
Ekspresimu-Ekspedisi Syiar Muhammadiyah-2025 di Gresik tak hanya berkurban, tapi juga hadirkan layanan ramah anak dari Nasyiatul Aisyiyah. Mereka mengedukasi kebersihan lingkungan sejak dini secara interaktif.
Tagar.co – Ekspedisi Syiar Muhammadiyah (Ekspresimu) Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) 2025 menghadirkan beragam rangkaian bakti sosial kurban. Di Kompleks Masjid Al Jihad Sidomukti, Bungah, Gresik, Kamis (5/6/2025) pagi, terdapat layanan khusus anak-anak yang menjadi bagian istimewa.
Layanan ini namanya Koper Corner. Dua koper kuning berisi buku dan mainan anak siap mewarnai pagi yang cerah itu.
Sebagai organisasi yang ramah anak, Nasyiatul Aisyiyah yang anggotanya mayoritas perempuan muda di bawah 40 tahun, secara interaktif mengedukasi anak-anak. Selain anak-anak kader Nasyiah yang hadir mendampingi ibunda berorganisasi, AMM juga turut mengundang anak-anak warga setempat untuk berkumpul di samping halaman Masjid Al Jihad.
Sejak pukul 07.00 WIB, kader Nasyiah Gresik dibantu Pemuda Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyiapkan banner dan terpal. Mereka bekerja sama menciptakan ruang terbuka yang nyaman bagi anak di momen Ekspresimu.
Pasalnya, suasana gembira dan edukatif menjadi prioritas. Kegiatan bermula dengan sesi ice breaking yang bersama Iffah Nihayati, S.Psi, kader PCNA Bungah. Ia mengajak anak-anak bermain, menyanyi, dan bertepuk tangan. Senyum dan tawa pun akhirnya merekah dari wajah-wajah mungil yang semula malu-malu.
Setelah menyanyikan lagu “Ikan Berenang” dengan gerakan yang ceria, perempuan yang akrab disapa Niha itu mengajak peserta untuk “Tepuk Semangat” dan “Tepuk Jempol”, membakar antusiasme mereka. Selanjutnya, Niha mempersilakan Sofwan Elghifari, anak kader Nasyiah, untuk maju.
El, sapaan akrabnya, dengan percaya diri menyanyikan “Daging Hewan Kurban” dengan nada lagu “Potong Bebek Angsa”. Di penghujung sesi bernyanyi, Mauren, seorang anak warga setempat, turut memeriahkan suasana dengan lagu “Pelangi”. Setelah suasana mencair, Niha mengajak mereka untuk mendengarkan cerita.

Buang Sampah Bersama “Tongki”
Bagian cerita interaktif Maftuchatus Saidah, S.Pd hadirkan. Ialah Wakil Ketua PDNA Gresik yang membidangi Departemen Kesehatan dan Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (LHPB).
Iid, sapaan akrabnya, membacakan nyaring buku Halo Balita seri value. Judulnya “Aku Belajar Membuang Sampah” karya tim redaksi dan Irfan Amalee dengan ilustrator Aira Rumi.
“Siapa yang suka membuang sampah sembarangan? Siapa yang suka membuang sampah di tempatnya?” tanya Iid, sapaan akrabnya.
Ibu dua anak itu ingin memancing rasa ingin tahu anak-anak. Serentak, tangan-tangan kecil terangkat. Sebelum melanjutkan membaca, ia mengajak anak-anak untuk membaca basmalah bersama.
“Hari ini hujan deras sekali. Ibu, airnya masuk ke rumah,” kata Iid, menirukan tokoh Sali dalam cerita.
Iid pun bertanya, “Siapa yang suka hujan-hujanan? Segar ya?” Anak-anak kompak mengiyakan.
“Sali, tolong ambilkan sarung tangan dan payung ya,” pinta ibu dalam cerita, yang dibacakan Iid dengan suara lebih berat.
Ia lalu melontarkan pertanyaan, “Siapa yang kalau diminta tolong langsung bergegas? Oke, berarti anak hebat!”
Ternyata, Sali terpeleset kulit pisang yang dia buang sendiri. Ibunya kemudian menjelaskan bahwa membuang sampah sembarangan dapat membuat selokan tersumbat. Akhirnya, sang ibu memberikan Tongki, tong sampah lucu berbentuk panda.
Ibunya memotivasi, “Tongki sangat senang jika kita memasukkan sampah ke mulutnya.”
Saat Tongki sudah penuh sampah, Sali berteriak, “Ibu, Tongki sudah kenyang!”

Kenalkan Jenis Tempat Sampah
Ibu lalu memperkenalkan teman-teman Tongki, tempat sampah lainnya. Di sinilah Iid mengajak anak-anak berkenalan dengan Tongki pertama yang khusus untuk sayur, bawang merah, daun, dan kulit buah.
Adapun Tongki kedua berisi kertas dan yang ketiga untuk kantong plastik. Iid sangat interaktif selama membacakan nyaring buku terbitan Mizan setebal 27 halaman pagi itu.
Meskipun panas terik, anak-anak tetap antusias dan fokus mendengarkan. Di akhir sesi, ia mempersilakan anak-anak untuk membaca buku sepuasnya. “Bonekanya boleh diceritakan seperti Kak Iid ini ya,” ujarnya.
Setelah mendengarkan cerita, mereka belajar membuang sampah secara langsung bersama Esti Darmawati, S.Ant. Iid maupun Esti saat ini menjadi Duta Green Nasyiah, yang aktif menyuarakan pentingnya menjaga lingkungan.
Sebagai penutup, mereka mengajak anak-anak berkreasi membuat sate buah. Para peserta yang terdiri dari 15 anak itu pun lahap mencicipi sate buah melon, semangka, dan stroberi. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












