Telaah

Penyakit Hati yang Menipu Diri

43
×

Penyakit Hati yang Menipu Diri

Sebarkan artikel ini
Penyakit hati muncul karena pola pikir yang keliru mengenai nilai diri. Meninggikan diri sendiri dan merendahkan orang lain.
Ilustrasi

Penyakit hati muncul karena pola pikir yang keliru mengenai nilai diri. Meninggikan diri sendiri dan merendahkan orang lain.

Oleh Suharto Fauzan, Pegiat Literasi Surabaya.

Tagar.co – Sikap sombong digambarkan sebagai penyakit hati yang paling sulit dideteksi oleh pemiliknya sendiri.

Al-Qur’an mengingatkan kita untuk menjaga cara kita berjalan dan berinteraksi agar tidak terjebak dalam perilaku seperti disebut di ayat ini.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman: 18)

Penyakit hati muncul karena pola pikir yang keliru mengenai nilai diri. Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw memberikan definisi yang sangat tegas mengenai apa itu kesombongan agar kita tidak salah mendiagnosis diri sendiri.

“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)

Sikap sombong adalah bumerang yang akan melukai pemiliknya. Selain dijauhi secara sosial, secara spiritual kesombongan adalah penghalang utama bagi seseorang untuk mendapatkan rahmat Allah.

Baca Juga:  Hidup Jujur Membawa Kedamaian Dunia Akhirat

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Mengikis kesombongan membutuhkan keberanian untuk melihat ke dalam cermin kejujuran. Menyadari bahwa segala pencapaian adalah titipan dapat menjaga hati tetap rendah hati (tawadu).

Rasulullah Saw bersabda: “Dan tidaklah seseorang bersikap rendah hati (tawadu) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

Ketika Anda berhasil melepaskan beban kesombongan, kualitas hidup Anda akan meningkat dengan bagus. Anda akan mendapatkan ketenangan batin karena tidak lagi merasa perlu membuktikan segalanya kepada dunia.

Allah menjanjikan tempat yang mulia bagi mereka yang mampu menjaga hatinya tetap membumi. “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Qashash: 83)

Menjadi rendah hati bukan berarti merendahkan nilai diri sendiri. Rendah hati adalah kesadaran bahwa meski Anda memiliki sayap untuk terbang tinggi, kaki Anda tetap berpijak di bumi yang sama dengan orang lain. (#)

Baca Juga:  Bahaya Hasad, Ini Lima Cara Mengatasinya

Penyunting Sugeng Purwanto