
TBIG edukasi 1.280 warga Jayapura Provinsi Papua tentang pencegahan TBC dan perilaku hidup bersih. TBIG fokus program pilar kesehatan pada edukasi kesehatan masyarakat di daerah 3T
Tagar.co – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) terus bergerak melanjutkan kegiatan edukasi kesehatan di berbagai wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia.
Kali ini yang menjadi target implementasi adalah Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. TBIG memfokuskan kegiatan di dua tempat. Yaitu Kampung Sosiri di Distrik Waibu dan Desa Bhayangkara di Distrik Jayapura Utara.
Dalam kegiatan ini, TBIG menyelenggarakan edukasi kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di Provinsi Papua, khususnya masyarakat di Jayapura dan sekitarnya. TBIG memberikan pelatihan kesehatan kepada 320 keluarga di dua desa tersebut. Kegiatan ini memberikan dampak kepada sekitar 1.280 jiwa.
Selain edukasi kesehatan, TBIG bekerja sama dengan Filantra dan Puskesmas setempat memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan gratis, skrining kesehatan umum, dan bantuan makanan bergizi.
Tidak kalah penting, penyuluhan edukasi kesehatan diberikan di Kampung Sosiri dengan fokus pada pencegahan penyakit menular dan tidak menular, terutama tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi tantangan kesehatan di wilayah tersebut.

Pentingnya Edukasi Tentang Penyakit
Kepala Puskesmas Kanda, Rianod Firmansyah Sapoan menyampaikan, edukasi tentang penyakit menular dan tidak menular sangat penting untuk masyarakat.
“Kegiatan ini membantu puskesmas dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan sekaligus mengedukasi masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri,” ungkapnya.
Sementara itu tokoh masyarakat adat Desa Sosiri, Muas Asaeno, menyampaikan rasa terima kasihnya dan berharap kegiatan ini bisa dijalankan di banyak tempat selain Papua.
“Atas nama masyarakat, saya mengucapkan banyak terima kasih. Dan kegiatan pengobatan ini tidak hanya dilakukan di sini, tetapi juga berjalan di tempat-tempat lainnya. Selanjutnya, mari terus bekerja sama yang baik untuk Indonesia,” ajaknya.
Masyarakat Desa Bhayangkara juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran TBIG di lingkungannya. Salah satu warga Desa Bhayangkara, Siti Mariana mengungkapkan, jarak dari Bhayangkara ke puskesmas terdekat cukup jauh.
“Jadi kami biasanya harus naik kendaraan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sementara, banyak warga yang tidak punya angkutan. Pelayanan ini membantu mereka memperoleh layanan secara langsung tanpa harus pergi jauh,” ungkap Siti Mariana.

Dampak Jangka Panjang
TBIG saat ini memfokuskan program pilar kesehatan pada edukasi kesehatan kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi kesehatan khususnya masyarakat di wilayah 3T.
“Melalui aksi ini, manfaat yang diberikan tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi kami berharap mampu memberi dampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat,” jelas Lie Si An, Chief of Business Support Directorate.
Di sisi lain, President Direktur TBIG, Herman Setya Budi menjelaskan, implementasi CSR TBIG berpedoman kepada prinsip-prinsip ESG, SDGs dan ISO 26000.
“Ini untuk memastikan program CSR TBIG dapat memenuhi harapan seluruh stakeholders perusahaan,” jelasnya. (#)
Penyunting Sugiran.












