
Halaman Sekolah Kreatif Baratajaya disulap jadi pasar dadakan. Ratusan warga antre sembako murah dan baju bekas berkualitas. Kegiatan tahunan ini jadi simbol Ramadan penuh kebersamaan dan kepedulian.
Tagar.co – Sabtu (22/3/2025) pagi, halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya berubah seperti pasar dadakan. Antrean warga tampak tertib membentang di depan gerbang sekolah. Dua petugas Kokam, Teguh dan Slamet, sigap namun ramah mengarahkan warga untuk menukarkan kupon yang mereka bawa.
Hari itu, sekolah kembali menggelar agenda tahunan yang selalu dinanti warga sekitar: Bazar Sembako Murah dan Baju Bekas Berkualitas alias Barbeku.
Baca juga: Saat Al-Quran ‘Hidup’ di Baratajaya: Simfoni dan Konfigurasi yang Menggetarkan Jiwa
Sudah menjadi tradisi di bulan Ramadan, kegiatan amal ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan sosial yang digagas Sekolah Kreatif Baratajaya bersama Komite Sekolah. Ratusan paket sembako disiapkan dalam dua varian isi, semua berasal dari sumbangan siswa dan wali murid.
“Alhamdulillah, semangat berbagi dari wali murid luar biasa. Dari donasi mereka, kami bisa mengemas sekitar 300-an paket sembako,” tutur Maulana Muhammad, S.T., S.Pd, koordinator kegiatan Sembako Murah dan Barbeku, sambil membantu warga memilih paket.
Sementara itu, suasana Barbeku tak kalah ramai. Deretan meja penuh dengan tumpukan pakaian layak pakai dijajakan oleh guru, komite sekolah, hingga siswa. Uniknya, banyak pakaian yang masih terlihat baru, bahkan beberapa masih berlabel. Ustazah Mina Aprelia, S.Pd, yang sejak Jumat sibuk menyortir donasi, merasa takjub.
“Tahun ini banyak baju bagus sekali, masih layak pakai dan beberapa bahkan belum pernah dipakai. Ini menunjukkan kepedulian wali murid sangat tinggi,” ungkapnya.
Kegiatan ini memang selalu dinantikan warga. Harga sembako jauh di bawah harga pasar, dan pakaian dijual dengan harga sangat terjangkau. Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya, Suyono, S.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan Ramadan.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini jadi bentuk syiar dan pembelajaran sosial untuk siswa juga,” kata Suyono saat mengamati kerumunan.

ToR dan ToS
Sebelum puncak kegiatan ini, sekolah juga telah menggelar program Takjil on the Road (ToR) dan Takjil on the Spot (ToS). ToR berlangsung pada Selasa (18/3/25) di depan Panti Asuhan Baratajaya, sementara ToS digelar di dua lokasi berbeda—Panti Muhammadiyah Rungkut dan Griya Wreda Surabaya, Rabu (19/3/25).
Tak hanya itu, sekolah juga telah menyalurkan zakat fitrah dari wali murid kepada warga membutuhkan pada Jumat (21/3). Dana zakat dilengkapi oleh inisiatif kecil tapi bermakna: kaleng infak hasil kreasi siswa.
“Sejak awal Ramadan, siswa kami ajak membuat kaleng infak sendiri. Ini untuk menumbuhkan kesadaran dan kepekaan sosial mereka sejak dini,” jelas Ustadz Amri, M.Pd.I, Koordinator Ismuba dan penanggung jawab kegiatan Ramadan.
Rangkaian kegiatan ini menjadi cerminan semangat gotong royong dan pembelajaran empati yang diusung Sekolah Kreatif Baratajaya. Ramadan pun tak sekadar bulan puasa, tapi juga momen nyata berbagi, mendidik, dan mempererat tali kasih antarwarga.
Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni












