Feature

Menata Ulang Arah Pelayanan Sosial Muhammadiyah: Pesan Kunci Ketua MPKS di Rakernas

47
×

Menata Ulang Arah Pelayanan Sosial Muhammadiyah: Pesan Kunci Ketua MPKS di Rakernas

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung PPSDM Kemendikdasmen di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Kamis, 26 Juni 2025 (Tangkapan layar video).

Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Mariman Darto, menegaskan pentingnya menggeser fokus pelayanan sosial dari institusi ke keluarga. Rakernas II MPKS jadi titik awal transformasi akar rumput.

Tagar.co – Ratusan peserta dari seluruh penjuru tanah air memadati Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (26/6/2025). Mereka hadir untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Suasana penuh kehangatan menyambut kedatangan para tamu penting, mulai dari Wali Kota Depok Supian Suri, Ketua PP Muhammadiyah Bidang MPKS Agus Taufiqurrahman, hingga Wakil Menteri Sosial Kabinet Merah Putih Agus Jabo Priyono.

Baca juga: Pengasuhan Berbasis Keluarga dan Komunitas Jadi Fokus Rakernas MPKS Muhammadiyah

Sebelum membuka sambutan resminya, Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., melantunkan tiga pantun yang disiapkan khusus untuk mereka. Terdengar ringan, tapi sarat makna dan penghormatan.

Pantun pertama untuk Wali Kota Depok:

Mentari pagi sinar berseri
Burung berkicau riang di pohon
Selamat datang Pak Supian Suri
Pemimpin Depok penuh harapan

Untuk Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman:

Mentari pagi sinarnya terang
Burung berkicau di dahan pepohonan
Selamat datang Bapak Agus Taufiqurrahman
Pemimpin umat penuh keteladanan

Dan untuk Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono:

Mentari pagi bersinar cerah
Burung berkicau riang di dahan
Selamat datang Pak Agus Jabo Priyono yang gagah
Pembawa harapan untuk segenap insan

Dari kanan: Ketua MPKS Mariman Darto, Ketua PP Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrahman, Wamensos Agus Jabo Priyono, dan Walikota Depok Supian Suri (Tagar.co/Sugiran)

Agenda Besar: Dari Institusi Menuju Keluarga dan Komunitas

Dalam sambutannya, Mariman menyampaikan pesan penting dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, yang menandai arah baru MPKS: transformasi pelayanan sosial Muhammadiyah tidak lagi bertumpu pada penguatan institusi semata, tetapi berfokus pada penguatan peran keluarga dan komunitas.

Baca Juga:  Bangkit dari Sakit, Queen Juara Pencak Silat IPSI Cup Lamongan 2026

“Prof. Haedar menekankan bahwa keluarga dan komunitas harus menjadi palang pintu pertama dalam membangun ketahanan sosial,” tutur Mariman.

Ia menyebutkan data historis bahwa sejak tahun 1920, Muhammadiyah telah membangun Rumah Yatim sebagai wadah alternatif untuk pengasuhan anak yatim, piatu, dan terlantar. Namun, hingga kini, jumlahnya hanya mencapai 615 unit dan nyaris tidak bertambah. Sebabnya, kata Mariman, mayoritas anak-anak tersebut kini diasuh dalam lingkungan keluarga, bukan di panti.

Data dari Kementerian Sosial Mei 2024 menunjukkan hanya 1,2% atau sekitar 450.000 anak yatim piatu yang tinggal di panti, sedangkan 98,8% lainnya—sekitar 3,9 juta anak—diasuh oleh keluarga miskin.

“Data ini mengejutkan. Maka, pendekatan lama tidak lagi memadai. Kita harus bergerak dari charity menuju pemberdayaan,” tegasnya.

Merintis Pusat Asuhan Keluarga Muhammadiyah

Merespons realitas tersebut, MPKS menggagas pendirian Pusat Asuhan Keluarga Muhammadiyah (PAKM) yang akan ditanamkan di ranting-ranting Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Inilah salah satu agenda besar yang akan dibahas dalam Rakernas kali ini.

“Ini bukan sekadar perubahan bentuk, tapi perubahan paradigma. Kita membangun kekuatan dari akar rumput,” ujar Mariman.

Baca Juga:  Melawan Rasa Takut di Telaga Sarangan

Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng terakhir bagi perlindungan terhadap kelompok rentan—termasuk anak-anak, difabel, dan lansia.

“Menurut Prof. Haedar, keluarga yang kuat adalah benteng utama kita. Maka, MPKS harus menjadi motor kolaborasi nasional untuk membangun ketahanan itu,” katanya.

Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. saat memberi sambuta di Rakernas II MPKS (Tagar.co/Sugiran)

Kolaborasi dan Harapan pada Kemensos

Mariman menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial atas dukungannya terhadap gerakan pemberdayaan kemandirian panti-panti sosial Muhammadiyah. Ia mengungkapkan bahwa Kemensos telah membantu 218 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah dengan total dana mencapai Rp7,7 miliar.

“Saya yakin, dengan kehadiran Pak Agus Jabo, angka itu bisa naik menjadi Rp20 miliar tahun depan, insyaallah,” ujarnya penuh harap.

Dari program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi), Muhammadiyah mengusulkan 16.669 anak yatim piatu untuk disantuni. Mariman berharap kuota nasional tahun 2025–2026 bisa mencapai 20.000 anak.

“Kalau masuk Atensi, alhamdulillah. Kalau tidak, saya nggak mau Pak Agus,” ujarnya disambut tawa para peserta.

Menutup dengan Pantun Penuh Harapan

Di akhir sambutan, Mariman kembali merangkai pantun, menyampaikan terima kasih sekaligus harapan:

Air mengalir jernih di kali
Menghantarkan pesan penuh arti
Wali Kota Depok datang hari ini
Bersama kita maju dan berbakti

Air jernih dari pegunungan
Mengalir tenang membasuh hati
Pak Agus Taufiqurrahman datang penuh harapan
Menyapa warga dengan senyum berseri

Mentari pagi bersinar cerah
Burung berkicau riang di dahan
Senang sekali Pak Agus yang gagah
Pembawa harapan untuk segenap insan

Rakernas II MPKS kali ini bukan hanya menjadi forum konsolidasi, tapi juga panggung lahirnya arah baru pelayanan sosial Muhammadiyah yang lebih berpihak pada keluarga, komunitas, dan akar budaya gotong royong bangsa Indonesia. (#)

Baca Juga:  "Manusia Jalur Langit”, Esai Nadhirotul Mawaddah Raih Penghargaan Nasional

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni