
SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik memperingati milad ke-31 dengan aksi “Sharing Sweetness”. Siswa menyalurkan puluhan paket perlengkapan sekolah dan santunan tunai kepada anak yatim piatu serta kaum duafa.
Tagar.co – Pagi itu, suasana di SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb Primary School) tampak berbeda. Tidak ada pesta pora yang berlebihan, melainkan kesibukan para siswa mengemas kado-kado istimewa. Tepat pada Sabtu, 18 April 2026, sekolah ini genap berusia 31 tahun. Alih-alih merayakannya dengan kemeriahan semu, pihak sekolah memilih jalan yang lebih menyentuh hati: aksi sosial bertajuk “Sharing Sweetness“.
Program ini mengajak seluruh siswa turun tangan langsung mempraktikkan ilmu filantropi yang mereka pelajari di kelas. Mereka mengumpulkan donasi secara sukarela untuk membantu kawan-kawan sebaya yang kurang beruntung di wilayah Gresik. Fokus utama bantuan tahun ini menyasar kebutuhan dasar pendidikan dan pangan, sebuah simbol bahwa pendidikan harus tetap berjalan bagi siapa pun, tanpa terkecuali.
Wakil Kepala Mugeb Primary School bidang Ismuba, Nur Hamida, S.Pd., menegaskan pentingnya asupan empati bagi para siswa. Saat memberikan sambutan, ia menekankan, usia 31 tahun adalah momentum kedewasaan untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar.
“Di usia sekolah kami yang ke 31 ini, kami ingin anak-anak tidak hanya merayakan bertambahnya usia sekolah dengan kemeriahan, tetapi juga dengan berbagi keberkahan. Kami ingin mereka merasakan langsung indahnya memberi,” ujar Mida, sapaan akrabnya, dengan nada optimis.

Simbol Angka 31 untuk Sesama
Rombongan kecil dari Mugeb Primary School kemudian bergerak menuju lokasi pertama, yakni Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Nurul ‘Ulum, Ngargosari, Kebomas, Gresik. Di sana, para siswa membawa misi khusus yang sarat makna filosofis. Mereka menyerahkan 48 paket kado berisi perlengkapan sekolah lengkap.
Namun, yang menarik perhatian adalah detail bantuan pangan dan santunan yang mereka berikan. Pihak sekolah sengaja menyalurkan bantuan berupa 31 kg beras dan santunan tunai senilai Rp3.100.000,-. Angka “31” ini bukan sekadar nominal, melainkan representasi dari perjalanan panjang dedikasi SD Mugeb selama tiga dekade lebih di dunia pendidikan.
“Kami memilih angka tersebut secara khusus untuk melambangkan perjalanan 31 tahun dedikasi SD Mugeb dalam mencerdaskan bangsa,” tambah Mida saat prosesi penyerahan bantuan secara simbolis.
Suasana haru menyelimuti pelataran pondok pesantren saat para siswa saling menyapa. Tidak ada sekat antara pemberi dan penerima; yang ada hanyalah interaksi hangat antar sesama generasi penerus bangsa. Mereka saling bertukar senyum dan cerita, menciptakan momen kebersamaan yang benar-benar mewujudkan esensi dari “Sharing Sweetness” atau berbagi kemanisan hidup.
Baca Juga: Puncak Milad Ke-31 Mugeb: Parenting Class Bertabur 102 Door Prize
Komitmen Karakter dan Kepedulian Sosial
Perjalanan berlanjut ke lokasi kedua, yakni Yayasan Sosial Bina Umat Al Misykah, GKA Gresik. Semangat para siswa tidak surut meski matahari kian meninggi. Di yayasan ini, siswa kembali menyalurkan kepedulian mereka melalui 14 paket kado perlengkapan sekolah serta bantuan pangan berupa 25 kg beras.
Aksi ini membuktikan bahwa Mugeb Primary School memiliki visi besar untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang matang. Sekolah ini berupaya mengikis sifat individualisme sejak dini dengan menunjukkan bahwa kebahagiaan sesungguhnya terletak pada seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.
Melalui momentum Milad ke-31 ini, Mugeb Primary School mempertegas komitmennya untuk terus menjadi institusi pendidikan yang unggul. Mereka tidak ingin terjebak dalam menara gading akademik, melainkan ingin terus tumbuh sebagai lembaga yang memiliki karakter sosial kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
Kegiatan pun berakhir dengan doa bersama. Para siswa pulang tidak hanya dengan tangan hampa, melainkan membawa pelajaran berharga tentang rasa syukur dan kepedulian yang akan terus mereka kenang hingga dewasa nanti. (#)
Jurnalis Nur Hakiky Penyunting Sayyidah Nuriyah












