Rileks

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai: Mengalir Bersama Kehidupan

82
×

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai: Mengalir Bersama Kehidupan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pedagang pasar terapung ditarik menggunakan kelotok (perahu bermesin) melintas di sungai Martapura menuju tempat pelaksanaan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung di kawasan Tugu 0 Km Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Antara/Bayu Pratama S/pras).

Di Banjarmasin, sungai bukan hanya jalur air—mereka adalah urat nadi yang menghidupkan ekonomi, sosial, dan budaya kota. Mari telusuri lintasannya.

Oleh dr. Mohamad Isa

Tagar.co – Bila berjalan-jalan di Kota Banjarmasin, akan tampak banyak sungai dan jembatan. Di daerah perkampungan, suasana kehidupan sungai sangat terasa. Urat nadi ekonomi maupun sosial kota ini tidak lepas dari kehadiran sungai.

Baca juga: Seabad Muhammadiyah Alabio: Dari Sungai Negara Memancar Dakwah ke Kalimantan

Lintasan Sungai di Banjarmasin

Penamaan “Banjarmasin, Kota Seribu Sungai” hanyalah kiasan untuk menggambarkan banyaknya sungai di kota ini. Menurut data statistik, terdapat 290 sungai dan anak sungai di Banjarmasin. Beberapa sungai yang melintasi kota antara lain:

1. Sungai Barito
1.1 Sungai Martapura

  • 1.1.1 Sungai Kelayan

    • 1.1.1.1 Sungai Pemurus

    • 1.1.1.2 Sungai Tatah Belayung

    • 1.1.1.3 Sungai Tatah Bangkal

  • 1.1.2 Sungai Pekapuran

    • 1.1.2.1 Sungai Bumi Mas

      • 1.1.2.1.1 Sungai Ahmad Yani HBI

  • 1.1.3 Sungai Veteran

    • 1.1.3.1 Sungai Jalan Gatot Subroto

  • 1.1.4 Sungai Awang

    • 1.1.4.1 Sungai Andai

  • 1.1.5 Sungai Bagau

Baca Juga:  Menelisik Resep Kemajuan Cina: Catatan Perjalanan ke Shenzhen

1.2 Sungai Alalak

  • 1.2.1 Sungai Terantang

    • 1.2.1.1 Sungai Jejangkit

1.3 Sungai Kuin

  • 1.3.1 Sungai Unlam

  • 1.3.2 Sungai Kuin Utara

1.4 Sungai Belitung

  • 1.4.1 Sungai Simpang Belitung

  • 1.4.2 Sungai Saka Permai

1.5 Sungai Zafri Zamzam

  • 1.5.1 Sungai Banawa

1.6 Sungai Pelambuan

1.7 Sungai Sutoyo

  • 1.7.1 Sungai Tatas

  • 1.7.2 Sungai Belasung

Penulis dengan latar belakang Sungai Pemurus. (Tagar.co/Istimewa)

Sungai sebagai Urat Nadi

Istilah “urat nadi” menggambarkan sesuatu yang sangat penting. Pada manusia, jika urat nadi terputus atau tersumbat, dapat menimbulkan komplikasi atau musibah, seperti infark miokard akut, stroke trombus, emboli paru, atau trombosis vena dalam.

Aliran sungai juga bagaikan urat nadi yang saling terhubung. Oleh karena itu, aliran sungai harus dijaga agar tetap lancar. Penyumbatan sungai dapat menyebabkan banjir.

Faktor yang Menghambat Aliran Sungai

  • Sampah yang menumpuk di sungai, khususnya sampah plastik.

  • Bangunan yang menghalangi atau menutupi aliran sungai.

  • Tumbuhan yang hidup di air.

  • Pendangkalan sungai.

  • Penyempitan sungai.

Penulis di Dermaga Masjid Sultan Suriansyah setelah berjalan pagi menyusuri Sungai Kuin. (Tagar.co/Istimewa)

Solusi

  • Komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menjaga serta peduli terhadap kelestarian sungai.

  • Optimalisasi petugas yang bertanggung jawab terhadap keberadaan sungai dan saluran air (got), seperti struktur desa yang menjaga aliran air (Jogo Tirto).

  • Sanksi tegas bagi yang membuang sampah sembarangan atau membangun bangunan yang tidak sesuai peruntukannya.

  • Gotong royong dan kerja bakti membersihkan got atau sungai sebagai bentuk self of belonging (rasa memiliki).

  • Pengadaan alat-alat modern untuk pembersihan dan pengerukan sungai.

  • Penyelenggaraan lomba kebersihan sungai.

Baca Juga:  Silaturahmi Alumni FK ULM di Samarinda, Merajut Kembali Ikatan Guru dan Murid

Untuk menjaga kelestarian sungai, diperlukan komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa. Jika negara lain mampu menjaga sungainya, kita pun pasti bisa.

Banjarmasin, 29 November 2025

Penyunting Mohammad Nurfatoni