Feature

Dinamika IDI: Tantangan dan Harapan di Muktamar XXXII

34
×

Dinamika IDI: Tantangan dan Harapan di Muktamar XXXII

Sebarkan artikel ini

Muktamar XXXII IDI akan berlangsung pada 12-15 Februari 2025 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Saat ini IDI menghadapi tantangan internal dan eksternal yang menguji soliditas organisasi.

Oleh: dr. Mohamad Isa, Sp.P. Ketua IDI Wilayah Kalimantan Selatan Tahun 2007-2013

Tagar.co – Setiap organisasi memiliki agenda rapat besar organisasi. Ada kongres, rapat umum, atau muktamar. Untuk organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), digunakan istilah muktamar sebagai rapat tertinggi untuk membahas dan memutuskan hal-hal strategis.

Muktamar IDI diikuti oleh seluruh komponen organisasi, mulai dari utusan cabang di seluruh Indonesia, pengurus wilayah, majelis-majelis, hingga pengurus pusat IDI. Keputusan dalam muktamar diambil melalui sidang pleno dan komisi-komisi yang bermusyawarah. Salah satu keputusan penting yang diambil adalah pemilihan ketua IDI pusat untuk masa jabatan tiga tahun ke depan.

Tema Muktamar

Tema yang diusung pada Muktamar IDI XXXII kali ini adalah: Membangun Soliditas dalam Beradaptasi untuk Mewujudkan IDI yang Berkemajuan.

Tema ini menggambarkan pentingnya persatuan dan solidaritas antardokter dalam menghadapi tantangan baru di dunia kesehatan. Di tengah situasi yang dinamis dan berkembang, IDI diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan dan tetap fokus pada misinya, yaitu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia serta menyesuaikan diri dengan regulasi yang ada.

Baca Juga:  Ingin Damai tapi Mengajak Perang

Baca juga: Polemik Jaga RS dalam Pendidikan Profesi Dokter: Antara Kebutuhan Belajar dan Sikap Mental

Soliditas yang kuat di antara para dokter dianggap sebagai kunci dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti dampak perubahan iklim terhadap kesehatan, epidemi baru, hingga perkembangan teknologi medis. Dengan kekompakan ini, IDI diharapkan dapat menjaga marwahnya sebagai organisasi yang berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi kemajuan organisasi dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Berkemajuan yang dimaksud adalah IDI sebagai organisasi yang mendorong anggotanya untuk terus belajar mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, IDI juga diharapkan mampu menciptakan terobosan spektakuler agar lebih berdaya saing dan maju dibandingkan negara-negara lain.

Dinamika IDI

Saat ini terdapat dinamika di IDI, baik di internal maupun eksternal. Dalam dinamika internal, terjadi penurunan sense of belonging anggota terhadap IDI. Beberapa kegiatan IDI di cabang dan wilayah kurang mendapat respons antusias dari anggota.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya rasa keterikatan anggota dengan IDI, terutama setelah rekomendasi dari IDI tidak lagi menjadi syarat dalam perizinan praktik dokter. Selain itu, pemahaman anggota mengenai hak dan kewajiban sebagai bagian dari IDI masih rendah. Ini merupakan tantangan yang harus diatasi.

Baca Juga:  11 Manfaat Puasa bagi Kesehatan, 7 Tip Menjalankannya secara Optimal

Adapun salah satu dinamika eksternal yang dihadapi IDI adalah hubungan yang kurang harmonis dengan Kementerian Kesehatan. Ketidakharmonisan ini terjadi akibat komunikasi yang kurang efektif, sehingga kepercayaan Kementerian Kesehatan terhadap organisasi profesi menurun.

Selain itu, ada upaya untuk memecah belah organisasi profesi dokter dengan munculnya organisasi profesi dokter yang baru.

Memperhatikan dinamikan itu, maka ke depan, IDI diharapkan mampu:

  • Mempertahankan independensi organisasi profesi demi kebaikan organisasi.
  • Menjadi mitra bagi semua komponen bangsa untuk Indonesia yang lebih maju dan terpercaya.
  • Membuat inovasi kegiatan yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat.
  • Mandiri dalam hal sarana dan prasarana organisasi.
  • Meningkatkan kompetensi anggota agar lebih terpercaya di kancah nasional maupun internasional.
  • Mengawal jalannya muktamar agar sukses dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat.

Selamat bermuktamar, semoga sukses! (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni