Feature

Mahasiswa STIT Mubo Hidupkan Masjid Desa lewat Gerakan Subuh Berjemaah dan Sembako Berkah

52
×

Mahasiswa STIT Mubo Hidupkan Masjid Desa lewat Gerakan Subuh Berjemaah dan Sembako Berkah

Sebarkan artikel ini
Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M. Arif Susanto, M.Pd.I., menyampaikan kultum Ramadan setelah salat subuh berjemaah dalam kegiatan Gerakan Subuh Berjemaah di Masjid Taqwa Semenpinggir, Kapas, Bojonegoro, Ahad (8/3/2026). (Tagar.co/Ahmad Zainul Arifin)

Salat subuh berjemaah, kultum Ramadan, hingga pembagian sembako mewarnai kegiatan pengabdian mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro di Masjid Taqwa Semenpinggir, yang disambut hangat warga dan menumbuhkan semangat berbagi.

Tagar.co – Suasana Masjid Taqwa di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Ahad pagi (8/3/2026) lebih semarak. Sejak sebelum waktu Subuh, masjid itu diramaikan kehadiran jemaah dari luar desa yang datang untuk mengikuti Gerakan Subuh Berjemaah dan Sembako Berkah yang digagas mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro (STIT Mubo).

Baca juga: Bersama Dinas Perpustakaan, KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Perpustakaan Keliling di Sumberoto

Kegiatan yang diinisiasi Arinal Husnayain dan rekan-rekannya tersebut diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Mayoritas peserta yang hadir adalah mahasiswa perempuan yang memadati saf-saf masjid bersama jemaah setempat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan salat subuh berjemaah, dilanjutkan kultum Ramadan yang disampaikan Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, M. Arif Susanto, M.Pd.I., kemudian ditutup dengan pembagian sembako gratis kepada warga.

Baca Juga:  Bersama Dinas Perpustakaan, KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Gelar Perpustakaan Keliling di Sumberoto

Dalam tausiyahnya, M. Arif Susanto menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan. Ia mengingatkan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan diri agar semakin peduli terhadap sesama.

“Ramadan adalah media menempa diri agar menjadi pribadi yang lebih berkualitas, baik secara spiritual maupun sosial,” ujarnya.

Penyerahan paket sembako kepada warga dalam kegiatan Gerakan Subuh Berjemaah dan Sembako Berkah yang digelar mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro di Masjid Taqwa, Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Ahad (8/3/2026). (Tagar.co/Ahmad Zainul Arifin)

Sementara itu, Ketua Program Studi PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Sriyanti, M.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Menurutnya, gerakan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kampus dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat dakwah dan kepedulian sosial.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun kehidupan beragama sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.

Kehadiran para mahasiswa itu disambut hangat oleh warga setempat. Wajah sumringah tampak dari para jemaah yang tidak hanya merasakan semarak salat subuh berjemaah, tetapi juga menerima bingkisan sembako yang dibagikan setelah kegiatan selesai.

Ketua Takmir Masjid Taqwa, Kiai Shoim, mengaku terharu dengan kegiatan tersebut. Ia merasa masjidnya mendapat kehormatan menjadi lokasi kegiatan sosial sekaligus penguatan dakwah amar makruf nahi mungkar.

Baca Juga:  KKN STIT Muhammadiyah Bojonegoro Dorong Desa Mandiri Berbasis Potensi Lokal

“Ini menjadi penyemangat bagi kami dalam mengembangkan kegiatan keagamaan di masjid,” ujarnya.

Kegiatan itu juga dihadiri Budi Utomo, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Semenpinggir, serta Nunuk Muzayanah, Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Semenpinggir, yang keduanya merupakan jemaah rutin di Masjid Taqwa.

Mahasiswa dan pengurus Masjid Taqwa Semenpinggir berfoto bersama usai kegiatan Gerakan Subuh Berjemaah dan Sembako Berkah yang digelar mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Ahad (8/3/2026). (Tagar.co/Ahmad Zainul Arifin)

Gerakan Subuh Berjemaah dan Sembako Berkah tersebut tampaknya menginspirasi mahasiswa dari program studi lain untuk menggelar kegiatan sosial serupa.

Perwakilan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), M. Anugrah Akbar, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana mengadakan kegiatan “Takjil on the Road” pada Ahad, 15 Maret 2026.

Kegiatan itu akan berupa pembagian makanan dan minuman untuk berbuka puasa kepada masyarakat.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Imam Bukhori, menambahkan bahwa kegiatan tersebut rencananya dilaksanakan secara kolaboratif dengan mahasiswa dari beberapa program studi.

Sementara itu, Nazilatul Udzma Aulia, perwakilan mahasiswa PGMI, mengatakan bahwa teknis pelaksanaan masih dimatangkan.

“Masih dibahas apakah akan dipusatkan di satu lokasi atau dibagi di tiga titik pintu masuk kota dari arah utara, timur, dan barat,” jelasnya.

Baca Juga:  Belajar AIK di Luar Kelas: Rihlah Ilmiah STIT Muhammadiyah Bojonegoro di Yogyakarta

Para mahasiswa berharap kegiatan sosial seperti ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi tradisi yang terus dilestarikan setiap Ramadan. (#)

Jurnalis Ahmad Zainul Arifin Penyunting Mohammad Nurfatoni