
Pashmina Goes to School di SRMA 37 Gresik menguatkan remaja untuk mengenali potensi diri, hak anak, kesehatan reproduksi, dan menyiapkan masa depan melalui edukasi kolaboratif PDNA Gresik bersama lintas instansi daerah.
Tagar.co — Sebanyak 75 remaja memenuhi ruang aula SRMA 37 Gresik, Rabu, 4 Februari 2026. Mereka sedang menyelami jati diri mereka dalam tajuk “Pashmina Goes to School”. Program Pelayanan Remaja Sehat Milik NA (Pashmina) besutan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik ini hadir membawa misi besar: “Remaja Muda Berdaya, Menjaga Diri & Masa Depan”.
PDNA Gresik merancang kegiatan ini untuk memantau perkembangan remaja dari berbagai aspek. Mulai dari fisik, mental, hingga kesiapan menjaga diri dan masa depan dalam menghadapi tantangan zaman. Mereka ingin para pelajar mengenali potensi diri sekaligus memahami risiko di lingkungan sekitar.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Agustin Reniana, S.H., M.M., dari Dinas KBP3A Kabupaten Gresik, Kepala Puskesmas Sidayu Siti Arsah, perwakilan Dinas Sosial, dr. Farida, serta jajaran sekolah menambah bobot edukasi bagi para siswa.
Wakil Kepala SRMA 37 Gresik, Abdillah Fathurahman Arrozi, membuka acara dengan semangat yang meluap. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian PDNA Gresik terhadap anak didiknya. Baginya, mendidik generasi muda adalah tanggung jawab kolektif yang tidak bisa tertumpu pada sekolah semata.
“Kesuksesan guru adalah dengan mengantarkan kesuksesan pada anak didiknya,” tegas Rozi di hadapan para undangan.
Ia menceritakan, saat ini SRMA masih menempati UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Sekolah ini membina 75 siswa yang terdiri dari 32 laki-laki dan 43 perempuan. Rencananya, lembaga ini akan bertransformasi menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang mencakup jenjang SD hingga SMA di Desa Raci Tengah, Sidayu, Gresik.
Menutup sambutannya, Rozi memberikan pesan menyentuh yang menunjukkan kasih sayangnya sebagai pendidik. “Anak-anakku, tolong dengarkan nasihat dari ibu-ibu semua,” pintanya. Kalimat sederhana ini mengandung harapan besar agar para siswa tidak patah semangat dalam mengejar pendidikan dan terus berupaya menebar kebermanfaatan bagi sesama.
Baca Juga: Bedah Film Suara Kirana, Saat Remaja Diajak Mengisi Gelas Kosongnya

Menjaga Hak di Masa Transisi
Setelahnya, Plt. Kabid Perlindungan Perempuan, Anak, dan Pengarusutamaan Hak Anak Dinas KBP3A Gresik, Agustin Reniana, menekankan pentingnya memenuhi empat hak dasar anak: hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Kehadiran Pashmina di sekolah, menurut Reni, adalah bentuk nyata dari upaya perlindungan tersebut.
“Kegiatan ini juga merupakan pemenuhan hak anak, yakni hak perlindungan,” ujar Reni dengan lugas.
Ia menjelaskan, membekali remaja dengan pengetahuan, dukungan emosional, serta gizi yang cukup akan membentuk pribadi yang tangguh. Baginya, remaja yang aman dan teredukasi merupakan aset vital, sebab merekalah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di masa depan.
Selain perlindungan fisik dan hukum, aspek intelektual menjadi pondasi yang tidak kalah penting. Ketua PDNA Gresik, Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd., mengingatkan para siswa bahwa ilmu pengetahuan adalah harta yang paling berharga selain keluarga. Dalam orasi singkatnya, ia mengajak para remaja untuk terus menyalakan api semangat pemberdayaan.
Baca Juga: Blak-blakan demi Masa Depan Remaja: Dokter Edukasi Reproduksi di Sekolah Rakyat
Fatma memaparkan bahwa di masa depan, ilmu pengetahuanlah yang akan menjadi pegangan agar seseorang tetap relevan dan mampu menebar kebaikan. “Semangat pemberdayaan dan semangat bermanfaat bersama,” ucap Fatma memotivasi para siswa agar tidak lelah belajar.
Fatma juga menjelaskan beragam pos yang akan mereka jalani hingga siang. Yakni pos edukasi dengan bedah film bersama Motivator Pashmina PDNA Gresik Sayyidah Nuriyah, S.Psi. Berlanjut materi kedua membahas dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi oleh Dr. dr. Lestari Sudaryanti, M.Kes. Kemudian ada pos cek IMT dan tekanan darah, pembagian tablet Fe untuk menambah darah, pos kesehatan, pos konseling psikologi, hukum, dan kesehatan reproduksi, hingga berakhir pada pos gizi.
Waktu yang terus bergulir menuntut kesiapan generasi muda untuk menggantikan peran orang tua dan pemimpin saat ini. Melalui program Pashmina Goes to School, PDNA Gresik berharap para siswa SRMA 37 Gresik tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan spiritual. Dengan bekal ilmu dan karakter yang kuat, mereka siap menyongsong masa depan yang penuh tantangan. (#)
Jurnalis Niltis Sa’adah Muarrof Penyunting Sayyidah Nuriyah












