
Mikhayla Rizkita Kusuma, siswi Mugeb Primary School, peraih juara I MHQ 1 Juz Putri di MTQ Ke-5 PDM Gresik 2025 ingin memahkotai orang tuanya di surga.
Tagar.co — Prestasi membanggakan berhasil Mikhayla Rizkita Kusuma torehkan. Ialah siswi kelas IV SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School). Mikhayla sukses meraih juara I pada cabang Musabaqah Hifzh Al-Qur’an (MHQ) 1 Juz Putri dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-5 PDM Gresik 2025. Perlombaan bergengsi ini terselenggara di Perguruan Muhammadiyah Cerme, Gresik, Jawa Timur, Ahad (13/10/2025).
Perjalanan Mikhayla meniti hafalan Al-Qur’an sudah ia mulai sejak masih duduk di bangku TK. Anak kelahiran Bondowoso ini terdorong untuk menghafal ayat-ayat suci setelah mendengarkan cerita sang guru mengaji.
“Guru mengajiku menceritakan, katanya kalau bisa menghafal Al-Qur’an, nanti di surga bisa kasih mahkota buat orang tua. Terus, ada juga lagu motivasi tentang menghafal Al-Qur’an yang membuatku makin semangat,” tutur anak yang memiliki hobi bersepeda ini.
Di balik kemenangannya, dukungan dari kedua orang tua sangat besar. Baik dalam membimbing maupun memotivasi. Setiap hari, ia rutin melakukan murajaah (mengulang hafalan) bersama ayah dan bundanya. Biasanya setelah subuh atau setelah magrib.
Semangatnya terus terjaga berkat bimbingan dari guru mengajinya saat tinggal di Surabaya, yang merupakan seorang hafiz Qur’an. Hingga kini, sang guru masih sering memantau hafalan Mikhayla melalui panggilan video.

Disiplin Hafalan dan Tekanan Lomba Perdana
Saat ini, Mikhayla telah berhasil menghafal juz 30, juz 1, dan juz 2. Disiplin diri menjadi kunci utama keberhasilannya dalam menghafal.
“Setiap hari harus murajaah. Ketika menambah ayat, aku harus mengulang-ulang sampai 10 kali sampai benar-benar hafal. Ayat yang sebelumnya juga harus murajaah lagi biar tidak sampai lupa,” ujarnya, membagikan tips menghafal Al-Qur’an.
Lomba MTQ kali ini memberikan pengalaman baru bagi Mikhayla. Ini pertama kalinya ia mengikuti lomba yang mengharuskan peserta menginap. Selain ustaz dan ustazah Mugeb Primary School, ayah dan bundanya juga mendampingi Mikhayla secara langsung.
Ketegangan menjelang lomba sempat ia rasakan. “Sebelum masuk ruangan, kami mendapatkan amplop berisi lima soal sambung ayat. Aku sempat khawatir saat melihat ada anak yang kebingungan karena mendapatkan soal yang ayatnya ada di surah Al Muthaffifin dan Al Infithar. Terus, waktu anak itu menjawab, ia disalahkan. Aku takut mendapat soal seperti itu juga,” terangnya.
Namun, Mikhayla bersyukur karena soal yang ia terima cukup mudah baginya dan berhasil ia jawab dengan lancar.
Nada Rost dan Bayati
Penilaian lomba ini tidak hanya berdasarkan pada kelancaran hafalan. Aspek fashohah (ketepatan pengucapan), tajwid (aturan membaca), makhorijul huruf (tempat keluarnya huruf), dan nada juga menjadi penentu kemenangan.
“Kemarin aku menggunakan nada ros dan bayati,” ungkapnya.
Mikhayla mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara. Menurutnya, penampilan peserta lain juga sama-sama bagus.
“Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan soal dengan benar dan lancar. Awalnya sempat grogi, tapi alhamdulillah bisa juara,” ujar Mikhayla sambil tersenyum.
Kemenangan ini menjadi penanda bahwa kerja keras, disiplin, dan dukungan orang tua membuahkan hasil. Ini mendekatkannya pada impian memberikan mahkota kemuliaan bagi ayah dan bundanya di surga kelak. (#)
Jurnalis Mar’atus Sholichah Penyunting Sayyidah Nuriyah












