Feature

Murid SD Almadany Panen Kacang Tanah Segar di Kebun Sekolah

50
×

Murid SD Almadany Panen Kacang Tanah Segar di Kebun Sekolah

Sebarkan artikel ini
Murid SD Almadany menunjukkan tanaman kacang tanah yang baru mereka cabut (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Sorak bahagia warnai panen kacang tanah murid SD Almadany. Edukasi sambil bermain di kebun belakang sekolah jadi pengalaman tak terlupakan.

Tagar.co – Rabu, 5 Februari 2025, menjadi hari yang menyenangkan bagi murid-murid kelas V dan VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany), Kebomas, Gresik, Jawa Timur. Mereka diajak oleh guru-gurunya untuk memanen kacang tanah di kebun belakang sekolah. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menjadi momen pembelajaran yang menyenangkan.

Keriangan terpancar dari wajah Azarine Ayu Zahira Wicaksono Soegito dan teman-temannya saat mereka berkumpul di halaman sekolah sebelum menuju ke area perkebunan. Sebelum memulai kegiatan, guru kelas VI, Izza Novitasari, S.Pd., memberikan arahan. “Pertama, lepas alas kaki kalian dan perhatikan arahan serta praktik cara mencabut tanaman kacang tanah dari pak tani,” ujarnya.

Baca juga: Roket Air Meluncur, Tawa Riang Menggema di Langit SD Almadany

Willie Raditya Randy, salah satu murid, bertanya, “Mengapa alas kaki harus dilepas, Ustadzah?” Izza pun menjelaskan bahwa alas kaki akan kotor dan basah jika dipakai di ladang. Selain itu, tidak memakai alas kaki juga membantu menjaga keseimbangan saat berada di lumpur. “Jika mau memakai alas kaki, bisa pakai sepatu boots,” tambahnya.

Baca Juga:  Uji Kemampuan Akuatik, Siswa SD Almadany Jalani Asesmen Renang

Setelah mendengar arahan, kesembilan puluh murid kelas V dan VI bergerak menuju ladang yang terletak di belakang bangunan sekolah. Karena tidak ada akses langsung dari gedung sekolah, mereka harus berjalan memutar sekitar 200 meter.

Sutrisno, penggarap ladang, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang cara memanen kacang tanah. “Saat mencabut tanaman kacang tanah, pegang batang bagian bawah dekat akar agar kacang-kacang yang berada di akarnya bisa tercabut dari tanah dan tidak tertinggal,” katanya. Sutrisno juga mencontohkan cara menggoyangkan tanaman setelah dicabut agar tanah yang menempel di akar bisa jatuh.

Murid SD Almadany ikut memanen kacang tanah yang baru mereka cabut (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

 

 

Enjoyfull Learning

Excel Mahendra Kusuma, murid kelas V, bertanya polos, “Bisa dimakan, Pak?” Sutrisno tersenyum dan menjawab, “Sebenarnya bisa, tapi akan lebih enak jika direbus dahulu.”

Ladang kacang tanah terbagi menjadi empat petak, masing-masing berukuran 3 x 10 meter. Murid-murid dibagi menjadi empat kelompok sesuai kelasnya. Kelas V Magnolia Alba memanen di petak 1, kelas V Michelia Champaca di petak 2, kelas VI Cocos Nucifera di petak 3, dan kelas VI Tectona Grandis di petak 4.

Baca Juga:  Ikwam SD Almadany Bekali Wali Murid Tuntunan Puasa Ramadan sesuai Sunah

Tanpa aba-aba, mereka segera terjun ke ladang dan mulai mencabut tanaman kacang tanah. Dalam waktu satu jam, terkumpullah tanaman kacang tanah dengan bonggol kacang-kacang tanah di akarnya. Setelah itu, mereka memreteli kacang-kacang tanah dari akar tanamannya dan membersihkannya. Hasil panen hari ini terkumpul dalam empat bak plastik besar.

Kepala SD Almadany, Nur Aini, S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran eksperiential learning yang dipadukan dengan enjoyfull learning. “Diharapkan murid SD Almadany memiliki pengalaman belajar yang berbeda dan siswa merasa senang,” ujarnya.

Dia menambahkan, kegiatan panen kacang tanah ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung bagi murid-murid, tetapi juga mengajarkan mereka tentang proses bertani dan menghargai hasil bumi. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan pertanian. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni