
Mahasiswa KKN UM Surabaya edukasi siswa TK Muslimat 45 Mojokerto tentang pilah sampah. Mereka juga dirikan bank sampah untuk edukasi dan ekonomi.
Tagar.co — Pada ruang kelas berdinding hijau, dengan hiasan gambar ikan-ikan jumbo, tampak ramai di TK Muslimat 45 Mojokerto. Di dalamnya, puluhan anak berseragam Pramuka maupun berbusana muslim duduk rapi menyimak penjelasan seorang mahasiswa.
Pagi itu, Lutfiah Rohmawati, mahasiswa KKN Kelompok 14 UM Surabaya, memberikan penyuluhan tentang cara memilah sampah anorganik, seperti plastik, kertas, dan kaleng, Sabtu (16/8/2025).
“Anak-anak, sampah-sampah ini jangan dibuang sembarangan ya. Nanti bisa kita kumpulkan dan jual lagi,” ujar Lutfiah dengan bahasa yang sederhana.
Para guru yang mendampingi merespons positif. Mereka sigap mengondisikan siswa agar tetap fokus menyimak. Lewat pendekatan yang interaktif ini, Lutfiah berharap anak-anak bisa membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Berbagi Bantuan Pangan untuk Warga Desa Pesanggrahan

Bank Sampah untuk Edukasi dan Ekonomi
Tak hanya penyuluhan, kelompok mahasiswa KKN ini juga mendirikan bank sampah di lingkungan sekolah. Bank sampah tersebut berupa keranjang kotak berukuran 1x1x1 meter.
Delapan mahasiswa laki-laki yang tergabung dalam kelompok 14 itu membuatnya selama dua hari penuh, 14–15 Agustus. Mereka merangkai kerangka kayu, memasang bagian jaring-jaring penampung sampah, hingga mengecatnya dengan warna biru yang menarik.
Pagi itu, anak-anak langsung mempraktikkan cara membuang botol plastik bekas ke bank sampah raksasa itu. Sampah yang terkumpul di bank sampah akan mereka jual kepada pihak pengelola, menghasilkan nilai ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua Kelompok 14, Muhammad Zidane, mengungkap, proses pembuatan yang penuh semangat ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa bermula dari langkah sederhana dan kreatif. Warna catnya yang ramah anak harapannya semakin memotivasi siswa TK Muslimat 45 Mojokerto untuk rutin menggunakannya.
Baca Juga: Rayakan HUT RI, Mahasiswa KKN UM Surabaya Kuatkan Kekeluargaan dan Sportivitas

Harapan untuk Masa Depan Hijau
Lebih lanjut, Zidane menyampaikan harapannya agar program ini terus berlanjut. “Dengan memulai sejak usia dini, kami yakin anak-anak bisa menjadi agen perubahan lingkungan yang peduli dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan orang tua. Mereka menyambut baik upaya UM Surabaya dalam memberdayakan masyarakat lokal agar lebih peduli terhadap lingkungan hidup.
Lewat program ini, Zidane dan timnya pun berharap, kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah akan terus meningkat, khususnya di tingkat pendidikan dasar. “Tentu saja, kami ingin mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. (#)
Jurnalis Lutfiah Rohmawati Penyunting Sayyidah Nuriyah












