FeatureFilm

PDNA Gresik Bisa Jadi Percontohan, Perkuat Cabang dan Ranting dengan Motivasi Akhirat

351
×

PDNA Gresik Bisa Jadi Percontohan, Perkuat Cabang dan Ranting dengan Motivasi Akhirat

Sebarkan artikel ini
PWNA Jawa Timur mengapresiasi PDNA Gresik sebagai percontohan nasional dalam penguatan ranting dan menekankan komitmen kader.
Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur, Vebrina Reza Wulandari, M.Pd. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

PWNA Jawa Timur mengapresiasi Gresik sebagai percontohan dalam penguatan ranting, menekankan komitmen kader, dan strategi berdampak lokal.

Tagar.co – Sebanyak 60 kader dari 15 cabang dan ranting se-Kabupaten Gresik berkumpul pada Sabtu (26/10/2025) pagi. Mereka kompak pakai seragam batik NA nasional di lantai 2 Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik.

Setelah mendengarkan sambutan Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gresik, Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd., para kader lanjut menyimak motivasi Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur, Vebrina Reza Wulandari, M.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari Turun Bawah (Turba) PWNA Jatim ke PDNA Gresik.

Vebrina menyadari, menerapkan komitmen kader terlihat mudah, tetapi realitanya di lapangan banyak godaan. Ia mengingatkan agar kader tidak ber-Nasyiah (ber-NA) sebisanya. “Jangan ber-NA sesempatnya tetapi memang harus menjadwalkan khusus,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjadwalkan khusus kegiatan ber-NA ini menjadi modal penting untuk membangun cabang dan ranting. Vebrina mencontohkan perbedaan kader di lapangan. “Ada yang sama-sama guru, yang satu bisa aktif, yang satunya lagi tidak,” ungkapnya.

Perempuan berdomisili di Malang itu lantas menekankan, ber-NA adalah urusan akhirat, yang tidak ada bayarannya, bahkan terkadang kader mengeluarkan biaya. “Kalau menuruti duniawi, kita kembalikan pada diri sendiri, bagaimana kita meramaikan kegiatan di cabang dan ranting,” ujarnya.

Baca Juga:  Gesid di Empat Masjid, Merawat Empati Siswa Smantis

Ia juga menekankan pentingnya memahami karakteristik setiap cabang agar kegiatan Nasyiah menjadi menyenangkan. “Kita harus tahu karakteristik masing-masing cabang. Apa yang membuat Nasyiah menyenangkan,” jelasnya.

Vebrina kemudian menyarankan agar kegiatan dapat disesuaikan, baik terkait akademik maupun kesenian, dalam rangka membangun cabang dan ranting di daerah. Setelahnya, Vebrina menegaskan, program kerja (proker) ini berada di bawah Departemen Organisasi yang digerakkan oleh Siti Fatimah, S.Pd., Anggota Departemen Organisasi PWNA Jatim.

PWNA Jawa Timur mengapresiasi PDNA Gresik sebagai percontohan nasional dalam penguatan ranting dan menekankan komitmen kader.
Siti Fatimah, S.Pd., Anggota Departemen Organisasi PWNA Jatim. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Gresik Jadi Percontohan

Setelah Vebrina, giliran Siti Fatimah berbicara. Ia menyampaikan apresiasi kepada PDNA Gresik. Ia memulai dengan memaparkan kondisi di Jawa Timur saat ini yang masih minim Cabang Ranting yang memiliki Surat Keputusan Organisasi (SKO).

“Kalau Gresik sudah luar biasa, bisa dijadikan pilot project untuk daerah lain,” ujarnya.

Fatimah menyebutkan tantangan di Gresik mungkin bagaimana menghidupkan agar Cabang Ranting semakin berkembang. Ia juga menyebutkan beberapa permasalahan klasik, seperti kehilangan kader karena menikah. Meskipun demikian, ia memberikan apresiasi kepada PDNA Gresik karena berhasil menghadirkan kader dalam jumlah banyak.

“Kami mengapresiasi, di Gresik bisa menghadirkan kader sebanyak ini, pakai seragam batik nasional semua. Itu wujud nyata kita ada,” tuturnya.

Baca Juga:  Pashmina di Sekolah Rakyat: Menyiapkan Bekal Penting Remaja di Masa Rentan

Fatimah kemudian memaparkan strategi untuk mendirikan dan mengaktifkan cabang dan ranting. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan ibu-ibu. “Misal, kita menjalankan kerja sama dengan ibu-ibu. Siapa tahu beliau habis punya beberapa menantu yang bisa kita rekrut,” katanya memberikan contoh.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menghidupkan semangat silaturahmi, serta memberikan pendampingan teknis secara terus-menerus. “Kita harus melahirkan kader yang berdaya dan berkualitas,” ujarnya.

“Kita juga perlu memperhatikan kualitas apa yang akan kita prioritaskan agar cabang dan ranting kita juga ada nilainya,” imbuhnya.

Fatimah menyarankan kegiatan lokal yang berdampak. Ia mencontohkan, “Ada pula kegiatan lokal yang berdampak, misal, menjenguk sungai atau pantai. Gerakan itu berdampak pada lingkungan dan penghuninya.”

Ia menutup sarannya dengan mengimbau kader untuk memulai dari hal kecil, mendokumentasikannya sebagai data, dan fokus pada program prioritas.

PWNA Jawa Timur mengapresiasi PDNA Gresik sebagai percontohan nasional dalam penguatan ranting dan menekankan komitmen kader.
Para peserta Turba yang hadir di lantai 2 Masjid Taqwa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik. (Tagar.co/Sayyidah Nuriyah)

Keteraturan Administrasi

Vebrina Reza Wulandari kembali menambahkan beberapa poin penting terkait administrasi dan program PWNA Jatim. Ia mengharapkan agar administrasi organisasi sesuai dengan pedoman administrasi terbaru atau hasil-hasil lokakarya pimpinan administrasi.

Baca Juga:  Perkuat Sinergitas Antar AUM, PCM Gresik Gelar Bonding Night

Vebrina juga menyoroti beberapa program dan kegiatan yang perlu dilaksanakan, antara lain, memastikan setiap departemen beroperasi di masing-masing daerah dan memahami kaitannya mereka masuk departemen tersebut.

Selain itu, Vebrina mengimbau penyelenggaraan Paralegal Dasar di daerah. Ia mengapresiasi PDNA Gresik turut serta pelatihan ini yang diadakan PDA Gresik.

Ia juga mendukung Ralina (Rumah Literasi NA) di daerah bersinergi dengan Dinas Perpustakaan. Berikutnya, ia menekankan untuk penyelenggaraan perkaderan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) dan Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) di setiap level pimpinan dalam satu periode.

Vebrina juga memberi informasi, PWNA Jatim akan melaksanakan DANA III pada Desember 2025. Ia juga menyampaikan informasi agenda besar organisasi, bahwa Muktamar akan terlaksana pada tahun 2026 di Solo, Jawa Tengah.

Di hadapan para kader Nasyiah Gresik, Vebrina mengimbau PDNA untuk tidak mendirikan Badan Usaha dan Amal Nasyiatul Aisyiyah (BUANA) di bidang pendidikan. “Fokus pada PAUD yang sudah didirikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Vebrina pun mengingatkan agar pendirian Ranting mengikuti nama desa setempat, bukan lagi nama AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) atau Komunitas setempat. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni