
Berdekatan dengan pedagang buah, branding SMA Muhammadiyah Curup Rejang Lebong, Bengkulu justru kalah saing. Dengan jumlah siswa minim dan gaji guru memprihatinkan, akankah sekolah ini mampu bangkit dan kembali berjaya?
Oleh Pahri, Direktur Diksuspala dan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Muhammadiyah
Tagar.co – Di antara sekolah sasaran pendampingan penjaminan mutu, salah satunya adalah SMA Muhammadiyah Curup, Rejang Lebong, Bengkulu.
Sekolah ini terletak di jalur yang ramai dan strategis, tepat di pinggir jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Curup dengan Kabupaten Rejang Lebong. Namun, lokasi strategis ini belum dimanfaatkan secara optimal. Trotoar jalan yang luas, yang seharusnya bisa menjadi daya tarik, justru dipenuhi oleh pedagang kaki lima.
Baca juga: Menggapai Asa di Tengah Keterbatasan: Perjuangan SMP Muhammadiyah 4 Kepahiang Bengkulu
Akibatnya, wajah sekolah tidak terlihat dengan jelas, tertutupi oleh pedagang buah serta pos pangkalan ojek. Pintu masuk dengan gapura yang sempit semakin memperparah keadaan, membuat akses kendaraan masuk dan keluar sekolah menjadi sulit.
Pada akhirnya, kawasan ini lebih dikenal sebagai pusat penjualan buah dibandingkan sebagai lokasi SMA Muhammadiya Curup. Branding sekolah pun kalah tenar dibandingkan dengan para pedagang.
Dalam pendampingan ini, permasalahan tersebut menjadi salah satu topik utama pembenahan agar performa sekolah lebih baik dan tampil lebih menarik.

Saat ini, jumlah siswa SMA Muhammadiyah Curup sebanyak 26 orang, namun hanya 12 siswa yang aktif, sementara 14 siswa lainnya belum aktif. Jumlah guru dan karyawan mencapai 17 orang, dengan 5 di antaranya telah diterima sebagai pegawai P3K tahun lalu.
Kondisi finansial sekolah juga cukup memprihatinkan. Gaji bulanan guru dan karyawan hanya sekitar Rp150.000, bahkan sering kali tertunda karena menunggu pencairan dana BOSP.
Meski begitu, kita berharap semangat kepala sekolah dan tenaga kependidikan (PTK) yang mulai bangkit melalui pendampingan ini dapat membawa sekolah ke arah yang lebih baik, mengembalikan kejayaan seperti di masa lalu.
Alhamdulillah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Ketua Majelis Dikdasmen Rejang Lebong, yang seharian mendampingi kami, memberikan dukungan penuh agar SMAM Curup bisa kembali bangkit dan berkembang lebih baik lagi. (#)
Curup, 7 Februari 2024
Penyunting Mohammad Nurfatoni












