Feature

Bersama Dinas Perpustakaan, KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Perpustakaan Keliling di Sumberoto

83
×

Bersama Dinas Perpustakaan, KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Perpustakaan Keliling di Sumberoto

Sebarkan artikel ini
Para siswa SD Negeri Sumberoto asyik membaca dalam Program Perpustakaan Keliling yang digelar Kelompok KKN 2026 STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bojonegoro di SD Negeri Sumberoto, Selasa, 20 Januari 2026., Selasa, 20 Januari 2026. (Tagar.co/Sintiya Pramaidiva)

Program literasi kolaboratif ini menyasar penguatan minat baca dan pembiasaan literasi dasar di SD Negeri Sumberoto.

Tagar.co — Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu tampak dalam Program Perpustakaan Keliling yang digelar Kelompok KKN 2026 STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bojonegoro di SD Negeri Sumberoto, Kecamatan Kepohbaru, Selasa, 20 Januari 2026.

Program ini menjadi ruang perjumpaan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, dan pemerintah desa dalam satu tujuan bersama: memperluas akses bacaan sekaligus menumbuhkan minat baca siswa sekolah dasar. Kehadiran perpustakaan keliling tidak sekadar menghadirkan buku, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan anak dengan dunia literasi.

Baca juga: Belajar AIK di Luar Kelas: Rihlah Ilmiah STIT Muhammadiyah Bojonegoro di Yogyakarta

Beragam koleksi bacaan anak dan pengetahuan umum disuguhkan sesuai dengan karakter perkembangan siswa. Kegiatan dikemas secara edukatif dan partisipatif, mulai dari membaca bersama, pengenalan fungsi perpustakaan, hingga dialog ringan tentang pentingnya membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.

Baca Juga:  LPCR-PM Jalin Sinergi dengan Umsura Majukan PCM dan PRM
Para siswa SD Negeri Sumberoto bersama mahasiswa KKN dalam Program Perpustakaan Keliling yang digelar Kelompok KKN 2026 STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bojonegoro di SD Negeri Sumberoto, Selasa, 20 Januari 2026., Selasa, 20 Januari 2026. (Tagar.co/Sintiya Pramaidiva)

Perwakilan Kelompok KKN 2026 STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Ahmad Rosyid Ridho, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, membaca adalah pintu awal pembentukan nalar kritis dan daya saing intelektual generasi muda.

“Literasi bukan hanya soal kemampuan membaca teks, tetapi bagaimana membiasakan anak untuk berpikir, bertanya, dan memahami dunia di sekitarnya,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah daerah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bojonegoro menilai program ini sebagai bentuk sinergi yang strategis. Perpustakaan keliling dinilai efektif menjangkau sekolah-sekolah yang masih memiliki keterbatasan akses bacaan, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.

Apresiasi juga datang dari Kepala SD Negeri Sumberoto, Imam Badriono. Ia menilai kehadiran perpustakaan keliling memberi pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal ragam bacaan di luar buku teks. Antusiasme siswa yang tinggi, menurutnya, menjadi sinyal positif bagi upaya menumbuhkan minat baca di lingkungan sekolah.

“Anak-anak terlihat sangat bersemangat. Ini modal penting untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan,” katanya, sembari berharap program serupa dapat terus berlanjut.

Baca Juga:  Ramadan Berbagi, Mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro Santuni Yatim dan Gelar Lomba Santri
Mmahasiswa KKN dan petugas perpustakaan dalam Program Perpustakaan Keliling yang digelar Kelompok KKN 2026 STIT Muhammadiyah Bojonegoro bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bojonegoro di SD Negeri Sumberoto, Selasa, 20 Januari 2026., Selasa, 20 Januari 2026. (Tagar.co/Sintiya Pramaidiva)

Dukungan serupa disampaikan Kepala Desa Sumberoto, Dadang Andrik Kuswono, S.Sos. Ia menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi pembangunan desa dalam jangka panjang. Peningkatan kualitas pendidikan dasar diyakini akan berdampak langsung pada kemajuan sosial dan kultural masyarakat.

Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bojonegoro membuka peluang kerja sama lanjutan, termasuk kunjungan sekolah ke perpustakaan daerah sebagai bagian dari pembelajaran luar kelas.

Sejalan dengan semangat “Literasi untuk Mensejahterakan”, kolaborasi ini diharapkan berkembang menjadi gerakan literasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Program Perpustakaan Keliling di SD Negeri Sumberoto menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak dapat berjalan sendiri. Ia memerlukan keterlibatan kolektif—perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, dan masyarakat—agar literasi benar-benar tumbuh sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan sesaat. (#)

Jurnalis Sintiya Pramaidiva Penyunting Mohammad Nurfatoni