Feature

Berbagi hingga ke Pelosok: Kurban 16 Sapi dan 6 Kambing dari Yayasan Masjid Subulussalam

53
×

Berbagi hingga ke Pelosok: Kurban 16 Sapi dan 6 Kambing dari Yayasan Masjid Subulussalam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi AI

Yayasan Masjid Subulussalam GWA Sidoarjo menyembelih 16 sapi dan 6 kambing kurban. Dagingnya disalurkan ke masyarakat prasejahtera di sembilan kota dan kabupaten di Jawa Timur.

Tagar.co — Hari Raya Iduladha menjadi momentum berbagi dan menebar kepedulian bagi Yayasan Masjid Subulussalam Griyo Wage Asri (GWA) Sidoarjo. Pada Jumat, 6 Juni 2025, bertepatan dengan 10 Zulhijah 1446, yayasan ini menyembelih dan mendistribusikan 16 ekor sapi dan 6 ekor kambing kurban ke berbagai wilayah di Jawa Timur.

Penyembelihan hewan kurban dilakukan di halaman depan Masjid Subulussalam dengan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Sejak pagi, panitia yang telah berpengalaman menangani kegiatan tahunan ini tampak sigap mengatur proses penyembelihan hingga distribusi.

Baca juga: Kurban Menembus Hutan: Kisah Perjuangan demi Mualaf di Pedalaman Kalbar

Pelaksanaan penyembelihan berlangsung dengan lancar dan tertib berkat kesiapan serta kesigapan panitia kurban yang telah berpengalaman menangani kegiatan ini setiap tahunnya. Proses distribusi daging kurban dilakukan secara adil, amanah, dan terorganisir, dengan sasaran utama kaum dhuafa serta masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Distribusi daging tidak hanya dilakukan di sekitar lingkungan masjid. Berkat jejaring sosial yang luas dan kerja sama dengan tokoh masyarakat setempat, kurban tahun ini menjangkau sembilan kabupaten/kota di Jawa Timur: Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Lamongan, Jombang, Kediri, Bojonegoro, Pasuruan, dan Probolinggo.

Sebagian besar penerima adalah kaum dhuafa dan warga dari kalangan prasejahtera. Selain penyaluran melalui jejaring daerah, ratusan warga juga datang langsung ke lokasi penyembelihan untuk menerima paket daging dengan membawa kupon resmi maupun secara mandiri.

Prof. Dr. Kacung Marijan, M.A., Ketua Yayasan Masjid Subulussalam GWA Sidoarjo, menyampaikan rasa syukurnya atas amanah yang telah diberikan para pekurban.

“Atas nama seluruh jajaran panitia, takmir, dan yayasan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pekurban dan keluarganya. Semoga Allah Swt. menerima ibadah kurban ini dan melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada mereka,” ujarnya.

Bagi Yayasan Subulussalam, Iduladha bukan semata seremoni ibadah tahunan, melainkan juga sarana dakwah sosial dan pemberdayaan umat. Komitmen ini tercermin dari penyelenggaraan kurban yang terencana dan tepat sasaran.

“Iduladha adalah teladan kepedulian sosial dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kami ingin meneladani semangat itu melalui tindakan nyata,” tutup Prof. Kacung.

Jurnasi Ulul Albab Penyunting Mohammad Nurfatoni