Feature

Rektor UMG Ajak Guru Muhammadiyah Jadikan Siswa sebagai Pusat Pembelajaran

122
×

Rektor UMG Ajak Guru Muhammadiyah Jadikan Siswa sebagai Pusat Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. di Simposium Nasional Guru Muhammadiyah. (Tagar.co/Yuanita Anggun Candra Yudha)

Dalam Simposium Nasional Guru Muhammadiyah di UMG, Prof. Khoirul Anwar menegaskan pentingnya menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran demi membangun generasi unggul di masa depan.

Tagar.co – Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., mengajak para guru Muhammadiyah untuk menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran dalam proses pendidikan. Pesan tersebut dia sampaikan saat dalam pebukaan Simposium Nasional Guru Muhammadiyah di Hall Sang Pencerah Lantai 8 UMG, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026 itu diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Gresik bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Gresik. Simposium mengusung tema “Guru Muhammadiyah: Inspiratif, Inovatif, dan Kolaboratif untuk Pendidikan Bermutu”.

Baca juga: Rektor UMG Ajak Guru Muhammadiyah Jadikan Siswa sebagai Pusat Pembelajaran

Ratusan guru Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik hadir dalam kegiatan tersebut sebagai ruang penguatan kolaborasi sekaligus diskusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Prof. Khoirul Anwar menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia berharap kehadiran para guru tidak hanya menjadi sarana menambah wawasan, tetapi juga bernilai ibadah.

Baca Juga:  Prof. Martadi Mengajak Sekolah Muhammadiyah Mendahului Perubahan

“Sebagai tuan rumah kami mengucapkan selamat datang. Mudah-mudahan niat bapak ibu tidak hanya mendapat ilmu tapi juga mendapatkan pahala di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Ia menilai dunia pendidikan membutuhkan ruang diskusi yang terus hidup agar berbagai persoalan pendidikan dapat diselesaikan bersama. Menurutnya, banyak tantangan pendidikan yang sebenarnya dialami hampir di semua tempat, namun tidak akan menemukan solusi tanpa adanya komunikasi dan pertukaran gagasan.

Dalam kesempatan itu, Prof. Khoirul juga menyinggung kejayaan pendidikan Islam pada masa lampau. Ia mencontohkan wilayah Uzbekistan yang melahirkan banyak ilmuwan besar dunia Islam seperti Ibnu Sina, Imam al-Bukhari, Al-Khawarizmi, dan Al-Biruni. Menurutnya, lahirnya tokoh-tokoh besar tersebut tidak lepas dari tradisi pendidikan dan madrasah yang berkembang kuat pada zamannya.

Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah peradaban selalu berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang dibangun. Karena itu, guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan.

“Maka jadikan siswa sebagai learning center pendidikan. Mungkin bukan saat ini, tapi puluhan tahun yang akan datang siswa akan ingat cara kita mengajar,” pesannya.

Baca Juga:  Guru Muhammadiyah Harus Jadi Penggerak Perubahan

Selain mengajak guru lebih berorientasi pada siswa, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga amanah pendidikan dan tidak terpengaruh kepentingan duniawi maupun jabatan. Menurutnya, memajukan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen Muhammadiyah.

Melalui simposium tersebut, ia berharap semangat pendidikan yang inspiratif, inovatif, dan kolaboratif terus tumbuh di lingkungan sekolah Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Gresik.

Jurnalis Ain Nurwindasari Penyunting Mohammad Nurfatoni