Feature

Lazismu Lumajang Bagikan Sembako Sambut Ramadan

75
×

Lazismu Lumajang Bagikan Sembako Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini
Lazismu Lumajang
Warga Dusun Kopangan Desa Wates Wetan, Ranuyoso, menerima 30 paket sembako menyambut Ramadan. (Tagar.co/Rizal Mazaki)

Tagar.co – Lazismu Lumajang menggelar Tarhib Ramadan di Masjid Al-Khoir Dusun Kopangan RT 12/RW 02, Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, dengan membagikan 30 paket sembako kepada lansia duafa melalui dana fidiah.

Kegiatan berlangsung pukul 10.00–11.15 WIB dan diikuti 30 warga dengan tiga penyerahan simbolis kepada penerima manfaat. Kamis (12/2/2025).

Paket sembako yang dibagikan berisi beras 3 Kg, mi instan, minyak goreng, gula 1 Kg, dan Rendangmu.

Lansia duafa diprioritaskan karena tidak memiliki penghasilan tetap serta memiliki keterbatasan fisik untuk bekerja. Bantuan tersebut diharapkan membantu kebutuhan sehari-hari menjelang Ramadan.

Kegiatan melibatkan amil Lazismu Lumajang Kuswantoro, Rizal Mazaki, dan Bima, siswa magang SMK Muhammadiyah Lumajang.

Rizal bertugas sebagai MC, Kuswantoro menyampaikan sambutan mewakili Lazismu, dan Bima menjadi tim dokumentasi. Doa kegiatan dipimpin oleh Haji Agus, warga setempat.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wates Wetan, Supriyono, menyampaikan, wilayahnya berada di ujung Lumajang perbatasan barat, namun tetap merasakan manfaat program Lazismu.

Ia menyebut program kaleng infak sehari seribu telah berjalan sekitar enam tahun dengan lebih dari 20 kaleng beredar di masyarakat.

Baca Juga:  Tarhib Ramadan RS PKU Palangka Raya Kumpulkan Karyawan

Ia juga mengingatkan, Lazismu pernah menyalurkan bantuan air bersih saat kekeringan pada Sabtu (3/8/2019) serta rutin membantu operasional Masjid Al-Khoir.

“Kami berterima kasih kepada Lazismu Lumajang yang telah hadir di daerah kami yang berada di perbatasan. Banyak program yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Amanah Donatur 

Kuswantoro menjelaskan, paket yang dibagikan merupakan amanah dari para donatur. Ia berharap penerima manfaat turut mendoakan para donatur agar diberi kesehatan dan keberkahan rezeki.

Ia menilai kegiatan Tarhib Ramadan menjadi pengingat pentingnya meningkatkan iman dan takwa menjelang bulan puasa.

“Bingkisan ini adalah amanah dari para donatur. Semoga bisa membantu kebutuhan keluarga dan menjadi bekal menyambut Ramadan,” kata Kuswantoro.

Salah satu penerima manfaat, Romlah, petani, bersyukur atas bantuan yang diterima. Ia mengaku bantuan tersebut membantu kebutuhan dapur menjelang Ramadan.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari menjelang puasa. Terima kasih kepada Lazismu dan para donatur,” ucap Romla.

Masjid Al-Khoir berada di area perkebunan. Rumah-rumah warga tidak padat. Permukiman ini berdampingan dengan rel kereta api. Warga menyebut suara kereta yang melintas sudah menjadi bagian dari aktivitas harian dan tidak mengganggu kegiatan ibadah.

Baca Juga:  Sekolah di Atas Kebun Teh

Mayoritas masyarakat sebagai petani dan buruh. Bahasa sehari-hari yang dipakai Bahasa Madura dan sebagian Jawa. Akses internet stabil. (#)

Jurnalis Rizal Mazaki Penyunting Sugeng Purwanto