
Proses pengasahan batu akik seperti proses belajar yang dijalani para peserta English Camp. Awalnya, bongkahan batu biasa tidak memiliki nilai yang berarti, sama seperti batu-batu pada umumnya.
Tagar.co – Memasuki hari ketiga pelaksanaan English Camp, para peserta SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya mendapatkan tausiah Zuhur yang unik dan inspiratif, Rabu (25/12/2024). Kali ini, batu akik menjadi analogi menarik untuk memotivasi para peserta dalam menuntut ilmu.
Seperti hari-hari sebelumnya, kegiatan English Camp dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Para peserta secara bergantian mendapatkan materi bahasa Inggris dan Korea. Sesi pagi berlangsung hingga pukul 11.30 WIB dan dilanjutkan dengan salat Zuhur berjemaah.
Baca juga: Hangatnya Perhatian Siswa SD Musix pada Gurunya di Kampung Inggris
Pada kesempatan ini, Nurun Naharo, S.Ag., M.Pd.I., guru kelas 3-B SD Musix, bertindak sebagai imam sekaligus penceramah. Salat Zuhur dan Asar dilaksanakan secara jamak qasar.
“Anak-anak, pernahkah kalian melihat batu akik?” tanya Ustaz Nur, sapaan akrab Nurun Naharo, mengawali tausiahnya. Ia kemudian menjelaskan proses panjang yang harus dilalui sebuah batu biasa hingga menjadi batu akik yang indah dan bernilai tinggi.
“Untuk menjadi batu perhiasan, batu tersebut harus diasah dan digosok berkali-kali hingga hilang sifat kasarnya, sampai mengkilap dan memancarkan warna-warni yang memikat,” jelasnya.
Ia mengibaratkan proses pengasahan batu akik dengan proses belajar yang dijalani para peserta English Camp. Awalnya, bongkahan batu biasa tidak memiliki nilai yang berarti, sama seperti batu-batu pada umumnya.
“Mungkin jika dijual untuk bahan bangunan, satu truk batu hanya dihargai 250 ribu rupiah,” ujarnya.
Namun, setelah melewati proses pengasahan yang panjang, batu tersebut berubah menjadi batu akik yang bernilai tinggi. “Kalau sudah menjadi batu akik yang indah, orang berani membelinya ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah per butirnya,” imbuh Ustaz Nur.
Nur mengumpamakan para peserta yang tengah mengikuti English Camp, jauh dari orang tua, sedang “diasah” untuk menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, anak-anak yang memiliki “nilai jual” tinggi di masa depan.
“Maka, manfaatkan kesempatan berharga ini untuk belajar mandiri dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya,” pesannya kepada para peserta.
Mengakhiri tausiahnya, Nur mengutip Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11:
“يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ”
Yang artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Tausiah inspiratif ini diharapkan dapat memotivasi para peserta English Camp SD Musix untuk terus semangat belajar dan meraih prestasi gemilang. (#)
Jurnalis Basirun|Penyunting Mohammad Nurfatoni












