
Setiap manusia termasuk dalam salah satu dari empat golongan menurut hadis Rasulullah Saw. Dua dicintai Allah, dua dibenci-Nya. Termasuk golongan mana kita!
Tagar.co – Setiap manusia menempati salah satu dari empat golongan yang disebutkan dalam hadis Rasulullah Saw. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Ja’far Shodiq dalam kultum Tarawih di Masjid Baitul Hasanah, Perumahan Ambarawa Residence, Pojoksari, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (3/3/25).
Baca juga: Menelusuri Makna ‘Marhaban ya Ramadan’
Dalam ceramahnya pada malam keempat Ramadan, Ustaz Ja’far Shodiq mengutip sebuah hadis yang menyebutkan bahwa manusia terbagi menjadi empat golongan. Dua di antaranya adalah golongan yang dicintai oleh Allah Swt, sedangkan dua lainnya merupakan golongan yang dibenci oleh-Nya.

Empat Golongan Manusia
Ustaz Ja’far Shodiq menjelaskan bahwa golongan pertama adalah mereka yang diberikan ilmu agama, ahli ibadah, dan diberi kekayaan oleh Allah Swt. Kekayaan dan ilmunya digunakan sebagai sarana untuk taat kepada Allah dan berbuat kebajikan, termasuk bersedekah.
Golongan kedua adalah orang yang memiliki ilmu agama dan menjadi ahli ibadah, tetapi tidak memiliki kekayaan. Meski demikian, mereka berkeinginan kuat untuk bersedekah seperti golongan pertama. Niat baik ini tetap mendapatkan pahala dari Allah Swt.
Golongan ketiga terdiri dari orang-orang yang tidak memiliki ilmu agama dan bukan ahli ibadah, tetapi mereka memiliki kekayaan. Sayangnya, harta yang dimiliki tidak digunakan untuk kebaikan, melainkan untuk bermaksiat. Karena itu, mereka termasuk golongan yang dibenci oleh Allah.
Golongan keempat adalah mereka yang tidak memiliki ilmu agama, bukan ahli ibadah, dan tidak pula diberi kekayaan. Namun, mereka tetap berkeinginan untuk melakukan hal yang sama seperti golongan ketiga, sehingga mereka pun mendapatkan dosa yang serupa.

Refleksi di Bulan Ramadan
Menutup tausiahnya, Ustaz Ja’far Shodiq mengajak jemaah untuk bercermin dan menentukan di golongan mana mereka berada.
“Jika kita berada di golongan pertama, masyaallah, itu adalah yang terbaik. Jika belum, setidaknya kita menjadi bagian dari golongan kedua yang tetap berilmu dan beribadah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar menjauhi golongan ketiga dan keempat, yang justru menjerumuskan manusia ke dalam kebinasaan. Ramadan, sebagai bulan penuh berkah, menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak sedekah, serta memohon ampunan kepada Allah Swt.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. dalam hadis riwayat Bukhari: “Man sama ramadana imanan wahtisaban gufira lahu matakaddama min zanbih (Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu).”
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya berbagi di bulan suci ini, seperti menyediakan makanan berbuka puasa. Rasulullah Saw. bersabda, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (H.R. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dengan demikian, Ramadan adalah momen untuk memperbaiki diri dan berlomba-lomba dalam kebaikan agar termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Allah Swt. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












