Feature

Mengikat Hafalan dengan Akhlak, 12 Santri Putra eLKISI Munaqasah Tuhfatul Athfal

54
×

Mengikat Hafalan dengan Akhlak, 12 Santri Putra eLKISI Munaqasah Tuhfatul Athfal

Sebarkan artikel ini
Kepala Markaz Al-Qur’an eLKISI, Muhammad Hidayatulloh (Tagar.co/Istimewa)

Sebanyak 12 santri putra Markaz Al-Qur’an eLKISI Mojosari mengikuti munaqasah Tuhfatul Athfal. Mereka tidak hanya unjuk hafalan tajwid, tetapi juga ditanamkan pesan penting: mengikat hafalan dengan akhlak Qur’ani.

Tagar.co – Rangkaian munaqasah Tuhfatul Athfal di Markaz Al-Qur’an eLKISI Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur berlanjut pada hari kedua, Rabu (28/8/25).

Setelah sehari sebelumnya diikuti 13 santri putri, kini giliran 12 santri putra yang tampil penuh percaya diri menunjukkan hafalan matan tajwid karya klasik ulama Nusantara.

Bertempat di Masjid Putra Markaz Al-Qur’an, suasana munaqasah berlangsung khidmat dengan nuansa Qur’ani yang kental. Satu per satu peserta melantunkan hafalan nadham Tuhfatul Athfal sekaligus diuji penerapan tajwidnya dalam bacaan Al-Qur’an.

Ujian ini dipimpin langsung oleh ulama asal Mesir, Syekh Farid Musthofa, seorang Al-Hafiz dan pemegang sanad Qira’ah ‘Asyarah.

Baca juga: 13 Santri Putri eLKISI Ikuti Munaqasah Sanad Tuhfatul Athfal bersama Syekh Farid Musthofa

Kepala Markaz Al-Qur’an eLKISI, Muhammad Hidayatulloh, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengikat hafalan dengan akhlak.

“Rasulullah ﷺ akhlaknya adalah Al-Qur’an. Anak-anak kita tidak cukup hanya fasih melafalkan, tapi juga perlu menjadikan akhlak sebagai pakaian terbaik. Sebab Allah telah berfirman: walibasut-taqwa dzalika khair – dan pakaian takwa itulah yang terbaik,” ujarnya.

Peserta Putra Hari Kedua

Sebanyak 12 santri putra yang mengikuti munaqasah hari kedua ini adalah:

  1. Muammar Arief Utama

  2. Ahmad Syahab Arroyyan

  3. Mujahid Asyaddu Hubbalillah

  4. Muhammad Duta Sabilillah

  5. Abdulloh Hammam Firdaus

  6. Awan Emerald Arisandi

  7. Mohammad Raisul Islam An Nadhif Akbar

  8. Bahy Althof Mujahidin

  9. Fanusy Yanuari

  10. Athaya Ghanim Rizqullah

  11. Achmad Badilah Ali

  12. Raihan Nafis Nurdiyanto

Seorang santri yang mendapat ijazah dari Syekh Farid Musthofa (kiri) didampingi Kepala Markaz Al-Qur’an eLKISI, Muhammad Hidayatulloh (Tagar.co/Istimewa)

Mengenal Kitab Tuhfatul Athfal

Matan Tuhfatul Athfal adalah karya Syaikh Sulaiman bin Husain al-Jamzuriy (wafat 1198 H/1784 Masehi). Kitab ini berisi 61 bait syair tajwid yang membahas hukum nun sukun, tanwin, mim sukun, mad, hingga waqaf.

Disusun dalam bentuk nadham (syair), kitab ini mudah dihafalkan dan telah menjadi kurikulum wajib di banyak pesantren di Indonesia.

Salah satu bait awal berbunyi:

يَقُـولُ رَاجِـي رَحْمَـةِ الغَفُـورِ *** دَوْمًـا سُلَيْمَـانُ هُـوَ الجَمْـزُورِي

“Berkata orang yang mengharap rahmat Allah Yang Maha Pengampun, selalu, yaitu Sulaiman al-Jamzuriy.”

Sementara pada bagian inti tajwid ditulis:

فالأَوَّلُ الإِظْهَـارُ قَبْلَ أَحْـرُفِ *** لِلْحَلْـقِ سِتٌّ رُتِّبَـتْ فَلْتَعْـرِفِ

“Hukum pertama adalah izhhar ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf halqi (tenggorokan) yang berjumlah enam. Maka ketahuilah.”

Harapan Acara

Melalui gelaran munaqasah ini, Markaz Al-Qur’an eLKISI berharap para santri tidak hanya menguasai teori tajwid, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam tilawah sehari-hari.

“Munaqasah ini bukan sekadar ujian formal, tetapi momentum menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi Qur’ani yang menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” tutup Hidayatulloh. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni