Feature

Kisah Spidol dan Kantong Plastik di Leadership IPM Spemdalas

67
×

Kisah Spidol dan Kantong Plastik di Leadership IPM Spemdalas

Sebarkan artikel ini
IPM Spemdalas
IPM Spemdalas sedang mengikuti game melukis dengan spidor (Tagar.co/Ichwan Arif)

Leadership bisa menjadi sukses ketika kita bisa menjalankan peran dengan tepat. Spidol dan kantong plastik bisa menjadi representatif, bagaimana kita menjalankan tugas itu.

Tagar.co – Ada ‘kisah’ spidol dan kantong plastik panjang di dalam kegiatan Leadership Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dengan tema Reconnect, Reflect, Rise yang diselenggarakan di Dlundung Trawas Mojokerto Jawa Timur, Jumat (31/10/2025)

Setelah mengikuti rangkaian sambutan dan arahan, siswa IPM Spemdalas mengikuti game di kegiatan leadership. Peserta yang sudah dibentuk dalam kelompok, mereka diberikan tugas untuk menggambar rumah, lambang IPM, Pembina IPM, sang surya, dan bentuk gambar lain yang memilki nilai filosofi yang nantinya bisa dijelaskan dalam sesi presentasi.

Kisah spidor tidak hanya sekadar digoreskan 1 orang, tetapi spidol itu dipegang 5-8 siswa dalam 1 kelompok. Maka spidol itupun ditancapkan dalam pipa pvc. Untuk memberikan tantangan dalam bentuk kerja sama, komunikasi, dan kekompakan, maka pipa tersebut diikat beberapa tali. Tali tersebut nantinya dipegang setiap siswa.

Baca Juga:  6 Semangat Pembaruan agar Islam relevan dengan Zaman

Maka, kisah spidol pun mulai digoreskan dalam kertan putih ukuran A3. Mereka pun mulai mengatur strategi. Mulai dari memulai dengan gambar objek apa? Nilai filosofinya apa? Sampai degan keunikan-keunikan yang menggambarkan semangat jiwa IPM.

Mereka diberika waktu hamper 30 menit untuk menggambar. Tiap kelompok pun diberi arahan tidak boleh memegang spidor. Yang diperbolehkan adalah memegang tali berwarna hitam. Komunikasi pun berjalan. Spidol pun mulai menari-nari.

“Agak susah karena kita tidak boleh memegang spidolnya. Kami hanya memegang kendali di tali sehingga komunikasi dan kerja sama kelompok menjadi penentu, baik buruhnya gambar yang kami buat,” kata Ketua Umum IPM Spemdalas Arya Bima.

Dia menuturkan, bukan sekadar goresan objek benda tetapi kami nanti harus bisa mempresentasikan gambar yang kami bikin. “Maka, kami pun harus hati-hati. Rumah yang kami buat kami namakan rumah leadership. Maka, nilai filosofi pun kami buat yang intinya, kami harus mencapai tujuan yaitu IPM harus jaya,” tambahnya.

Leadership IPM Spemdalas pun mengajarkan bagaimana karakter kerja sama, kekompakan, dan komunikasi menjadi penting. “Ketiga karakter itu menjadi kunci. Maka leadership kali ini, kami ingin saling menguatkan satu sama lain,” ungkap Arya Bima.

Baca Juga:  Dari Aula Telogo Sewu, IPM Kids Mugeb Primary School Memulai Petualangan
Leadership
Kegiatan Leadership Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik yang diselenggarakan di Dlundung Trawas Mojokerto Jawa Timur, Jumat (31/10/2025) (Tagar.co/Istimewa)

Game Kerja Sama

Selain menggunakan media spidol, game yang mengangkat kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi juga dilakukan IPM Spemdalas.

Setelah game dengan menggunakan melikus dengan spidol, mereka praktik game menggunakan kantongh palstik Panjang sekitar 50 meter.

Game Leadership
IPM Spemdalas sedang mengikuti game memasukkan air di pipa dengan menggunakan kantong plastik panjang (Tagar.co/Eliza)

Kantong yang dibubungkan dengan kran air, airnya harus bisa mengisi PVC yang sudah dilubangi. Di dalam pipa tersebut terdapat bola yang harus bisa keluar Ketika air penuh.

“Kayaknya mudah, tetapi butuh Upaya dan kerja keras untuk bisa mengisi air di pipa tersebut. Apalagi kantong plastik itu Panjang sehingga butuh kerja sama semua tim bagaimana aliran air bisa menuju ke pipa,” kata Ahmad Rafa Al Baihaqi.

Dia mengungkapkan, butuk kerja keras dan komunikasi yang lancar supaya semua tim bisa saling gotong royong target tercapai.

“Alhamdulillah, butuh waktu 45 menit untuk bisa memenuhi air di pipa dan bola di dalamnya bisa keluar,” akunya. (#)

Jurnalis Ichwan Arif.