
Kemendikdasmen meluncurkan Bulan Guru Nasional 2025 di Jakarta dengan pesan kuat dari Abdul Mu’ti: guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembangun peradaban bangsa.
Tagar.co – Menyambut Peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan Bulan Guru Nasional Tahun 2025 dengan mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”
Peluncuran ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap dedikasi para guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen kuat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Acara peluncuran yang digelar di Sekolah Luar Biasa (SLB) A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, Jumat 31 Oktober 2925, tersebut juga menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pendidikan inklusif, terutama bagi guru dan peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kembali bahwa peran guru tidak hanya sebagai agen pembelajaran, tetapi juga sebagai agen pembangunan peradaban.
“Guru tidak sekadar agen pembelajaran tetapi guru adalah agen dalam membangun peradaban. Tugas guru tidaklah hanya terbatas pada mengajar di kelas atau memenuhi tugas-tugas administrasi belaka, karena sesungguhnya kemuliaan seorang guru itu terletak pada ketulusannya di dalam memberikan layanan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, profesi guru merupakan pilihan mulia karena mereka telah mendedikasikan kemampuan dan waktu untuk membimbing serta memuliakan murid agar tumbuh dan berkembang mencapai cita-cita. Karena itu, Kemendikdasmen terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru, baik ASN maupun non-ASN.
Insentif bagi Guru Honorer
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah peningkatan tunjangan sertifikasi dan bantuan insentif bagi guru honorer.
“Peningkatan tunjangan sertifikasi bagi para guru ASN dan non-ASN terus kami lakukan. Mulai tahun lalu, kami telah memberikan bantuan insentif bagi guru honorer sebesar Rp300 ribu per bulan, dan tahun depan kami naikkan menjadi Rp400 ribu per bulan,” ujarnya.
Selain itu, mulai 2025, Kemendikdasmen juga memberikan beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D-4 atau S-1, untuk melanjutkan studi S-1/D-4 dengan beasiswa sebesar Rp3 juta per semester.
“Tahun 2025 ini sudah kami alokasikan untuk 12.500 guru dan tahun 2026 akan kami tingkatkan untuk 150.000 guru,” tutur Abdul Mu’ti, dikutip dari puslapdik.kemendikdasmen.go.id.

Berbagai Pelatihan
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani menjelaskan bahwa mulai tahun 2026 pemerintah akan menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi guru.
Program tersebut meliputi pelatihan bahasa Inggris sebagai persiapan diberlakukannya mata pelajaran tersebut di kelas 3 SD pada 2027, serta pelatihan bagi guru pendamping anak berkebutuhan khusus yang dibiayai APBN.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelatihan pembelajaran mendalam, kebinekaan, dan peningkatan kompetensi bidang studi.
Pemerintah berkomitmen mengurangi beban administratif agar guru lebih fokus mengembangkan diri. Melalui kebijakan “Hari Belajar Guru,” Kemendikdasmen mendorong pengembangan profesional berkelanjutan di tengah tantangan zaman.
Sebagai bagian dari kebijakan pendidikan inklusif, Kemendikdasmen juga menggelar pelatihan bagi guru pendamping anak berkebutuhan khusus guna memenuhi kekurangan tenaga pendamping di sekolah inklusi maupun sekolah luar biasa.
Penghargaan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan
Pada puncak peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kemendikdasmen akan memberikan penghargaan Anugerah GTK dan Apresiasi GTK bagi guru, tenaga kependidikan, dan tokoh yang memiliki dedikasi serta perhatian besar terhadap dunia pendidikan.
Selama satu bulan penuh, perayaan Bulan Guru Nasional akan diisi dengan berbagai kegiatan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan dinas pendidikan daerah. Salah satunya adalah kampanye nasional bertajuk “Terima Kasih Guruku”, yang mengajak para siswa untuk menyampaikan apresiasi kepada guru melalui media sosial maupun media pembelajaran.
Nunuk berharap perayaan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan kolaborasi antarpendidik serta menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi guru.
“Kami berharap dengan tema Guru Hebat, Indonesia Kuat bisa menjadikan ajaran kita untuk menyatukan langkah dan menghadirkan pendidikan yang bermutu untuk semua di seluruh penjuru negeri,” tutup Nunuk. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












