
Lailatulqadar, malam lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini, kesejahteraan diturunkan, doa dikabulkan, dan dosa diampuni. Apa tafsir kesejahteraan ini? Bagaimana kita bisa meraihnya?
Oleh Ridwan Ma’ruf; Oleh Ridwan Ma’ruf: Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo
Tagar.co – Setiap dari kita pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, sejahtera, dan aman dari segala bentuk gangguan, kejahatan, serta musibah.
Namun, tahukah kita bahwa kesejahteraan dan perasaan aman ini diturunkan oleh Allah Ta’ala pada malam Lailatulqadar? Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qadr 1-5:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
Baca juga: Al-Qur’an Menyeru Persatuan, Menolak Perpecahan: Kunci Kejayaan Umat
Makna Kesejahteraan
Dalam kitab Al-Mufradat fi Gharib Al-Quran karya Ar-Raghib Al-Asfahani, kesejahteraan dalam ayat tersebut memiliki beberapa makna, di antaranya:
1. Terbebas dari Penyakit Psikis dan Fisik
Seseorang yang mendapat keberkahan Lailatulqadar akan terbebas dari kesyirikan dan keraguan terhadap takdir Allah. Hal ini ditegaskan dalam Surah Asy-Syu’ara’ ayat 89:
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Karena Al-Qur’an diturunkan pada malam yang lebih baik dari seribu bulan, ia menjadi petunjuk dan penawar bagi orang beriman, sebagaimana firman Allah dalam Surah Fusilat 41:
قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ
“Katakanlah: ‘Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin.'”
2. Keselamatan dan Kesejahteraan
Keselamatan pada malam Lailatulqadar terkait dengan doa para malaikat yang turun pada 10 malam terakhir Ramadan, memohonkan rahmat bagi mereka yang berpuasa dan menegakkan qiyamul lail dengan ikhlas mengharap ridha Allah. Hal ini sesuai dengan firman-Nya dalam Surah Al-Waqi’ah 91:
فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ
“Maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.”
3. Terbebas dari Tipu Daya Setan dan Bala Tentaranya
Setan tidak pernah berhenti menyesatkan manusia menuju kebinasaan, permusuhan, dan azab neraka. Namun, orang yang mendapat keberkahan Lailatulqadar akan terlindungi dari godaan setan. Allah berfirman dalam Surah Al-Hijr 39-40:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“(Iblis) berkata: ‘Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan menjadikan (kejahatan) tampak indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.'”
Siapa yang Mendapatkan Kesejahteraan dan Keselamatan?
Mereka yang mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan adalah orang-orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan dan sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana sabda beliau:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini, kita memahami bahwa puncak kesejahteraan yang Allah berikan adalah ampunan dari dosa-dosa yang telah lalu bagi mereka yang beribadah dengan iman dan keikhlasan.
Kesimpulan
Lailatulqadar adalah malam penuh keberkahan di mana Allah menurunkan Al-Qur’an yang membawa kesejahteraan dan keselamatan bagi orang-orang mukmin.
Kesejahteraan sejati bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk kedamaian hati, keselamatan dari tipu daya setan, serta ketenangan dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Anfal ayat 61:
وَإِن جَنَحُوا۟ لِلسَّلْمِ فَٱجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang mendapatkan keberkahan Lailatulqadar dan meraih kesejahteraan hakiki. Wallahualambisawab. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












