
Langkah kecil penuh semangat itu menjadi warna tersendiri di pawai taaruf MTQ Ke-5 PDM Gresik. Grup drumben Surya Nada SD Al-Islam Cerme sukses menampilkan irama siar yang menggugah, membuktikan bahwa cinta Al-Qur’an bisa disampaikan dengan nada dan harmoni.
Tagar.co — Langit Cerme siang itu tampak cerah membakar semangat. Di tengah terik yang menyengat, derap langkah puluhan siswa SD Al-Islam Cerme terdengar kompak, menyatu dengan irama bass drum dan denting pianika yang nyaring.
Sejak pukul 14.00 WIB, halaman Masjid Sabilul Muttaqin Morowudi mulai ramai oleh peserta pawai. Tepat pukul 15.30 WIB, tabuhan drum pertama menandai dimulainya perjalanan mereka menuju Perguruan Muhammadiyah Cerme.
Baca juga: MTQ Ke-5 PDM Gresik Dibuka dengan Aksi Memukau Dua Tim Drumben
Anak-anak Surya Nada tampil dalam dua kelompok formasi. Di barisan depan, seragam merah, biru, dan pink berkilau diterpa sinar matahari, lengkap dengan topi bintang berumbai bulu ungu muda yang bergoyang anggun di setiap hentakan.
Sementara itu, di bagian belakang, barisan dengan seragam merah mencolok memainkan instrumen perkusi besar—bass drum, cymbal, dan snare—yang menjadi penguat ritme utama.
Perpaduan dua warna formasi itu menciptakan harmoni visual dan musikal yang menarik perhatian penonton di sepanjang jalan.
Merekalah kelompok drumben Surya Nada SD Al-Islam, peserta paling muda dalam pawai ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Mereka berbaris gagah memimpin rombongan ibu-ibu ‘Aisyiyah Cabang Cerme dan santri TPQ Sabilul Muttaqin.
Anak-anak tampil luar biasa. Mereka percaya diri, meski udara panas. Momen paling berkesan terjadi ketika seluruh anggota drumband serentak menyanyikan lagu Sang Surya tanpa iringan musik.
Suara polos dan merdu itu menggema di udara, menciptakan suasana haru yang membuat banyak penonton spontan mengangkat ponsel untuk merekamnya.

Kerja Sama dan Cinta Al-Qur’an di Balik Layar
Kepala SD Al-Islam Cerme, Cicik Indrawati, S.Ag., tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Anak-anak latihan penuh semangat. Terima kasih kepada pelatih, Bapak Dodik dan Bapak Immawan, juga guru dan orang tua yang selalu mendukung,” ujarnya.
Menurut Cicik, anggota drumbensebagian besar masih siswa kelas rendah dan belum pernah tampil di ajang besar. “Meski persiapannya singkat, mereka bisa tampil luar biasa. Ini bukan sekadar hiburan, tapi pembelajaran karakter — tentang disiplin, tanggung jawab, dan cinta pada Al-Qur’an,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini menjadi sarana mengenalkan syiar Islam sejak dini. “Semoga mereka tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang mencintai seni, disiplin, dan nilai-nilai keislaman,” pungkasnya. (#)
Jurnalis Mardiyana Z. Penyunting Mohammad Nurfatoni












