
Nang Siola tuku sepatu Bata,
Pancasila iku pemersatu bangsa
Oleh Ustaz Soedjono, M.Pd; Dai Segudang Parikan
Tagar.co – Pancasila adalah dasar negara sekaligus pengikat yang menjaga persatuan negeri ini. Nilai-nilainya lahir dari kebijaksanaan agama, budaya, dan kearifan bangsa yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia.
Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)
Seperti Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi umat manusia, Pancasila juga hadir sebagai pedoman kebangsaan yang menuntun rakyat Indonesia menuju kehidupan yang adil, makmur, dan penuh rahmat.
Baca juga: Syukur dan Totalitas Ibadah
Doa dan Harapan
Setelah kita merenungkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila yang berakar dari hikmah agama dan budaya bangsa, mari kita panjatkan doa agar pedoman hidup berbangsa ini senantiasa terjaga, dipraktikkan, dan diberkahi Allah Swt.
“Ya Allah, ya Rabb… Jadikanlah Pancasila—yang berakar pada Al-Qur’an dan nilai-nilai luhur bangsa—sebagai dasar negara yang benar-benar dihayati dan diamalkan oleh setiap warga. Jangan sampai Pancasila hanya menjadi slogan atau hiasan bibir, apalagi dipertentangkan dengan agama.
Lindungilah bangsa ini dari ideologi-ideologi yang bertentangan dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa: komunisme, liberalisme, kapitalisme, sekularisme, dan individualisme. Teguhkanlah negeri ini menjadi baldatun tayibatun wa rabbun gafur—adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan, di bawah ampunan-Mu, Tuhan Yang Maha Esa. Amin.”
Penutup
Mari, di momen Hari Kesaktian Pancasila ini, kita perkuat persatuan dan kewaspadaan. Jangan biarkan sejarah kelam masa lalu terulang dengan kebangkitan PKI gaya baru.
Dan jangan lupa, malam ini mari kita bangun menegakkan salat Tahajud, mengadu kepada Allah agar bangsa ini tetap dijaga dalam rida dan rahmat-Nya. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












