Feature

Silaturahmi Alumni FK ULM di Samarinda, Merajut Kembali Ikatan Guru dan Murid

×

Silaturahmi Alumni FK ULM di Samarinda, Merajut Kembali Ikatan Guru dan Murid

Sebarkan artikel ini
Silahturahmi dengan alumni FK ULM di Samarinda.

Perjalanan ke Samarinda menjadi momen bermakna bagi dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat untuk bersua kembali dengan para alumni lintas angkatan yang kini mengabdi di berbagai lini layanan kesehatan Kalimantan.

Oleh dr. Mohamad Isa; Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Tagar.co – Samarinda, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, menjadi persinggahan penting dalam perjalanan silaturahmi bersama alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM). Kota di tepian Mahakam ini bukan sekadar tujuan geografis, melainkan ruang perjumpaan yang mengikat kembali memori, nilai, dan ikatan guru–murid yang telah terjalin puluhan tahun.

Silaturahmi ini mempertemukan penulis dengan para alumni FK ULM yang kini mengabdikan diri di berbagai rumah sakit dan institusi kesehatan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Baca juga: Tenggarong yang Tenang: Menyusuri Jejak Sejarah dan Wajah Kota di Tepian Mahakam

Ketua Alumni FK ULM Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Rustam Effendi, menyampaikan bahwa alumni FK ULM tersebar luas dan berkiprah di beragam lini pelayanan kesehatan, baik sebagai klinisi, pendidik, maupun pengelola rumah sakit.

Alumnus FK ULM angkatan 1994 itu saat ini menjabat sebagai Direktur RS Pupuk Kaltim di Bontang. Perannya menjadi contoh bagaimana alumni FK ULM tidak hanya tumbuh secara profesional, tetapi juga berkontribusi strategis bagi sistem kesehatan di daerah.

Baca Juga:  Silaturahmi 670 Kilometer: Menyusuri Kalimantan dari Banjarmasin ke IKN hingga Tenggarong

Jejak Sejarah FK ULM

FK ULM memiliki sejarah panjang yang berangkat dari semangat membangun layanan kesehatan di Kalimantan. Program Studi Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat resmi dilantik pada 11 Agustus 1990. Sejak awal, pengembangan kurikulum, tenaga pengajar, sarana prasarana, hingga pendanaan diarahkan untuk peningkatan status kelembagaan.

Upaya tersebut membuahkan hasil ketika melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0366/O/1993 tanggal 21 Oktober 1993, Program Studi Kedokteran resmi ditingkatkan menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.

Pada tahap awal, mahasiswa diprioritaskan berasal dari wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Setiap provinsi mengirimkan calon mahasiswa untuk diseleksi, dengan kuota awal sebanyak 40 mahasiswa.

Silahturahmi dengan dr A.Rifani SpP dan dr Yenny SpJ.

Alumni sebagai Pilar Keberlanjutan

Dalam perjalanan waktu, alumni menjadi bagian tak terpisahkan dari keberlanjutan institusi. Alumni bukan sekadar hasil dari proses pendidikan, melainkan mitra strategis dalam membangun jejaring, mentoring karier, pengembangan kurikulum, promosi institusi, kegiatan sosial, hingga penyediaan sumber daya dan fasilitas.

Peran inilah yang terasa nyata dalam setiap perjumpaan: dialog yang hangat, kenangan yang mengalir, sekaligus refleksi tentang makna pengabdian sebagai dokter.

Baca Juga:  11 Manfaat Puasa bagi Kesehatan, 7 Tip Menjalankannya secara Optimal

Guru dan Murid: Ikatan Seumur Hidup

Bagi profesi dokter, hubungan guru dan murid bukan relasi yang putus oleh waktu. Nilai itu ditegaskan dalam Sumpah Dokter yang dilafalkan pada setiap pelantikan: “Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.”

Hubungan ini tumbuh dalam kepercayaan dan rasa hormat, diperkuat oleh proses belajar yang panjang. Guru berupaya mengenal muridnya, memberi ruang bertumbuh, dan mendorong mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Silahturahmi dengan dr. Ferryansyah, Sp.P.

Hangatnya Silaturahmi di Tenggarong dan Samarinda

Di Tenggarong, penulis bersyukur dapat bersilaturahmi dengan sejumlah alumni FK ULM, di antaranya dr. Ferryansyah, Sp.P. (RS Pupuk Kaltim Bontang), dr. Ahmad Rifani, Sp.P. (Tanah Grogot), dr. Yenny, Sp.J. (RS Jiwa Samarinda), dr. Renny Tri Wahyuni, M.Adm. Kes., serta dr. Mustaqim AR, Sp.BS., M.Ked.Klin. dari RS Parikesit.

Silaturahmi berlanjut di Samarinda pada 16 Januari 2026, bertempat di Warung Khas Kutai Acil Imung. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain dr. Moriko P., Sp.THT., dr. Mariana, Sp.N., dr. Monika, Sp.Rad., Dr. dr. Nurul Hasanah, M.Kes., dr. Astried, Sp.PD.-KGH., dr. Putri, Sp.Okupasi., dr. Sari Sa’adatul Aulia, Sp.N., dr. Aini Ariefa, Sp.A., serta dr. Salsabella yang kini mengabdi di berbagai rumah sakit dan klinik di Samarinda dan sekitarnya.

Baca Juga:  Mengelola Kekuasaan: Antara Amanah dan Godaan

Kebahagiaan yang Tak Terukur Materi

Sebagai dosen FK ULM sejak 1998 hingga sekarang, penulis merasakan kebahagiaan tersendiri dapat bertemu kembali dengan alumni lintas angkatan. Profesi guru mungkin tidak menjanjikan kekayaan materi, tetapi menghadirkan kekayaan batin: melihat ilmu yang diajarkan tumbuh menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa pengabdian adalah ladang amal, dan kebahagiaan sejati hadir ketika murid-murid menjelma pribadi yang berguna bagi diri, keluarga, dan lingkungannya.

Penutup

Fakultas Kedokteran didirikan untuk melahirkan dokter yang berpegang pada Sumpah Dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia. Hubungan guru dan murid adalah ikatan yang terus hidup, melampaui ruang kelas dan batas waktu.

Bagi seorang guru, dapat bersilaturahmi dengan mantan anak didik adalah anugerah—tanda bahwa ikhtiar pendidikan tidak berhenti di bangku kuliah, tetapi berlanjut dalam pengabdian nyata di tengah masyarakat. (#)

Banjarmasin, 23 Januari 2026

Penyunting Mohammad Nurfatoni