Feature

Halalbihalal Bani Munadjat: Eratkan Silaturahmi, Raih Kunci Surga

38
×

Halalbihalal Bani Munadjat: Eratkan Silaturahmi, Raih Kunci Surga

Sebarkan artikel ini
Halalbihalal Bani Munadjat menjadi jalan eratkan silaturahmi. Momentum ini juga kesempatan untuk meraih kunci surga. 
Keluarga besar Bani Munadjat yang hadir di halalbihalal. (Tagar.co/Mar’atus Sholihah)

Halalbihalal Bani Munadjat menjadi jalan eratkan silaturahmi. Momentum ini juga kesempatan untuk meraih kunci surga.

Tagar.co – Sengatan matahari siang itu terasa membakar kulit, namun tak mampu meredam semarak perayaan Idulfitri Bani Munadjat. Di jalanan desa yang khas, pemandangan silaturahmi antartetangga masih begitu kental.

Saling sapa, peluk hangat, tawa riang, bahkan beberapa tampak mengabadikan momen dengan swafoto. Kerinduan yang lama tertahan akhirnya menemukan pelampiasan.

Hari kedua Idulfitri 1446 menjadi agenda rutin yang keluarga besar Bani Munadjat nantikan. Di tengah cuaca yang cukup terik, kebahagiaan terpancar jelas dari wajah sanak saudara yang berdatangan satu per satu di kediaman Nur Khozin. Lokasinya terletak di Bojonegoro, Selasa (2/4/2025).

Pemilihan hari kedua Lebaran bukan tanpa alasan. Selain telah menjadi tradisi, momen ini juga memberikan kesempatan bagi anggota keluarga yang mudik ke kampung halaman di Dusun Mantup, Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, untuk turut hadir.

Rombongan pemudik dari Jombang, Sidoarjo, Lamongan, Kediri, dan berbagai daerah lainnya dapat berkumpul bersama di rumah Bojonegoro. Mereka menyempatkan hadir sebelum kembali ke perantauan masing-masing.

Baca Juga:  Dua Kunci Sukses Siswa Spemdalas Juara II Gress of Champions Vol. 2

Sayangnya, berbeda dengan tahun sebelumnya, keluarga dari Negeri Sakura tidak dapat hadir pada perhelatan kali ini. Beberapa anggota keluarga Bani Munadjat memang telah lama tinggal dan berkeluarga di Jepang, sementara sebagian lainnya tengah bekerja di sana.

Sejak 2017, halalbihalal telah menjadi agenda temu kangen rutin Bani Munadjat setiap Hari Raya Idulfitri. Momentum ini menjadi ajang pelepas rindu, tempat berbagi canda gurau, dan mempererat tali silaturahmi antargenerasi.

Suasana keakraban semakin terasa saat para orang tua asyik berbincang. Sementara anak-anak riang gembira berlarian ke sana kemari.

Mengharukan

Ustaz Nanang Amrullah, yang aktif di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang, membuka acara dengan kajian iftitah. Kajian ini menjadi penanda mulainya halalbihalal.

Nanang perlahan membawa ingatan kolektif pada masa lalu dan mengenang para almarhum serta almarhumah keluarga yang telah berpulang. Nama-nama mereka dia sebutkan satu per satu dengan khidmat, seolah terukir jelas dalam ingatan.

Suasana seketika berubah menjadi hening dan haru. Beberapa hadirin memejamkan mata. Isak tangis lirih terdengar, menciptakan sentuhan pilu yang mendalam.

Baca Juga:  Halalbihalal Spemdalas: Siswa Diajak Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Halalbihalal menjadi momen untuk saling mendoakan, mengenang kembali, dan membuka memori tentang mereka yang telah lebih dulu meninggalkan dunia. Bukan untuk melupakan, namun justru sebagai pengingat, kelak kita yang kini ditinggalkan pun akan menyusul.

Momen ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam keluarga, saling membantu, dan mendoakan. Jarak yang terbentang bukanlah penghalang bagi lantunan doa yang senantiasa dapat terpanjatkan.

“Pertemuan kali ini menjadi pertanda keluarga besar Bani Munadjat masih memegang erat tali ukhuwah dan memperkuat silaturahmi,” ujar Abi, sapaan akrab Ustaz Nanang.

“Semoga almarhum dan almarhumah yang telah meninggal diterima ibadahnya, diampunkan dosanya, dan dilapangkan kuburnya,” doanya.

Lebih lanjut, dia menambahkan, “Silaturahmi tidak hanya tentang mempererat tali persaudaraan, melainkan juga memperluas rezeki, momentum mendekatkan diri kepada Allah, memperpanjang usia, hingga menjadi salah satu langkah untuk mendapatkan kunci surga.”

Dia kemudian mengutip sebuah hadist yang artinya: “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga:  Kepala DLH Magetan Apresiasi Aksi Kader Muda Muhammadiyah

Ustaz Miftahul Umar dari Sidoarjo memimpin doa bersama. Hal ini menutup momentum halalbihalal.

Kebersamaan berlanjut dengan santap siang berbagai hidangan khas Lebaran. Seperti lontong sayur, opor, bakso, nasi jagung, dan es buah.

Puncak acara berikutnya, penentuan tuan rumah Halalbihalal 1447. Alhasil, ada kesepakatan bertempat di kediaman pasangan Amaliyatun dan Shodikun. (#)

Jurnalis Bayu Firdaus Penyunting Sayyidah Nuriyah