Feature

Menggapai Asa di Tengah Keterbatasan: Perjuangan SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang Bengkulu

36
×

Menggapai Asa di Tengah Keterbatasan: Perjuangan SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang Bengkulu

Sebarkan artikel ini
Di tengah keterbatasan, SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang, Bengkulu, terus berjuang membangun masa depan pendidikan yang lebih baik. Dengan strategi baru, mereka optimis bangkit dan menarik lebih banyak siswa di 2025.
Pahri (kelima dari kiri) bersama tim dan pimpinan majelis dan sekolah setempat

Di tengah keterbatasan, SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang, Bengkulu, terus berjuang membangun masa depan pendidikan yang lebih baik. Dengan strategi baru, mereka optimis bangkit dan menarik lebih banyak siswa di 2025.

Oleh Pahri, S.Ag., M.M.; Direktur Diksuspala dan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Muhammadiyah

Tagar.co – SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang, Bengkulu, menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan pendampingan dari Tim Diksuspala dan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Muhammadiyah.

Sekolah ini berlokasi di Jalan M. Karta, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang dan saat ini memiliki 23 siswa, terdiri dari tujuh siswa kelas 7, enam siswa kelas 8, dan sepuluh siswa kelas 9. Namun, dalam kesehariannya, jumlah siswa yang hadir di sekolah sering kali tidak lebih dari enam orang. Artinya, lebih banyak siswa yang tidak masuk sekolah dibandingkan dengan yang hadir.

Bagi juga: Fakta Menarik dalam Supervisi di PPI Abdul Malik Fadjar

Sebagian besar siswa baru berasal dari mereka yang tidak diterima di sekolah favorit atau merupakan siswa drop out serta pindahan dari sekolah sekitar. SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang dikenal sebagai sekolah yang menerima siswa dengan berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki catatan kenakalan di sekolah sebelumnya.

Jumlah guru dan karyawan yang melayani 23 siswa tersebut sebanyak 18 orang, dengan rata-rata gaji Rp250.000 per bulan. Itupun sering kali terlambat dibayarkan, tergantung pada kelancaran pencairan dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP).

Tantangan dan Harapan

Rendi Dimas Yudistira, S.Pd., yang menjabat sebagai kepala sekolah sejak tahun lalu, mengikuti Diksuspala Region Lampung 2024. Ia merasakan tantangan berat dalam mengembangkan sekolah serta mengembalikan citra positifnya.

“Dari mana harus memulai? Sumber daya apa yang bisa dikembangkan?” pikirnya saat itu.

Namun, semangat Rendi kembali tumbuh ketika Tim Diksuspala dan Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Muhammadiyah hadir secara langsung. Kehadiran tim ini menjadi dorongan moral bagi dirinya dan seluruh tenaga pendidik di sekolah.

Di tengah keterbatasan, Rendi dan para guru SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang masih memiliki harapan besar untuk bangkit pada tahun 2025. Mereka telah menyiapkan berbagai strategi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), di antaranya:

  • Presentasi ke SD/MI
  • Silaturahmi ke rumah-rumah calon siswa
  • Pembuatan brosur dan pemasangan spanduk
  • Mengadakan lomba dan pertandingan tingkat SD/MI

Selain itu, Rendi juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi siswa dan wali murid, dengan fokus pada:

  • Meningkatkan kedisiplinan guru dan karyawan
  • Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan rapi
  • Melengkapi fasilitas sekolah

Yang membanggakan, sekolah menargetkan penerimaan 20 siswa baru tahun ini sebagai langkah awal kebangkitan mereka.

Dukungan dari Sekolah Muhammadiyah Sekitar

Dalam kunjungan pendampingan ini, turut hadir perwakilan dari enam sekolah Muhammadiyah terdekat, yaitu:

  • SD Muhammadiyah 5 Kepahiang – 117 siswa
  • SMA Muhammadiyah Kepahiang – 20 siswa
  • SD Muhammadiyah 2 Ujan Mas – 35 siswa
  • SD Muhammadiyah 6 Muara Kemumu – 32 siswa
  • SD Muhammadiyah 7 Talang Gelombok – 45 siswa

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga selesai pada pukul 17.00 WIB ini didampingi oleh berbagai tokoh Muhammadiyah, termasuk anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Bengkulu, Ketua PDM Kepahiang, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Kepahiang, serta PCM Kepahiang.

Mereka menyambut hangat kedatangan kami, sebagaimana tradisi warga Muhammadiyah pada umumnya: senyum, salam, sapa, dan penuh kehangatan kekeluargaan. (#)

Kepahiang, 5 Februari 2024

Penyunting Mohammad Nurfatoni