Feature

Ekoteologi Nasyiah: Melawan Gas Metana dari Piring

65
×

Ekoteologi Nasyiah: Melawan Gas Metana dari Piring

Sebarkan artikel ini
PDNA Gresik menggaungkan misi penyelamatan bumi melalui gerakan piring bersih dan program Green Nasyiah untuk menekan emisi gas metana selama bulan suci Ramadan.
Ketua PDNA Kabupaten Gresik Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd menyampaikan sambutan di pembukaan Buka Bersama da Pengajian Ramadan 1447. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

PDNA Gresik menggaungkan misi penyelamatan bumi melalui gerakan piring bersih dan program Green Nasyiah untuk menekan emisi gas metana selama bulan suci Ramadan.

Tagar.co — Ahad sore, 8 Maret 2026, langit di atas SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik menumpahkan air cukup deras. Namun, cuaca dingin tersebut tidak menyurutkan langkah para perempuan muda Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik. Mereka datang dari berbagai penjuru Kabupaten Gresik untuk menghadiri Buka Bersama dan Kajian Ramadan bertajuk Ramadan Syahrul Qur’an: Menanam Ayat, Memanen Syafaat.

Ketua PDNA Gresik, Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd., menyambut para kader yang ia sapa “Yunda” dengan penuh kehangatan. Baginya, hujan bukan penghalang, melainkan fasilitas dari langit untuk memudahkan ibadah.

“Sore ini Allah mengiringi perjalanan Yunda dengan kesejukan dan syahdu hujan. Itu bagian dari pertolongan Allah agar kita tidak merasa haus saat berangkat menuju tempat buka bersama,” ujar Fatma di hadapan para undangan tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah yang hadir.

Selain kader Nasyiah dari Cabang dan Ranting Kabupaten Gresik, di sana, hadir pula Takmir Masjid Al Mizan Muharjo, perwakilan Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) Mochammad Nor Qomari, S.Si, dan Kepala SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik Ulyatun Nikmah, M.Pd.

Baca Juga:  PKDA Spemdalas: Siswa Diajak Mendalami Sirah Nabawi

Selain mempererat silaturahmi, Fatma juga mengingatkan eksistensi Badan Usaha dan Amal Nasyiah (BUANA), yakni KB Walidah 1 Gresik. Ia mengajak para kader yang memiliki anak atau cucu di wilayah Gresik Kota untuk memercayakan pendidikan mereka di Gresik Kota itu.

“Kami sedang membuka penerimaan siswa baru, silakan bagi keluarga Nasyiah yang ingin bergabung,” tuturnya.

Ia juga memuji kesiapan PCNA GKB sebagai tuan rumah. “Terima kasih PDNA Gresik dan PCNA GKB yang hari ini menjadi tuan rumah, yang mempersilakan dan mempersiapkan acara ini,” ujarnya.

PDNA Gresik menggaungkan misi penyelamatan bumi melalui gerakan piring bersih dan program Green Nasyiah untuk menekan emisi gas metana selama bulan suci Ramadan.
Kader Nasyiah sekabupaten Gresik hadir di Masjid Al Mizan Smamio GKB. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Diplomasi Piring Bersih dan Ancaman Metana

Memasuki inti pesan dakwahnya, Fatma menyoroti isu lingkungan yang sering terabaikan saat Ramadan: tumpukan sampah makanan. Di bawah panji program Green Nasyiah dan Merdeka Sampah, ia mengajak para perempuan untuk menerapkan konsep ekoteologi—menjaga bumi sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan.

“Setan khawatir manusia akan merusak bumi. Nasyiah hadir untuk mematahkan kekhawatiran itu,” tegas Fatma.

Ia kemudian menyinggung kebiasaan buruk membeli takjil berlebihan yang berakhir menjadi sampah saat sahur.

Baca Juga:  Sepuluh Hari Pertama Puasa: Teruji di Jalan Raya, Pasar, dan Linimasa

Sebagai aksi nyata, Fatma menerapkan aturan ketat pada sesi makan malam. Ia mewajibkan seluruh peserta menghabiskan isi piring tanpa sisa. Menurutnya, perilaku menyisakan makanan adalah penyumbang pemanasan global yang nyata melalui produksi gas metana dari sampah organik.

“Panasnya bumi terjadi karena sisa makanan kita menghasilkan gas metana. Kalau merasa gerah atau sumuk, solusinya bukan cuma pakai kipas atau tabir surya (sunscreen), tapi dengan menghabiskan isi piring kita,” jelasnya lugas.

Ia bahkan berjanji akan memeriksa langsung setiap piring peserta di akhir sesi berbuka nanti, memastikan semua menghabiskan. “Silakan ambil sepuasnya, tapi wajib habis. Kita harus bertanggung jawab atas pilihan masing-masing.”

Kolaborasi Dongeng dan Syiar Masa Depan

Ramadan kali ini juga menjadi momentum PDNA Gresik untuk memperkuat lini dakwah melalui kolaborasi dengan Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI). Fatma melihat potensi besar pada kader Nasyiah yang memiliki bakat berbicara di depan publik (public speaking).

Program bertajuk PPMI Goes to Cabang dan Ranting akan segera meluncur setelah bulan Syawal. Kerja sama ini memungkinkan para pencerita hebat didistribusikan ke berbagai wilayah guna menghidupkan suasana pengajian di tingkat akar rumput.

Baca Juga:  Langkah Praktis Menjaga Istikamah Beribadah selepas Ramadan

“Yunda yang punya potensi bisa menyalurkan bakatnya melalui departemen dakwah. Insyaallah, kolaborasi ini akan diberikan jalan dan fasilitas yang memadai,” tambahnya optimis.

Menutup rangkaian acara di sepuluh hari terakhir Ramadan, Fatma mengajak seluruh jemaah untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian pada lingkungan. Gerakan berbagi takjil yang sebelumnya sukses terlaksana di RSUD Ibnu Sina pada 7 Maret lalu diharapkan menjadi pemantik konsistensi Nasyiah dalam menghidupkan masjid dan menjaga bumi pertiwi. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni