
Dalam acara Gen Z Future Leader 2025 di Smamsatu Gresik, 65 anggota IPM menitipkan harapan, kegelisahan, dan kritik kebijakan melalui “Surat Cinta untuk Pak Menteri”.
Tagar.co – Sebuah kardus cokelat sederhana bertuliskan “Surat Cinta untuk Pak Menteri” berpindah tangan di aula SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik, Jawa Timur, Sabtu (6/9/2025).
Momen tersebut berlangsung dalam acara Gen-Z Future Leaders 2025 bertema Pelajar Bijak dan Berkarakter, Siap Berdampak di Era Ketidakpastian” yang digelar PW IPM Jatim.
Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur, M. Hengki Pradana, menyerahkannya dengan senyum lebar. Kardus itu diterima hangat oleh Dr. Azaki Khoirudin, S.Pd.I., M.Pd., Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang siang itu tampil dengan batik hijau bercorak dedaunan.
Baca juga: Gen-Z Future Leaders 2025 Digelar di Smamsatu, Tenaga Ahli Mendikdasmen Jadi Narasumber Utama
Hengki dengan jas kuning khas IPM berdiri berdampingan dengan Azaki yang menerima kardus penuh pesan itu. Bagi para pelajar, “surat cinta” tersebut adalah cara menyampaikan aspirasi dengan bahasa yang bersahabat sekaligus mendalam.
Sebelum kardus itu berpindah tangan, ada proses yang penuh makna. Fajar Izzul Muslimin, Sekretaris Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik PD IPM Gresik, yang bertugas sebagai moderator acara, mengajak para peserta menuliskan harapan, kegelisahan, dan kritik mereka di secarik kertas.
Satu per satu pelajar menorehkan isi hati mereka, kemudian melipat kertas itu dengan rapi sebelum memasukkannya ke dalam kardus cokelat yang diedarkan oleh panitia pada peserta. Dari situlah terkumpul 65 surat yang akhirnya diserahkan secara simbolis kepada Azaki.

Pesan dalam Kardus
Di balik kardus sederhana itu tersimpan 65 lembar surat tulisan tangan anggota IPM Kabupaten Gresik. Setiap lembar menghadirkan suara pelajar: harapan, kegelisahan, sekaligus pesan moral tentang masa depan pendidikan Indonesia.
“Harapan untuk pendidikan ke depan bisa memberi dampak positif dan menjadikan pelajar Indonesia lebih kritis,” tulis Aurelia Azarine Nakhwah, anggota Pimpinan Ranting IPM Smamsatu Gresik.
Senada dengan itu, Najibah Nurul Amni menorehkan harapannya, “Agar pendidikan di masa depan mampu memunculkan pelajar yang berkarakter, tangguh, dan bisa memajukan negara Indonesia menjadi negara maju dan makmur.”
Sejumput Kegelisahan
Tidak sedikit surat yang ditulis dengan nada resah, terutama dari siswa kelas 12 yang tengah bersiap menghadapi perguruan tinggi. Syifa Nur Faizzaturrohma, misalnya, menyoroti kebijakan Tes Keterampilan Akademik (TKA) dalam jalur SNBP yang dinilainya mendadak.
“Kenapa harus diadakan tiba-tiba? Kami yang kelas 12 jadi merasa terbebani,” tulis Syifa dalam suratnya.
Namun di balik kegelisahan itu, terselip optimisme. Para pelajar percaya bahwa jika suara mereka benar-benar didengar, arah pendidikan Indonesia akan semakin membaik.
Sekretaris Umum PW IPM Jawa Timur, Liset Syuni, mengatakan, harapan dan kegelisaan para pelajar itu akan diusahakan bisa sampai pada Mendikdasmen Abdul Mu’ti. “Kami berikhtiar demikian,” katanya. (#)
Jurnalis Zada Kanza Makhfiya Mohammad Penyunting Mohammad Nurfatoni












