
Di laboratorium komputer SD Al-Islam Cerme, siswa kelas VI menjalani tryout TKA dengan tertib. Kegiatan ini melatih mental sekaligus menguatkan kesiapan menghadapi ujian sebenarnya.
Tagar.co – Suasana laboratorium komputer SD Al-Islam Cerme, Gresik, Jawa Timur, tampak berbeda pada Rabu (11/2/2026). Sejak pagi, puluhan siswa kelas VI hadir dengan wajah serius namun penuh semangat. Mereka mengikuti tryout Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar serentak se-Kabupaten Gresik sebagai bagian dari pemetaan kesiapan menjelang evaluasi akhir.
Baca juga: SD Al-Islam Dorong Kesiapan Siswa Kelas Enam Hadapi TKA
Sebanyak 54 siswa mengikuti ujian berbasis daring dengan menggunakan komputer dan laptop yang telah disiapkan sekolah. Mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika. Pelaksanaan dibagi dalam tiga sesi untuk memastikan kelancaran teknis dan kenyamanan peserta.
Sesi pertama dan kedua masing-masing diikuti 20 siswa, sementara sesi ketiga diikuti oleh peserta lainnya. Pembagian ini membuat pelaksanaan ujian berlangsung tertib, minim gangguan, dan tetap kondusif.
Sejak awal, kedisiplinan sudah terasa. Para siswa datang tepat waktu dan menyimak pengarahan panitia sebelum memasuki ruang ujian. Mereka kemudian mengerjakan soal secara mandiri melalui sistem digital, mulai dari proses login hingga pengiriman jawaban.
Kepala SD Al-Islam, Cicik Indrawati, S.Ag., menegaskan bahwa tryout ini bukan sekadar tentang angka. “Kegiatan ini bertujuan mengukur kemampuan akademik, sekaligus melatih kesiapan mental, kedisiplinan, serta keterampilan siswa dalam menggunakan teknologi digital. Ini adalah pemetaan penting agar kami bisa memberikan penguatan pembelajaran yang tepat sebelum ujian yang sebenarnya,” ujarnya.
Pelaksanaan teknis dikawal oleh Nur Hidayati, S.Pd. selaku proktor dan Halimatul Aslamia, S.Si. sebagai teknisi. Bersama tim, mereka memastikan seluruh infrastruktur—mulai dari jaringan internet hingga perangkat Chromebook—dalam kondisi optimal. Guru pendamping juga bersiaga untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin muncul.
Bagi siswa, pengalaman ini menjadi pembelajaran tersendiri. Sistem ujian daring menuntut kemandirian, ketelitian, dan ketenangan. Beberapa siswa mengaku sempat merasa gugup, namun dukungan guru membantu mereka tetap fokus dan percaya diri.
Tryout ini sekaligus menegaskan komitmen SD Al Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah yang mengusung visi Islami dan berprestasi ini terus berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Hasil tryout nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat materi pembelajaran siswa. Dengan demikian, mereka tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang secara mental dan adaptif terhadap sistem berbasis digital.
Penulis Mardiyana Zulifah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












