
Koper Corner Ekspresimu AMM 2025 penuh keceriaan. AMM putri mengedukasi anak lewat sate buah dan kisah Nabi Ibrahim. Siapa sangka, seorang anak teguh berpuasa Arafah meski sate buah lezat menggoda.
Tagar.co – Koper Corner pada Ekspedisi Syiar Muhammadiyah (Ekspresimu) AMM 2025, Kamis (5/6/2025) pagi, menjadi wadah keceriaan dan edukasi bagi anak-anak. Program yang digagas PDNA Gresik ini bernama Koper Corner. Karena segala permainan edukasi dan buku cerita hadir dalam dua koper kuning besar.
Bertempat di samping masjid, anak-anak warga setempat dan buah hati kader Nasyiah yang mendampingi bunda mereka berkumpul beralaskan terpal biru. Berbagai kegiatan seru seperti mewarnai, menggambar, bermain bola, dan mendengar pembacaan nyaring buku cerita mengisi pagi mereka. Kali ini, kegiatan lebih istimewa dengan hadirnya hibah sepaket buku Halo Balita 25 seri.
Di penghujung acara, sekitar pukul 10.30 WIB, Maftuchatus Saidah, S.Pd., kembali hadir di hadapan anak-anak. Sebelumnya, Wakil Ketua PDNA Gresik yang membidangi Departemen Kesehatan dan Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (LHPB) itu membacakan nyaring buku Halo Balita seri value berjudul Aku Belajar Membuang Sampah.
Kali ini, Iid, sapaan akrab Maftuchatus Saidah, mengajak anak-anak berinteraksi. Anak dari peserta yang mengikuti layanan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan pun diajak bergabung. Begitu pula anak-anak yang baru pulang sekolah dan melintas di jalan depan masjid.

Sate Buah
Sebelum memulai kegiatan membuat sate, anak-anak diajak berdialog interaktif. “Besok hari raya apa?” tanya Iid.
Anak-anak serentak menjawab, “Iduladha!”
Iid melanjutkan, “Biasanya habis sapi disembelih dibikin apa?”
“Sate!” jawab mereka kompak.
“Karena sate dagingnya baru besok, sekarang kita bikin sate buah,” ajak Iid yang sontak mendapat sambutan gembira.
Iid pun mengajak mereka mencuci tangan terlebih dahulu.
Kader NA bersama IMM pun bekerja sama membagikan buah dengan piring daun pisang. Pasalnya, kegiatan bakti sosial Iduladha ini mengusung konsep ramah lingkungan.
Untuk meminimalkan penggunaan plastik, piring yang digunakan adalah pincuk daun pisang. Dalam piring daun itu, berisi dua potong melon, dua potong semangka, dan satu buah stroberi.
Iid lalu memandu cara membuatnya. “Ayo ditusuk melon, semangka, melon, semangka, lalu stroberi!” ujarnya sambil menunjukkan sate yang telah ia buat.
Sofwan Elghifari, putra dari Iffah Nihayati, S.Psi., menjadi yang pertama berhasil membuat sate buah. Meski urutan buahnya berbeda, ia bangga menunjukkan satenya. Yaitu semangka, melon, stroberi, semangka, dan melon.
El, sapaannya, lantas menandaskannya tanpa pilih-pilih. Ia pun mengaku sangat menyukai semua buah.
“Enak mana buah sama ciki?” tanya Iid.
Anak-anak kompak menjawab, “Enak buah!”
Iid membenarkan, “Iya karena buah itu sehat. Kalau ciki ada bahan kimia.”

Tahan Godaan Puasa
Saat anak-anak lain lahap menyantap sate buah, M. Zeyhan Fatih Amrullah dengan teguh menjalankan puasa Arafahnya. Sang ibu, Mawaddatin, S.Kep.Ns., mengungkapkan, “Biasanya dia enggak suka buah apa pun. Kadang jeruk. Itu pun diperas jadi es jeruk.”
Datin, sapaan akrabnya, melanjutkan, “Tadi kok mau, mungkin tergoda melihat teman-teman makan buah.”
Ia lantas bersyukur buah hatinya yang baru berusia 8 tahun itu masih bertahan puasa. “Tadinya hampir tergoda. Saya bujuk sampai Zuhur. Biasanya kalau dia fokus melakukan aktivitas lain, ya alhamdulillah lupa tidak jadi buka puasa. Berlanjut puasa sampai Magrib.”
Zeyhan pun menyibukkan diri dengan mewarnai. Sesekali ia masuk ke kolam bola yang ada di ujung Koper Corner.
Acara berlanjut dengan menonton film spesial kurban berjudul Kisah Nabi Ibrahim. Setiap peserta mendapatkan dua yogurt, satu botol susu, dan satu kotak roti cokelat sebagai bingkisan.
Koper corner kali ini berkolaborasi dengan para perempuan PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gresik dan PD Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Gresik. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) juga turut membantu proses persiapan lokasinya. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












