
Kehilangan 10 guru dalam kecelakaan tragis, SD ITQ As-Syafi’iyah disambangi Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Dukungan moril dan bantuan konkret hadir, menyalakan semangat dari puing-puing duka.
Tagar.co — Udara di Magelang terasa lebih syahdu dari biasanya. Di sebuah sudut kabupaten ini, kenangan atas 10 guru yang gugur dalam tugas masih membekas kuat. Mereka adalah pendidik SD Islam Tahfiz Qur’an (ITQ) As-Syafi’iyah, yang meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Purworejo pada 7 Mei 2025. Tiga lainnya luka-luka.
Hari itu, Rabu (21/5/25) duka itu dipeluk hangat oleh kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Didampingi Bupati Magelang Grengseng Pamuji dan jajaran staf kementerian, Menteri Mu’ti menyambangi keluarga korban serta guru-guru yang selamat. Bukan sekadar kunjungan resmi, kehadirannya membawa empati, doa, dan harapan baru bagi komunitas pendidikan yang sedang terluka.
Baca juga: Puisi Anak Disleksia yang Menggetarkan Hati Menteri Abdul Mu’ti
“Kami tentu merasa sangat berduka dengan wafatnya para guru, karena para pendidik ini yang memiliki pengabdian dalam membantu kami mencerdaskan bangsa,” ucap Menteri Mu’ti dengan suara bergetar.
Di hadapan keluarga korban, Mu’ti menyebut bahwa para guru tersebut gugur dalam keadaan syahid. Mereka wafat dalam rangka menunaikan kegiatan keagamaan, dalam perjalanan takziah, dan mayoritas adalah penghafal Al-Qur’an.
“Semoga seluruh almarhumah wafat dalam keadaan syahid karena mayoritas tahfidz Qur’an dan mereka semua fisabilillah,” tuturnya.

Duka yang mendalam ini tak membuat pemerintah tinggal diam. Sebagai bentuk kepedulian, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan bantuan tunai sebesar Rp5 juta kepada masing-masing keluarga korban. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban, setidaknya untuk kebutuhan mendesak.
Tak berhenti di situ, Mu’ti juga menyampaikan bahwa pemerintah siap memberikan subsidi studi sebesar Rp3 juta per semester bagi guru SD ITQ As-Syafi’iyah yang sedang atau akan melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 atau S1.
“Guru yang saat ini sedang berkuliah dan guru belum D4/S1, bisa mendapatkan subsidi untuk melanjutkan studi,” tambahnya.
Kepala SD ITQ As-Syafi’iyah, Nurul Faizah, menyambut kehadiran Mendikdasmen dengan haru. Baginya, kunjungan ini bukan hanya bentuk perhatian, tetapi suntikan semangat bagi mereka yang masih bertahan.
“Bapak Menteri banyak memberikan dukungan moril berupa doa dan penguatan agar kami diberikan kekuatan dan terus semangat dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Nurul.
Ia juga mengungkapkan rencana bantuan renovasi gedung sekolah yang sebelumnya tertunda. “Bapak Menteri juga akan membantu merenovasi gedung sekolah yang belum dapat terealisasi,” tuturnya, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai kehadiran Mendikdasmen sebagai sinyal kuat bagi kebangkitan kembali Yayasan As-Syafi’iyah.
“Kehadiran dan support dari Bapak Menteri dapat segera membuat yayasan ini bangkit dan bersemangat kembali untuk membangun generasi-generasi yang akhlakul karimah,” ucapnya penuh harap.
Hari itu, tangis dan senyum tumpah bersamaan di SD ITQ As-Syafi’iyah. Tangis atas kehilangan yang belum sepenuhnya reda, dan senyum karena ada yang datang, menyapa, dan berjanji tak akan meninggalkan mereka sendirian. Di balik duka, harapan mulai tumbuh kembali. (#)












