
Di tengah semarak HUT Ke-80 RI, SD Muhammadiyah Manyar menorehkan catatan manis: peringkat ke-6 nasional SIMT Puspresnas dari 8.000 sekolah dasar di Indonesia.
Tagar.co – Semangat kemerdekaan tahun ini terasa lebih istimewa bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Jawa Timur. Di tengah gegap gempita peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia, kabar gembira datang dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen RI.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT), SDMM berhasil menembus peringkat keenam nasional dari lebih dari 8.000 sekolah dasar di Indonesia.
Baca juga: Lukisan dari Bubur Kertas Daur Ulang, Inovasi Ramah Lingkungan SDMM
Prestasi tersebut menjadi kado kemerdekaan yang membanggakan, meneguhkan tekad bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan upacara dan perayaan, tetapi juga dengan dedikasi dan prestasi nyata.
Rekam Jejak Prestasi di Pangkalan Data Nasional
Melalui laman resmi simt.kemdikbud.go.id, terungkap bahwa SDMM menjadi salah satu sekolah dengan jumlah peserta didik berprestasi terbanyak di Indonesia. SIMT merupakan pangkalan data talenta nasional yang memuat rekam jejak prestasi peserta didik secara terintegrasi, sehingga setiap capaian anak bangsa dapat tercatat dan terukur.
Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Darah Muhammadiyah (PDM) Gresik, M. Fadloli Aziz, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini.
“Alhamdulillah, kabar gembira datang dari SD Muhammadiyah Manyar yang berhasil menempati peringkat ke-6 nasional. Prestasi ini bukan hanya membanggakan SDMM, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar Muhammadiyah di Gresik. Peringkat ini merupakan karunia Allah Swt. sekaligus buah kerja keras kepala sekolah, guru, siswa, serta dukungan penuh orang tua dan masyarakat,” ujarnya, Sabtu 16 Agustis 2025.
Menurutnya, capaian ini menjadi teladan bahwa semangat kemerdekaan bisa diwujudkan melalui karya nyata yang berdampak luas.

Syukur dan Tekad dari Sekolah
Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Athiq Amiliyah, pun menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Alhamdulillāh, semua ini berkat pertolongan Allah Swt., kerja keras, doa, dan sinergi seluruh keluarga besar SDMM. Terima kasih kepada para ustaz, ustazah, dan tim Bina Prestasi yang sepenuh hati membimbing siswa hingga mampu meraih capaian luar biasa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah akhir, melainkan penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan prestasi.
“Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk selalu memberikan yang terbaik bagi pendidikan anak-anak,” tambahnya.
Perjuangan Panjang di Balik Layar
Di balik gemerlap capaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak ringan. Ketua Tim Bina Prestasi (Binpres) SDMM Tahun Ajaran 2024–2025, Ema Rohma Hayati, menuturkan proses panjang yang harus ditempuh untuk mengunggah data prestasi siswa ke sistem Puspresnas.
“Proses ini ternyata bukan sekadar klik-upload-selesai, tapi penuh perjuangan dan kesabaran. Kami harus mengumpulkan data detail siswa, menyiapkan dokumen pendukung, hingga mencari sertifikat lomba lama yang tersimpan entah di mana,” ujarnya sambil tersenyum.
Tantangan teknis pun tak kalah menyita tenaga, mulai dari mengompres pas foto agar sesuai ukuran maksimal 550 KB hingga menyesuaikan dokumen SK kejuaraan yang hanya boleh 1 MB.
Semua itu dilalui dengan penuh kesabaran hingga akhirnya 200 prestasi berhasil diunggah, 125 di antaranya dinyatakan valid, dan sisanya masih menunggu verifikasi.
“Alhamdulillah, dari posisi 16 kini SDMM melesat ke peringkat 6 nasional,” tutur Ema penuh syukur.
Capaian SD Muhammadiyah Manyar menjadi bukti nyata bagaimana kerja keras, kolaborasi, dan komitmen bersama bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan. Lebih dari sekadar angka, peringkat ini merepresentasikan semangat mengisi kemerdekaan dengan karya terbaik untuk bangsa. (#)
Jurnalis Pradita Eka Putri Penyunting Mohammad Nurfatoni












