Feature

SD Muhammadiyah Melirang Uji Hafalan Siswa, Seleksi Ketat Kelas Takhassus

97
×

SD Muhammadiyah Melirang Uji Hafalan Siswa, Seleksi Ketat Kelas Takhassus

Sebarkan artikel ini
SD Muhammadiyah Melirang menggelar munaqosah hafalan Al-Qur’an sebagai syarat masuk Kelas Takhassus untuk membentuk generasi Qur’ani yang disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan tajwid yang mumpuni.
Munaqosah bersama ustadz Ghufron. (Tagar.co/Rabya Auliani)

SD Muhammadiyah Melirang menggelar munaqosah hafalan Al-Qur’an sebagai syarat masuk Kelas Takhassus untuk membentuk generasi Qur’ani yang disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan tajwid yang mumpuni.

Tagar.co — Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taqwa SD Muhammadiyah Melirang pada Kamis, 8 Januari 2026. Sejak pagi buta, gema lantunan ayat suci Al-Qur’an memenuhi ruangan yang menjadi pusat kegiatan munaqosah. Agenda penting ini berfungsi sebagai indikator capaian hafalan siswa sekaligus syarat utama untuk menembus Tahfiz Class Program atau Kelas Takhassus.

Pihak sekolah merancang Kelas Takhassus bukan sebagai kelas reguler biasa. Program ini ruang pembinaan istimewa bagi siswa yang memiliki kesiapan mental dan komitmen tinggi untuk mendalami Al-Qur’an. Guna menjamin kualitas lulusan, sekolah menetapkan standar seleksi yang cukup ketat untuk mengukur kesungguhan serta kemampuan teknis para calon peserta.

Syarat utama yang harus siswa penuhi ialah penguasaan hafalan surat An-Nas hingga Al-Balad secara lancar. Rentang surat tersebut menjadi tolok ukur awal bagi para guru untuk memantau konsistensi, daya ingat, serta keseriusan siswa dalam menjaga hafalan. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas jumlah surat, namun juga pada kualitas kelancaran dan ketepatan bacaan di hadapan penguji.

Baca Juga:  Poster dan Sembako, Bahasa Kebaikan Siswa SD Mugres Jelang Ramadan

Selain aspek hafalan, sekolah mewajibkan siswa menguasai teknik membaca Al-Qur’an dengan benar. Siswa harus mampu menerapkan makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) serta kaidah tajwid secara akurat. Fondasi ini sangat krusial karena hafalan yang kuat wajib berdiri di atas bacaan yang benar. Kesalahan pada tahap awal dapat merusak kualitas hafalan pada tingkatan yang lebih tinggi di masa depan.

SD Muhammadiyah Melirang menggelar munaqosah hafalan Al-Qur’an sebagai syarat masuk Kelas Takhassus untuk membentuk generasi Qur’ani yang disiplin, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan tajwid yang mumpuni.
Munaqosah kelompok 1 bersama Ni’matun Nafisah. (Tagar.co/Rabya Auliani)

Penguji Profesional Pondok Pesantren

Munaqosah ini melibatkan seluruh siswa dari kelas I hingga kelas VI. Untuk menjaga efektivitas penilaian, panitia membagi peserta ke dalam dua kelompok besar. Ni’matun Nafisah menguji kelompok pertama yang berisi siswa kelas I sampai kelas III. Ia terkenal sebagai sosok yang telaten dan penuh kesabaran dalam membimbing proses hafalan anak-anak usia dini.

Sementara itu, Ghufron, S.Pd.I., pengasuh Pondok Pesantren Refah Islami, menguji kelompok kedua yang terdiri dari siswa kelas IV sampai kelas VI. Kehadiran penguji dari luar lingkungan sekolah ini memberikan nuansa serius sekaligus menyuntikkan motivasi ekstra bagi para siswa. Mereka merasa tertantang untuk menunjukkan kemampuan terbaik di depan pakar tahfiz profesional.

Baca Juga:  Gema Kentongan Sambut Bulan Suci di Melirang

Satu per satu peserta maju menyetorkan hafalan sesuai target masing-masing. Beberapa siswa melafalkan ayat dengan suara mantap dan penuh percaya diri. Sementara sebagian lainnya tampak terbata-bata namun tetap berjuang keras menyelesaikan bacaannya. Sekolah memandang munaqosah bukan sekadar ajang penilaian angka, melainkan sarana melatih keberanian, kejujuran, dan kedisiplinan siswa dalam menjaga amanah hafalan.

Kepala SD Muhammadiyah Melirang, Fichrul Efendi, S.Pd., atau yang akrab disapa Ustaz Efendi, menegaskan program ini memiliki visi jangka panjang. “Kelas takhassus ini bertujuan membentuk kebiasaan baik dalam menghafal Al-Qur’an, mencapai target yang telah kami tetapkan, serta membentuk kepribadian muslim yang cinta Al-Qur’an dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya di sela-sela kegiatan.

Sinergi Orang Tua dan Sekolah

Keberhasilan program ini tidak hanya bertumpu pada pundak siswa dan guru. Peran orang tua menjadi pilar pendukung yang sangat menentukan. Sekolah mewajibkan orang tua siswa yang lolos seleksi untuk menandatangani surat pernyataan kesediaan mengikuti Kelas Tahfidz Khusus (Takhassus). Dokumen ini merupakan bentuk komitmen hitam di atas putih antara pihak sekolah dan wali murid.

Baca Juga:  Gerakan Dakwah Digital: Agen dan Verifikator SatuMu

Komitmen tersebut mencakup pemberian dukungan moral di rumah, pengawasan rutin terhadap hafalan anak, serta kesiapan mematuhi segala aturan dan target program. Sinergi antara siswa, orang tua, dan sekolah harapannya mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki hafalan kuat, tetapi juga memancarkan akhlak Qur’ani dalam perilaku sosial mereka.

Melalui standar persyaratan yang terukur, Kelas Takhassus menjadi langkah nyata bagi siswa untuk menapaki jalan mulia bersama Al-Qur’an. “Program ini berupaya menjadikan kitab suci sebagai sahabat belajar, pedoman bersikap, dan cahaya dalam kehidupan,” imbuh Ustaz Efendi.

Munaqosah hari itu pun berakhir dengan senyum lega dan raut bangga dari para siswa yang telah memberikan usaha maksimalnya. Dari ruang masjid itulah, SD Muhammadiyah Melirang terus menyemai benih generasi Qur’ani. Upaya ini secara konsisten dan penuh harap agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara spiritual dan intelektual. (#)

Jurnalis Rabya Auliani Penyunting Sayyidah Nuriyah