Feature

RSA Bojonegoro Salurkan Donasi Rp53 Juta untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra

63
×

RSA Bojonegoro Salurkan Donasi Rp53 Juta untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra

Sebarkan artikel ini
Penyerahan donasi kemanusiaan dari RSA Bojonegoro senilai Rp53 juta oleh M. Fatkhur Rozi, S.Kep., Ns., M.H.Kes., Kepala Bidang Pemasaran RS ‘Aisyiyah Bojonegoro (kedua dari kiri), kepada Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, Sartono, A.Md. (ketiga dari kanan). (Tagar.co?Istimew)

Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro menghimpun donasi Rp53 juta dan mengirim tim kesehatan untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatra.

Tagar.co — Kepedulian kemanusiaan kembali ditunjukkan keluarga besar Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro. Melalui Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro, rumah sakit ini menyalurkan donasi sebesar Rp53 juta untuk membantu para korban bencana banjir dan longsor di Aceh serta sejumlah daerah di Sumatra.

Donasi tersebut merupakan hasil partisipasi kolektif seluruh karyawan sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Direksi RS Aisyiyah Bojonegoro menegaskan bahwa bantuan ini menjadi ekspresi solidaritas kemanusiaan yang tumbuh dari kesadaran bersama.

Baca juga: Dari Bojonegoro untuk Sumatra: Aisyiyah Salurkan Donasi Kemanusiaan Rp90 Juta

Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan RSA Bojonegoro, Fahtia Nur Rosyida, S.KM, M.Kes, menyampaikan bahwa bencana bukan hanya ujian bagi para penyintas, tetapi juga bagi mereka yang berada dalam kondisi aman.

“Musibah adalah ujian. Bagi para penyintas, musibah menguji kesabaran dan keikhlasan menerima kondisi yang tidak diharapkan. Sedangkan bagi kita yang berada di tempat aman, musibah menguji kepedulian dan keikhlasan untuk berbagi. Apa yang kami berikan mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Panggung Digital dan Godaan Ujub

Ia menambahkan, semangat berbagi tersebut sejalan dengan nilai Islam Berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah. Kepedulian sosial dan empati terhadap sesama dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari pengabdian Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk di sektor pelayanan kesehatan.

“Kami mendoakan agar para korban diberi kekuatan dan kesabaran. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan menjadi amal jariyah bagi seluruh karyawan yang telah berpartisipasi,” tambah Fahtia.

Selain menyalurkan bantuan dana, RSa Bojonegoro juga mengirimkan tim kesehatan dari Disaster Medic Committee (DMC) ke wilayah terdampak.

Pengiriman ini dilakukan melalui koordinasi dengan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur, atas permintaan Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) PP Muhammadiyah melalui MDMC PWM Jawa Timur.

Dalam mekanisme tersebut, MPKU bertugas mengatur pengiriman tim kesehatan dari Jawa Timur, sementara lokasi dan kebutuhan respons lapangan ditentukan oleh MDMC. Sinergi ini mencerminkan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR), yakni kolaborasi seluruh elemen Muhammadiyah dalam merespons situasi kebencanaan.

Ketua Lazismu Bojonegoro, Drs. Rofi’i, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan RS ‘Aisyiyah Bojonegoro yang telah menyisihkan sebagian rezekinya bagi para korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Baca Juga:  Berbeda Awal Ramadan, Tetap Satu Tujuan: Meraih Takwa dalam Ukhuah

“Melalui gerakan kolaboratif dan sinergis ini, kami berharap manfaat yang dirasakan masyarakat terdampak bencana semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Lazismu Bojonegoro, Sartono, A.Md., turut menyampaikan terima kasih dan doa bagi keluarga besar RSA Bojonegoro. Ia berharap amal kebaikan tersebut mendapatkan balasan terbaik dan keberkahan.

Melalui aksi kemanusiaan ini, RSA Bojonegoro bersama Lazismu dan jaringan Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat dan kebencanaan, dengan semangat kepedulian, kolaborasi, dan kebermanfaatan. (#)

Jurnalis Ansorul Hakim Penyunting Mohammad Nurfatoni