kemajuan pendidikan Muhammadiyah dan kemuliaan umat di masa depan,” pungkas Fatchul Mubarok, Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman. (#)

Jurnalis Heni Dwi Utami. Penyunting Darul Setiawan.