
Nuy dan Noel dua nama yang enak didengar. Tapi punya kisah yang saling bertolak belakang. Satunya mengharumkan dunia biliar nasional. Satunya terjerat korupsi.
Oleh M. Rohanudin, Praktisi Penyiaran.
Tagar.co – Bandingkan aksi Nuy versus Noel. Yang satu menyodok bola biliar menuju lubang kemenangan. Satunya lagi sibuk menyodok perusahaan-perusahaan demi mendapatkan cuan miliaran, masuk ke lubang dompet sendiri.
Manakah yang lebih menghibur dan mulia?
Di meja biliar Nuy bukan hanya bertarung tapi juga beraksi. Dan aksinya atraktif. Memadukan olahraga dan performance.
Dia cantik, berbakat, lahir di Bogor, Jawa Barat. Nama lengkapnya : Nurramdhani Itolo. Dikenal sebagai pemain biliar nasional.
Beberapa prestasi diraihnya, termasuk medali perak, sebagai perwakilan Kontingen Bogor dalam Porprov XIV Jabar 2022.
Nuy adalah unggulan yang mengagumkan dan mengharumkan dunia biliar nasional. Spiritnya luar biasa. Senantiasa pantang menyerah. Nuy selalu ingin rematch lagi.
Begitulah sejatinya perempuan kuat. Pantang menyerah. Menyodok bola biliar ke lubang kemenangan yang mengagumkan.
Ia membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi atlet yang tangguh dan berprestasi di bidang olahraga. Betapa mulianya meniti di jalan kebenaran.
Banyak anak muda kepincut. “Dulu saya gak suka biliar. Tapi sejak ada Nuy, diam-diam mulai terpesona.”
#
Lantas bagaimana dengan Noel alias Immanuel Ebenezer Gerungan?
Rupanya Noel tidak puas duduk di tahta kabinet sebagai wakil menteri. Semua fasilitas disuguhkan di atas karpet merah (kebahagiaan surga dunia), di atas sumpah kesetiaan terhadap negara.
Tapi Noel ingin berbeda. Akhirnya dapat hadiah OTT dari KPK. Apa yang kau cari, Noel?
Amboi mata air manakah yang luka, sehingga mencipratkan darah hitam yang pekat?
Noel diduga menjadi sosok yang sibuk menyodok beberapa perusahaan untuk mendapatkan cuan miliaran. Masuk ke lubang dompet sendiri.
Dalam keadaan tangan diborgol, Noel sempat mengusapkan jarinya, menghapus tetesan air mata dukanya.
Senyumannya berparas kesedihan menyiratkan senandung orang-orang yang meronta kemiskinan.
“Tapi mengapa kau lukai negeri ini?” Begitulah ungkapan banyak orang dalam sorak-sorai membencinya.
Penjuru manakah yang kau cari, Noel? Bukankah jubah yang kau pakai sudah memesona dipandang, mewah dan perkasa?
Tapi mengapa kau khianati Garudamu?
Begitulah puisi tentang orang-orang melarat yang sedang menghirup bau busuk, sangit, dan tidak beradab.
Dan, betapa senyum bangga mereka, sambil mengunyah kacang merah, menonton televisi menikmati gerakan liar Nuy nan eksotik, menyodok bola biliar.
Namun sebaliknya, betapa mereka menjadi murung, gelisah, dan marah -dengan mata tajam ingin menerkam- saat melihat Noel dan orang-orang diborgol.
Inilah cerita pendek pertarungan Nuy dan Noel. Satunya beruntung di meja biliar, satunya dengan hukuman menanti di ujung.
Mari kita tunggu keadilan yang sesungguhnya.
#
Maka Noel pun akan menyusul sembilan menteri Indonesia yang dipenjara karena korupsi. Uniknya, dia satu-satunya yang wakil menteri. “Prestasi” luar biasa. Para menteri itu
1. Rokhmin Dahuri (KKP) – 7 tahun penjara.
2. Achmad Sujudi (Kemenkes) – 4 tahun penjara.
3. Siti Fadilah Supari (Kemenkes) – 4 tahun penjara.
4. Andi Alfian Mallarangeng (Kemenpora) – 4 tahun penjara.
5. Jero Wacik (Kemen ESDM) – 8 tahun penjara.
6. Edhy Prabowo (KKP) – 9 tahun penjara.
7. Juliari Batubara (Kemensos) – 12 tahun penjara.
8. Johnny G. Plate (Kemkominfo) – 15 tahun penjara.
9. Syahrul Yasin Limpo (Kementan) – 10 tahun penjara.
Korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia, bahkan di kalangan pejabat tinggi. KPK terus menganga dan menyeramkan bagi orang-orang yang tamak. Bertobatlah. (#)
Penyunting Sugeng Purwanto












