
Santri Ma’had Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro mengabdi di tiga pesantren selama Ramadan. Mereka berbagi ilmu, membimbing santri, serta melakukan aksi sosial, membawa manfaat bagi umat.
Tagar.co – Bulan suci Ramadan menjadi momen istimewa bagi para santri Ma’had Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Tahun ini, mereka menjalankan program pengabdian di tiga pondok pesantren di Kabupaten Bojonegoro, yakni Pondok Pesantren An-Nur, Pondok Pesantren Sidiq Al-Kautsar, dan Pondok Pesantren Al-Munawir Balen.
Dengan semangat berbagi ilmu dan pengalaman, para santri tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Program pengabdian ini berlangsung dari 7 hingga 21 Maret 2025 dan mencakup berbagai kegiatan seperti pembinaan tahsin dan tahfiz Al-Qur’an, kajian keislaman, serta kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar.
Menebar Ilmu di Pesantren
Di Pondok Pesantren An-Nur, santri Ma’had Ahmad Dahlan berfokus pada penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar serta program hafalan. Mereka juga mendampingi santri dalam praktik ibadah seperti shalat tarawih, tadarus, dan penyampaian kultum.
Muhammad Murobitul Haq, salah satu peserta pengabdian, mengungkapkan bahwa pengalaman mengajar di pesantren ini sangat berharga. “Kami belajar untuk lebih sabar dan semakin memahami ilmu tajwid serta qira’at. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Sementara itu, di Pondok Pesantren Sidiq Al-Kautsar yang diasuh oleh Ustaz Muzamil, para santri mendapat peran dalam membimbing santri dalam bidang dakwah dan kajian keislaman. Mereka juga berkontribusi dalam program tahfiz dan tahsin.
Baca juga: Mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro Praktik Membatik
Menurut Ustaz Muzamil, kehadiran mereka memberikan semangat baru bagi santri pesantren. “Mereka memiliki wawasan luas dan mampu menyampaikan materi dengan cara yang menarik. Ini membuat santri kami semakin antusias dalam belajar,” katanya.
Di Pondok Pesantren Al-Munawir Balen yang diasuh oleh Ustaz Suyitno, fokus utama pengabdian adalah pembinaan akhlak dan karakter Islami. Selain membimbing santri mengenai pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari, mereka juga mengadakan pelatihan dakwah, public speaking, serta pengelolaan organisasi santri.
“Kehadiran mereka sangat berpengaruh bagi santri kami. Mereka bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Ini sangat membantu dalam membangun kedisiplinan dan meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya akhlak,” jelas Ustadz Suyitno.
Lebih dari Sekadar Dakwah
Tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, para santri pengabdian juga aktif dalam berbagai program sosial. Mereka ikut serta dalam bakti sosial dan berbagi takjil gratis di sekitar lingkungan pesantren, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Menurut Pengasuh Ma’had Ahmad Dahlan, M. Arif Susanto, program pengabdian ini bertujuan membentuk santri yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi. “Kami ingin mencetak santri yang tangguh dalam berdakwah dan mampu mengaplikasikan ilmu mereka di tengah masyarakat,” ujarnya.
Mudir Ma’had Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro, H. Ihwanuddin, menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan. “Kami berkomitmen menjadikan pengabdian Ramadhan sebagai program tahunan. Ini bukan sekadar berbagi ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan santri agar mereka menjadi ulama yang dekat dengan umat,” katanya.
Sementara itu, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Ibnu Habibi, berharap agar program ini bisa terus berkembang. “Kami ingin santri kami semakin terampil dalam mengajar, berdakwah, dan berinteraksi dengan masyarakat. Kami berharap mereka bisa menjadi agen perubahan yang menghadirkan Islam sebagai rahmatanlilalamin,” ujarnya.

Pengalaman Berharga untuk Masa Depan
Bagi para santri Ma’had Ahmad Dahlan, pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan akademik dan dakwah mereka. Dengan turun langsung ke masyarakat, mereka belajar bagaimana menyampaikan ilmu dengan cara yang efektif dan membangun relasi yang baik dengan lingkungan sekitar.
Program pengabdian ini menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk berbagi manfaat dan menebar kebaikan. Dengan semangat kebersamaan dan dakwah, santri Ma’had Ahmad Dahlan STIT Muhammadiyah Bojonegoro terus berusaha menjadi generasi yang membawa Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni













