Feature

Mahasiswa KKN Adakan Psikoedukasi Anti Bullying

77
×

Mahasiswa KKN Adakan Psikoedukasi Anti Bullying

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik melaksanakan kegiatan psikoedukasi anti bullying di SDN Dawarblandong
Murid SDN Dawarblandong, Mojokerto, mendengarkan paparan anti bullying. (Tagar.co/Fadhilah)

Tagar.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik melaksanakan kegiatan psikoedukasi anti bullying di SDN Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Acara berlangsung pada Kamis (5/2/2026) dengan tema  Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman. Hadiri kepala sekolah, guru, 50 siswa dan 14 mahasiswa KKN.

Kegiatan psikoedukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku bullying, dampaknya bagi korban maupun pelaku, serta cara-cara mencegah bullying agar tercipta suasana sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Sebelum penyampaian materi, mahasiswa KKN melakukan pre-test kepada siswa. Pre-test diberikan secara sederhana dan interaktif untuk mengetahui pemahaman awal siswa tentang bullying, seperti bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di sekolah dan perasaan korban ketika mengalami perlakuan tersebut.

Materi psikoedukasi disampaikan oleh Hanin Salwa Mufidah. Dalam paparannya, Hanin menjelaskan, bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, hinaan, pengucilan, dan tindakan menyakiti perasaan teman.

”Dampak bullying dapat membuat korban merasa sedih, takut datang ke sekolah, kehilangan rasa percaya diri, hingga berdampak pada kesehatan mental,” katanya.

Baca Juga:  Lima Langkah Mengatasi Anak Malas Belajar hingga Bullying
Hanin Salwa Mufidah menyampaikan psikoedukasi anti bullying kepada murid SDN Dawarblandong. (Tagar.co/Fadhilatur Rosyidah)

Setelah sesi pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan post-test. Post-test bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti psikoedukasi serta memastikan pesan-pesan penting terkait anti bullying dapat diterima dengan baik.

Tindak lanjut kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menghadirkan Pohon Komitmen Anti Bullying. Pohon komitmen ini menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menolak segala bentuk bullying di lingkungan sekolah.

Setiap siswa menunjukkan komitmennya dengan menempelkan satu cap jempol berwarna menggunakan cat pada pohon komitmen, sebagai tanda persetujuan dan kesediaan untuk menjaga sikap saling menghargai.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi Rumah Bercerita, yaitu ruang aman bagi siswa yang ingin berbagi pengalaman pribadi, khususnya bagi mereka yang pernah mengalami bullying.

Dalam sesi ini, siswa bercerita secara sukarela tanpa paksaan, didengarkan dengan empati, dan tanpa penilaian. Sesi ini diharapkan dapat membantu siswa merasa lebih lega, dihargai, dan tidak merasa sendirian.

Hanini mengatakan, melalui kegiatan psikoedukasi anti bullying ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berharap dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. (#)

Baca Juga:  Desa Digital, UMKM Wiyurejo Makin Dikenal

Jurnalis Fadhilatur Rosyidah  Penyunting Sugeng Purwanto