
Lomba Paduan Suara bertajuk Harmoni Perserikatan tak hanya menyatukan para kader dari berbagai unsur perserikatan, tetapi juga melahirkan para juara
Tagar.co – Sabtu (15/11/25) malam, halaman Perguruan Muhammadiyah Ngemboh, Ujungpangkah, Jawa Timur, berubah menjadi ruang penuh warna. Para kader dari berbagai unsur—Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Ipmawati—mulai berdatangan dengan seragam terbaik mereka, membawa suasana hangat yang langsung terasa sejak langkah pertama memasuki area acara.
Malam itu mereka berkumpul untuk mengikuti Lomba Paduan Suara bertajuk Harmoni Perserikatan, rangkaian pra milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngemboh. Gelaran ini menjadi wadah kebersamaan sekaligus ruang kreatif bagi kader dari tiap RW se-Desa Ngemboh.
Ngemboh Menyala Menjelang Milad Muhammadiyah: Dari Futsal hingga Pawai Sayur
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Ngemboh, Muhofatin, S.Pd.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk dakwah melalui seni.
“Kegiatan ini kita kemas menjadi nada dakwah. Melalui mars-mars perjuangan, kita ingin menguatkan semangat bermuhammadiyah serta mempererat ikatan kader dari berbagai unsur persyarikatan,” ujarnya.

Ragam Penampilan dan Kreativitas Para Kader
Lomba paduan suara ini diikuti lima kelompok dari perwakilan setiap RW. Antusiasme peserta tampak dari cara mereka menata busana: kebaya modern bernuansa lembut, batik bercorak cerah, hingga gamis cantik yang dipadukan dengan aksesori kreatif. Seragam yang tertata rapi itu menghadirkan keindahan visual sekaligus mencerminkan kesungguhan mereka memeriahkan momentum jelang milad.
Setiap tim tampil membawakan dua kategori lagu—Mars Muhammadiyah sebagai lagu wajib serta Mars Aisyiyah atau Mars Nasyiatul Aisyiyah sebagai lagu pilihan. Sebelum sesi menyanyi dimulai, masing-masing kelompok lebih dulu mempersembahkan yel-yel penyemangat khas mereka. Kreativitas peserta tampak dari variasi koreografi, kekompakan, dan penjiwaan yang menghidupkan suasana panggung.
Sorak, tepuk tangan, dan teriakan penyemangat dari penonton menghangatkan malam, menciptakan atmosfer kebersamaan yang terasa sejak awal hingga akhir acara.
Juri, Penilaian, dan Momen Haru
Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan dua dewan juri dari unsur Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah:
-
Nur Izzah, S.Pd., Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Pangkahkulon
-
Ana Shofiah, A.Md.Keb., S.Pd., Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Ujungpangkah
Malam semakin syahdu ketika seluruh sesi penampilan selesai. Para kader—terutama dari Aisyiyah—berdiri berdampingan menyanyikan Nasyiahku Sayang.
Lagu sarat kenangan itu seperti membawa kembali ingatan masa muda mereka di gerakan Nasyiatul Aisyiyah. Beberapa tampak tersenyum sambil menyeka sudut mata, larut dalam nostalgia yang tak terelakkan.
Ketua Panitia, Ashifuddin Junior Nur, S.Pd.I., menyampaikan rasa bangganya.
“Semua kader menunjukkan semangat persyarikatan yang luar biasa. Inilah bukti bahwa Muhammadiyah di Ngemboh terus hidup, bergerak, dan solid,” katanya.

Daftar Pemenang Lomba Paduan Suara
Setelah proses penilaian dan rekapitulasi, dewan juri menetapkan pemenang sebagai berikut:
-
Juara 1: RW 004
-
Juara 2: RW 002
-
Juara 3: RW 005
-
Harapan 1: RW 003
-
Harapan 2: RW 001
Pada penutupan acara, panitia mengumumkan bahwa Juara 1 dari RW 004 akan menjadi tim paduan suara resmi pada Apel Milad Ke-113 Muhammadiyah PRM Ngemboh yang akan digelar pada Selasa, 18 November 2025.
Gelaran pra milad ini sekaligus menjadi penanda bahwa kader Muhammadiyah di Desa Ngemboh tidak hanya hadir, tetapi juga tumbuh dalam kekompakan.
Semangat itu diharapkan terus menguat menjelang puncak milad, mengantar mereka untuk terus berkarya bagi persyarikatan dan umat. (#)
Jurnalis Elsa Wahyuningtias Penyunting Mohammad Nurfatoni













